Militer Myanmar Tingkatkan Serangan Udara dan Pembantaian

Selasa, 28 Juli 2026 - 06:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Langkah agresif rezim militer. Lembaga ACLED mengungkap lonjakan serangan udara dan pembantaian massal warga sipil pasca-transisi kepemimpinan di Myanmar. Dok: Istimewa.

Langkah agresif rezim militer. Lembaga ACLED mengungkap lonjakan serangan udara dan pembantaian massal warga sipil pasca-transisi kepemimpinan di Myanmar. Dok: Istimewa.

NAYPYIDAW, POSNEWS.CO.ID – Militer Myanmar meningkatkan gempuran udara dan aksi kekerasan terhadap warga sipil secara masif.

Reorganisasi Komando dan Strategi Jet Tempur

Lembaga pemantau ACLED merilis laporan resmi mengenai eskalasi konflik pada hari Senin.

Pihak junta merombak struktur komando militer sejak bulan Maret lalu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mantan pemimpin kudeta Min Aung Hlaing mengamankan kursi presiden sipil pada bulan April.

Ia kemudian menunjuk mantan kepala intelijen Ye Win Oo sebagai panglima militer baru.

Baca Juga :  BNN Ungkap Lonjakan 1.400 Jenis Narkotika Baru di Sidang CND Wina - Waspada Narkotika Sintetis

Di bawah komando baru, militer menerjunkan skuadron dua hingga lima jet tempur.

Armada udara meluncurkan gempuran bom secara terus-menerus ke sasaran tunggal.

Pasukan darat juga menggempur wilayah perbatasan yang kaya komoditas tanah langka.

Pembantaian Massal Warga Sipil di Wilayah Anyar

Aksi kekerasan militer memicu lonjakan jumlah korban jiwa secara drastis.

ACLED mencatat belasan kasus pembantaian massal sepanjang paruh pertama tahun 2026.

Serangan brutal militer merenggut lebih dari 450 nyawa warga sipil.

Wilayah kering Anyar di Myanmar tengah menyumbang 40 persen total korban tewas.

Pasukan junta menyerbu wilayah kota kecil Myit Chay pada bulan Mei lalu.

Saksi mata Ye Naung menyebut sekitar 700 prajurit masuk ke permukiman warga.

Baca Juga :  Skandal Berkas Epstein: Bill Clinton Jalani Pemeriksaan

Prajurit merampas harta benda, menganiaya warga, serta membunuh 40 penduduk lokal.

Manuver Diplomasi Regional Min Aung Hlaing

Eskalasi pertempuran ini mewarnai dinamika politik internal yang sangat memprihatinkan.

Kudeta militer tahun 2021 telah menewaskan sekitar 100.000 jiwa.

Konflik bersenjata tersebut juga memaksa jutaan warga mengungsi dari rumah mereka.

Meskipun melancarkan tindakan represif, Min Aung Hlaing gencar menggalang dukungan internasional.

Ia melangsungkan kunjungan diplomasi ke negara tetangga India dan China.

Pemimpin junta juga mencoba membangun kembali komunikasi bersama perhimpunan ASEAN.

Selanjutnya, Min Aung Hlaing merancang kunjungan kenegaraan ke Thailand pada 6 hingga 7 Agustus mendatang.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hujan Rudal Balistik dan Drone Rusia Gempur Kyiv
Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay
Brasil Tolak Visa Pejabat AS yang Ingin Awasi Pemilu
Pasangan Afrika Selatan Saksikan Kumpulan 299 Paus
Dua Pria Terjun Bebas dari Space Needle Seattle
Unggahan Medsos Soroti Budaya Kerja Ekstrem Jepang
Vietnam Siapkan Aturan Ketat Larang Anak di Bawah 16 Tahun
Warga al-Obeid Hadapi Serangan Drone dan Pemerkosaan

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:20 WIB

Hujan Rudal Balistik dan Drone Rusia Gempur Kyiv

Selasa, 28 Juli 2026 - 06:12 WIB

Militer Myanmar Tingkatkan Serangan Udara dan Pembantaian

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:30 WIB

Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:00 WIB

Brasil Tolak Visa Pejabat AS yang Ingin Awasi Pemilu

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:30 WIB

Pasangan Afrika Selatan Saksikan Kumpulan 299 Paus

Berita Terbaru

Kepala Kanwil KemenHAM Daerah Khusus Jakarta Mikael Azedo Harwito memberikan keterangan terkait bentrokan maut di Menteng dan mengimbau masyarakat tidak mengaitkan peristiwa itu dengan isu SARA. (Posnews/KemenHAM DK Jakarta)

JABODETABEK

KemenHAM Minta Bentrokan Menteng Tak Dikaitkan dengan SARA

Selasa, 28 Jul 2026 - 07:40 WIB

Eskalasi gempuran udara di Ukraina. Pasukan Rusia meluncurkan tujuh rudal balistik dan 136 drone ke berbagai wilayah permukiman warga. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hujan Rudal Balistik dan Drone Rusia Gempur Kyiv

Selasa, 28 Jul 2026 - 07:20 WIB

Langkah agresif rezim militer. Lembaga ACLED mengungkap lonjakan serangan udara dan pembantaian massal warga sipil pasca-transisi kepemimpinan di Myanmar. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Militer Myanmar Tingkatkan Serangan Udara dan Pembantaian

Selasa, 28 Jul 2026 - 06:12 WIB