Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

TEHERAN, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Iran mengambil langkah taktis guna memperkuat kembali benteng pertahanan udara nasional.

Pembelian 400 Peluncur Rudal QW-12 dan FN-16

Teheran bersiap menerima pengiriman perdana ratusan peluncur rudal panggul dari China.

Pemerintah Iran membeli sekitar 300 hingga 400 unit sistem pertahanan udara panggul (MANPADS).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Paket pembelian mencakup rudal canggih model QW-12 dan FN-16.

Transaksi raksasa ini menelan biaya sekitar 60 hingga 70 juta dolar AS.

Langkah strategis ini memperkuat benteng pertahanan udara jarak pendek Iran.

Konflik bersenjata bersama Amerika Serikat membongkar kelemahan sistem pertahanan Teheran sebelumnya.

Baca Juga :  PM Sanae Takaichi Bantah Tuduhan Kampanye Hitam

Gempuran musuh sempat merusak pangkalan militer dan infrastruktur strategis negara tersebut.

Peran Perantara Hong Kong dan Bantahan Resmi

Perusahaan Zhongqing Baoshang International Investment memediasi transaksi senjata tersebut.

Lembaga asal Hong Kong ini menghubungkan pihak militer Iran dengan pemasok China.

Namun Kementerian Luar Negeri China menolak keras laporan transaksi tersebut.

Pemerintah Beijing menyebut laporan tersebut sama sekali tidak berdasar.

China menegaskan komitmen mereka dalam memperjuangkan perdamaian kawasan.

Sementara itu humas militer Pakistan ISPR menepis isu jalur pengiriman senjata.

ISPR melabeli kabar transit pengiriman dari Urumqi lewat Pakistan sebagai kebohongan murni.

Urgensi Memperkuat Benteng Udara Jarak Pendek

Iran membutuhkan pasokan senjata baru pasca-gempuran beruntun Amerika Serikat dan Israel.

Serangan udara musuh merusak berbagai fasilitas rudal dan pangkalan drone Iran.

Oleh karena itu Teheran memilih sistem rudal panggul yang sangat fleksibel.

Baca Juga :  Antonio Guterres Minta Perusahaan Rilis Data Konsumsi

Pakar militer menilai rudal panggul lebih sulit terdeteksi oleh jet tempur canggih.

Pasukan kecil dapat memindahkan posisi peluncur rudal panggul secara cepat.

Rudal QW-12 dan FN-16 mengandalkan pemandu pemencar inframerah.

Sistem ini efektif mengincar helikopter, drone, dan pesawat tempur berelevasi rendah.

Rute Pengiriman Darat dan Hubungan Diplomatik

Pemasok merancang pengiriman awal lewat jalur udara dari Urumqi China barat.

Selain itu intelijen Barat mengendus upaya Iran mencari rute darat rahasia.

Rute darat meminimalisir risiko cegatan patroli militer Amerika Serikat.

Presiden Donald Trump sendiri menghentikan sementara gempuran bom akhir pekan lalu.

Namun Trump mengancam akan melanjutkan serangan jika perundingan damai menemui jalan buntu.

Kini Iran mengandalkan kombinasi produksi lokal dan pasokan asing demi mempertahankan kedaulatan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride
Pelaku Lepaskan Tembakan ke Gedung Konsulat AS
Gelombang Fitur AI Interaktif Ubah Pengalaman Membaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09 WIB

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:08 WIB

Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai

Berita Terbaru

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB