Trump Kembali Tuduh China Campur Tangan Pemilu AS

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketegangan baru Washington dan Beijing. Presiden Donald Trump kembali menuduh China mencuri data pemilih dan mengintervensi sistem pemilu Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

Ketegangan baru Washington dan Beijing. Presiden Donald Trump kembali menuduh China mencuri data pemilih dan mengintervensi sistem pemilu Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Donald Trump kembali menuduh China.

Ia menyebut Beijing mencampuri sistem pemilu Amerika Serikat.

Tuduhan keras ini mengancam gencatan senjata kedua negara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal, kedua pemimpin merencanakan pertemuan penting September nanti.

Tuduhan Pencurian Data Pemilih AS

Trump menyampaikan pidato khusus dari Gedung Putih.

Ia mengklaim peretas China mencuri jutaan data pemilih.

Trump menyebut kebocoran data ini sebagai mimpi buruk.

Baca Juga :  Diplomasi Jenewa: Trump Desak Ukraina Segera Berdamai di Tengah Gempuran Rusia

“Kebocoran data ini mengancam keamanan pemilu nasional,” tegasnya.

Ia merasa China menginginkan kekalahannya pada pemilu mendatang.

Tanggapan Dingin Kedutaan China

Pemerintah China membantah keras tuduhan sepihak tersebut.

Juru bicara Kedutaan China Liu Chang memberikan penjelasan.

Liu menegaskan China tidak pernah mencampuri pemilu AS.

Pidato Trump ini mengubah arah diplomasi kedua negara.

Padahal, Trump baru saja melunakkan sikapnya terhadap Beijing.

Tarik Ulur Rencana Kunjungan Washington

Trump sebelumnya menunda pemberlakuan tarif impor pada Oktober.

Ia mengkhawatirkan balasan China berupa pemblokiran ekspor logam.

Baca Juga :  WHO Tetapkan Status Darurat Internasional di Tengah Konflik

Langkah protektif China tersebut dapat melumpuhkan manufaktur Amerika.

Trump kemudian mengundang Xi Jinping mengunjungi kota Washington.

Namun, pihak Beijing belum mengonfirmasi rencana kunjungan tersebut.

China mensyaratkan hubungan positif sebelum memulai pertemuan puncak.

Siasat Politik Domestik Trump

Para ahli menilai pidato Trump hanya siasat domestik.

Trump ingin mendesak Kongres memperketat aturan pemilu baru.

Pidato selama 25 menit tersebut tidak menuntut hukuman.

Ketiadaan tuntutan sanksi ini dapat meredakan kemarahan Beijing.

Lembaga intelijen AS juga menepis klaim campur tangan.

Laporan resmi memastikan tidak ada sabotase sistem pemilu.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman
PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit
Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru
Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk
Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant
Serangan Gunting di Covent Garden London Lukai 4 Orang
Prancis Melarang Panggilan Telemarketing Tanpa Izin Konsumen
Senat AS Konfirmasi Dr Erica Schwartz Sebagai Direktur CDC

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:01 WIB

PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant

Berita Terbaru

Respawn Entertainment resmi menghentikan operasional Apex Legends di Nintendo Switch generasi pertama mulai Season 30 demi memaksimalkan potensi Nintendo Switch 2. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Respawn Hentikan Dukungan Apex Legends di Nintendo

Sabtu, 8 Agu 2026 - 17:20 WIB