Pakistan Minta Bantuan Finansial 10 Miliar Dolar AS

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Manuver diplomasi ekonomi Pakistan. Islamabad mengajukan fasilitas dana stabilitas 10 miliar dolar AS kepada Washington di tengah keraguan para ekonom. Dok: Istimewa.

Manuver diplomasi ekonomi Pakistan. Islamabad mengajukan fasilitas dana stabilitas 10 miliar dolar AS kepada Washington di tengah keraguan para ekonom. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Pakistan mencoba memanfaatkan hubungan baik dengan pemerintahan Donald Trump demi mendapatkan dukungan ekonomi darurat.

Permohonan Dana Stabilitas 10 Miliar Dolar

Pakistan mengajukan permohonan fasilitas dana stabilitas nilai tukar senilai 10 miliar dolar AS kepada Amerika Serikat.

Menteri Keuangan Pakistan Muhammad Aurangzeb membawa proposal keuangan tersebut saat mengunjungi Washington minggu ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Laporan media Reuters mengonfirmasi rincian permohonan bantuan ini berdasarkan keterangan sumber internal tepercaya.

Selain itu, Pakistan mengusulkan fasilitas pembiayaan perdagangan khusus bersama U.S. EXIM Bank.

Pemerintah Pakistan merancang dua skema ini guna memperkuat nilai tukar mata uang rupee.

Langkah strategis ini juga bertujuan memperluas diversifikasi sumber pendanaan luar negeri.

Pakistan ingin mengurangi ketergantungan finansial pada IMF, China, dan Arab Saudi.

Saling Menguntungkan di Sektor Mineral dan Geopolitik

Pakistan sebelumnya membantu memediasi kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Baca Juga :  Korea Utara Uji Coba Rudal Hipersonik Baru Hwasong-11Ma

Namun, kondisi fundamental ekonomi Pakistan belum mengalami perubahan berarti sejak perang meletus.

Hubungan Pakistan dan Uni Emirat Arab bahkan sempat memanas pada April lalu.

Kondisi tersebut memaksa Pakistan mengembalikan dana cadangan sebesar 3,5 miliar dolar AS ke Abu Dhabi.

Pakistan kemudian mengandalkan dana talangan 3 miliar dolar AS dari Arab Saudi demi menutup celah kas.

Pakar Asia Group Uzair Younus memberikan analisis mengenai potensi keuntungan bagi Washington.

Pemerintahan Donald Trump mengincar peran lebih besar dalam sektor mineral kritis Pakistan.

Fasilitas pendanaan ini akan memperkuat posisi Amerika Serikat dalam kesepakatan bisnis pertambangan.

Keraguan Akademisi dan Tantangan Reformasi IMF

Pengajar Universitas Oxford Adeel Malik menyampaikan pandangan kritis mengenai usulan bantuan tersebut.

Malik menilai fasilitas cadangan tersebut sekadar bentuk sewa geopolitik atas peran mediasi Pakistan.

Di sisi lain, program pinjaman IMF mulai menunjukkan dampak positif bagi perekonomian.

Lembaga S&P Global Ratings menaikkan peringkat utang Pakistan dari B- menjadi B.

Kenaikan peringkat ini menjadi pencapaian pertama Pakistan dalam sembilan tahun terakhir.

Baca Juga :  Otoritas Rusia Mengarantina Rumah Sakit Siberia

Meski begitu, program IMF senilai 7 miliar dolar AS menuntut kenaikan pajak yang tidak populer.

Pemerintah Pakistan harus membatasi pengeluaran negara menjelang pemilu 2029 mendatang.

Analis Capital Economics Gareth Leather menilai dana AS akan memberikan bantalan kas yang vital.

Ekonom Vaqar Ahmed menegaskan bahwa suntikan likuiditas baru hanya membeli waktu tanpa menciptakan pertumbuhan.

Perdebatan Pengambil Kebijakan di Washington

Departemen Keuangan AS memuji langkah reformasi Pakistan namun menekankan pentingnya kemandirian ekonomi.

Pihak U.S. EXIM Bank mengonfirmasi pembahasan awal mengenai kerangka kerja strategis bersama Pakistan.

Kedua pihak menargetkan penandatanganan kesepakatan pada Sidang Majelis Umum PBB September mendatang.

Mantan pejabat Departemen Keuangan AS Brad Setser memperkirakan bentuk fasilitas penarikan maksimum.

Namun, mantan pejabat Treasury Mark Sobel mendesak pemerintah agar menolak permintaan swap tersebut.

Sobel menyebut Pakistan telah menjadi pasien tetap yang gagal menjalankan reformasi struktur.

Pakar Atlantic Council Martin Muehleisen mempertanyakan besaran angka bantuan 10 miliar dolar AS tersebut.

Ia menilai penyerahan dana raksasa tanpa kerangka keberlanjutan utang membawa risiko tinggi bagi Amerika Serikat.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Taiwan Keluarkan Peringatan Darat Menyusul Ancaman Topan
Intelijen AS Buka Suara Soal Kampanye Disinformasi Rusia
Marco Rubio Tegaskan Akses Starlink Ukraina Keputusan SpaceX
Elon Musk Ancam Politisi Demokrat Terkait Rencana Penyelidikan
Rusia Bebaskan Guru Asal AS Stephen Hubbard
Macron Kecam Narasi Pemimpin Asing Atas Kerusuhan Prancis
Tahun Kedua Kepemimpinan Takaichi Hadapi Tantangan Internal
Serangan Rudal Balistik Houthi Menewaskan Puluhan Prajurit

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Taiwan Keluarkan Peringatan Darat Menyusul Ancaman Topan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:17 WIB

Intelijen AS Buka Suara Soal Kampanye Disinformasi Rusia

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Marco Rubio Tegaskan Akses Starlink Ukraina Keputusan SpaceX

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Elon Musk Ancam Politisi Demokrat Terkait Rencana Penyelidikan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Rusia Bebaskan Guru Asal AS Stephen Hubbard

Berita Terbaru

Taiwan menerbitkan peringatan darat akibat Topan Champi yang memicu pembatalan ratusan penerbangan dan mengganggu latihan militer AS-Jepang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Taiwan Keluarkan Peringatan Darat Menyusul Ancaman Topan

Sabtu, 24 Okt 2026 - 07:25 WIB

Intelijen AS mengungkap kampanye disinformasi Rusia berbasis AI yang menyasar kandidat Partai Demokrat menjelang pemilu sela AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Intelijen AS Buka Suara Soal Kampanye Disinformasi Rusia

Sabtu, 24 Okt 2026 - 06:17 WIB