Wacana TNI-Polri Bantu Program MBG, Sudaryono Ungkap Alasannya

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. (Posnews/Ist)

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Wacana melibatkan TNI dan Polri dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi sorotan.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono akhirnya buka suara mengenai alasan pemerintah mempertimbangkan pelibatan aparat dalam program tersebut.

Sudaryono mengatakan, pemerintah membutuhkan dukungan banyak pihak agar program MBG dapat berjalan efektif hingga ke pelosok daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain memperluas jangkauan, pelibatan TNI-Polri juga dinilai bisa membantu menekan biaya operasional distribusi.

Menurut dia, kerja sama antara pemerintah dan aparat bukan hal baru.

Pemerintah sebelumnya juga melibatkan jaringan TNI dan Polri ketika harus menyalurkan bantuan dalam jumlah besar ke berbagai daerah.

“Intinya adalah melibatkan semua pihak. Tujuannya agar program bisa berjalan dengan baik,” kata Sudaryono di Gedung BGN, Rabu (22/7/2026).

Baca Juga :  Kemendag Perbarui Aturan E-Commerce, Produk UMKM Dapat Prioritas di Marketplace

Sudaryono Ungkap Pengalaman Distribusi 70 Ribu Pompa Air

Sudaryono kemudian menyinggung pengalamannya saat menangani program pertanian.

Ketika itu, pemerintah harus menyalurkan sekitar 70 ribu pompa air kepada petani yang menghadapi musim kemarau.

Namun, pemerintah tidak memiliki anggaran khusus untuk membiayai proses pengiriman pompa tersebut. Karena itu, jaringan TNI dan Polri dimanfaatkan untuk membantu distribusi.

“Waktu itu ada 70 ribu pompa yang harus dibagikan. Kami membaginya lewat TNI dan Polri karena memang tidak ada anggaran untuk biaya pengiriman,” ujarnya.

Berdasarkan pengalaman tersebut, Sudaryono menilai setiap program pemerintah membutuhkan kolaborasi lintas lembaga. Terlebih, MBG memiliki cakupan penerima manfaat yang sangat luas.

Target Utama BGN: Anak Dapat Makanan Bergizi dan Aman

Meski demikian, Sudaryono menegaskan pelibatan berbagai pihak bukanlah tujuan utama program MBG.

Fokus BGN tetap memastikan makanan bergizi sampai kepada penerima manfaat secara tepat sasaran.

Selain memenuhi kebutuhan gizi anak, pemerintah juga ingin MBG menggerakkan perekonomian daerah.

Untuk itu, BGN mendorong keterlibatan UMKM, petani, peternak, dan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok program tersebut.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Perintahkan Penanganan Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar Secara Total

“Yang penting bagaimana program ini terlaksana dengan baik. Anak-anak mendapatkan makanan yang cukup gizi dan aman. Pada saat yang sama, program ini juga berdampak pada ekonomi lokal,” jelas Sudaryono.

BGN Tak Mau Kasus Keracunan Terulang

Lebih lanjut, Sudaryono mengingatkan pentingnya menjaga kualitas bahan pangan dalam pelaksanaan MBG.

Menurutnya, pemerintah harus memastikan bahan baku memenuhi standar keamanan sebelum diolah dan dibagikan kepada penerima manfaat.

Sebab, risiko keracunan makanan tidak hanya berasal dari proses pengolahan. Bahan baku yang tidak memenuhi standar juga dapat memicu masalah kesehatan.

“Selain cara mengolahnya, bahan baku juga harus memiliki kualitas yang baik dan memenuhi standar keamanan,” tegasnya.

Karena itu, BGN kini dituntut memperkuat pengawasan dari hulu hingga hilir.

Dengan demikian, program MBG tidak hanya memperluas jangkauan penerima manfaat, tetapi juga menjamin makanan yang dibagikan benar-benar aman dan bergizi. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korupsi Hutan Lampung, Kejagung Sita Rp1,003 Triliun dari PT PSMI
Prabowo Turun Tangan, 11 Kapal Dikerahkan Cari 5 Jurnalis di Selat Sunda
Teror di Kantor Komnas HAM Papua, Pigai Desak Polisi Ungkap Pelaku
BNN Minta Garuda Larang Vape, 1.716 Sampel Terdeteksi Narkotika
3 ASN Jayawijaya Tewas Ditembak Saat Antar Bantuan, Amran: Mereka Pahlawan Pangan
87 Napi High Risk dari Jakarta Dipindahkan ke Nusakambangan
79 Kampus Digandeng Polri, 31 Sudah Punya Pusat Studi Kepolisian
Proyeksi Harga CPO Indonesia 2026 Berpotensi Naik

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 18:23 WIB

Korupsi Hutan Lampung, Kejagung Sita Rp1,003 Triliun dari PT PSMI

Kamis, 10 September 2026 - 13:03 WIB

Teror di Kantor Komnas HAM Papua, Pigai Desak Polisi Ungkap Pelaku

Kamis, 10 September 2026 - 12:50 WIB

BNN Minta Garuda Larang Vape, 1.716 Sampel Terdeteksi Narkotika

Kamis, 10 September 2026 - 10:40 WIB

3 ASN Jayawijaya Tewas Ditembak Saat Antar Bantuan, Amran: Mereka Pahlawan Pangan

Kamis, 10 September 2026 - 09:38 WIB

87 Napi High Risk dari Jakarta Dipindahkan ke Nusakambangan

Berita Terbaru