Uni Eropa Paksa Google Buka Sistem Android dan Bagi Data

Senin, 20 Juli 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Google menghentikan operasional Google Assistant di perangkat Android mulai 4 September dan mengalihkan seluruh perintah suara ke kecerdasan buatan Gemini. Dok: Istimewa.

Google menghentikan operasional Google Assistant di perangkat Android mulai 4 September dan mengalihkan seluruh perintah suara ke kecerdasan buatan Gemini. Dok: Istimewa.

BRUSSEL, POSNEWS.CO.ID – Komisi Eropa merilis dua aturan baru untuk Google.

Kebijakan ini memaksa Google membagikan data pencarian secara adil.

Google juga harus membuka sistem operasi Android bagi kompetitor.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah berani ini bertujuan menekan dominasi raksasa teknologi tersebut.

Komisi Eropa ingin mendukung inovasi kecerdasan buatan (AI) lokal.

Alternatif Baru untuk Google Search dan Gemini

Pihak berwenang menuntut keadilan akses pada ponsel pintar Android.

Baca Juga :  Dubes Eropa Temui Wamenlu Rusia demi Upaya Damai

Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa Henna Virkkunen memimpin pengumuman ini.

Virkkunen mengharapkan kemunculan alternatif baru untuk Google Search.

Pengguna juga berhak memilih asisten kecerdasan buatan selain Gemini.

Brussel kini memimpin regulasi teknologi global melawan para raksasa.

Aturan ini menyasar perusahaan penjaga gerbang seperti Google dan TikTok.

Integrasi AI Pesaing dan Pembagian Data 2027

Komisi Eropa menemukan ketimpangan fungsional pada sistem Android saat ini.

AI pihak ketiga tidak berjalan seoptimal asisten bawaan Gemini.

Kini, Google wajib mengizinkan aktivasi suara bagi AI kompetitor.

Baca Juga :  Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar

AI pesaing juga harus mampu memesan restoran lewat aplikasi.

Aturan baru mewajibkan pembagian data pencarian mulai Januari 2027.

Google harus menyerahkan data pencarian samaran kepada para pesaing.

Keberatan Google dan Bayang-Bayang Sanksi Trump

Presiden Urusan Global Google Kent Walker melayangkan protes keras.

Walker menilai aturan baru ini mengancam privasi para pengguna.

Perusahaan luar berpotensi melihat riwayat pencarian pribadi secara bebas.

Langkah ini juga membahayakan rahasia dagang dan keamanan nasional.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengecam keras aturan ketat Eropa.

Namun, Komisi Eropa tetap memaksakan implementasi aturan baru ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Huawei Watch D3 Resmi Meluncur, Smartwatch Tekanan Darah
Samsung Rilis Neo WindFree Lite, AC dengan Teknologi WindFree
NVIDIA DLSS 5 Bocor Berhasil Dimodifikasi Berjalan di RTX 20
Huawei Umumkan Nova 16s Series untuk Pasar Global
Huawei Rilis Smartwatch Watch GT 7 Series
Samsung Siap Perluas Beta One UI 9 ke Galaxy A
Hisense Luncurkan A10 Series, Ponsel E-Ink dengan Layar Warna
Bocoran OPPO Find X10 Pro Max Bawa Tiga Kamera 200MP

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 07:28 WIB

Huawei Watch D3 Resmi Meluncur, Smartwatch Tekanan Darah

Jumat, 4 September 2026 - 06:00 WIB

Samsung Rilis Neo WindFree Lite, AC dengan Teknologi WindFree

Kamis, 3 September 2026 - 15:48 WIB

NVIDIA DLSS 5 Bocor Berhasil Dimodifikasi Berjalan di RTX 20

Kamis, 3 September 2026 - 14:40 WIB

Huawei Umumkan Nova 16s Series untuk Pasar Global

Kamis, 3 September 2026 - 13:36 WIB

Huawei Rilis Smartwatch Watch GT 7 Series

Berita Terbaru

Gloria Steinem, penulis dan aktivis yang menjadi simbol gerakan perempuan Amerika Serikat, meninggal dunia pada Rabu di rumahnya di New York City. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Gloria Steinem, Ikon Gerakan Feminisme AS, Meninggal Dunia

Jumat, 4 Sep 2026 - 18:00 WIB