SEOUL, POSNEWS.CO.ID – Perusahaan kecerdasan buatan Anthropic menegaskan rencana ekspansi global mereka. Caranya, mereka meresmikan pembukaan kantor baru di kota Seoul.
Langkah ekspansi ke Korea Selatan ini bergulir di tengah situasi geopolitik yang memanas. Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat melarang akses warga asing ke model kecerdasan buatan tercanggih mereka. Model premium tersebut meliputi tipe sasis model Fused dan versi termutakhir lainnya.
Skandal Kebocoran Keamanan dan Intervensi AS
Pemerintah AS mendeteksi adanya celah keamanan yang berpotensi membocorkan rahasia teknologi militer ke pihak Tiongkok. Oleh karena itu, Departemen Perdagangan AS membatasi transfer teknologi kecerdasan buatan ke beberapa wilayah sensitif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihak berwenang mengkhawatirkan militer asing dapat memanfaatkan kecerdasan model tersebut untuk merancang taktik perang asimetris. Meskipun begitu, Anthropic memastikan seluruh operasional kantor baru di Seoul akan berjalan sesuai standar hukum setempat.
Potensi Pertumbuhan Pasar Asia Timur
Direktur Pengelola Internasional Anthropic, Chris Ciauri, menyampaikan pandangannya dalam konferensi pers hari Rabu kemarin. Ia menilai Korea Selatan merupakan salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di dunia.
Sebab, negara ini memiliki basis pengembang dan keahlian teknis lokal yang sangat kuat. Laporan internal Anthropic pada Maret lalu menempatkan Korea Selatan pada peringkat ke-12 dari 116 negara.
Peringkat ini mengukur tingkat penggunaan per kapita dari model AI andalan mereka, Claude. Ciauri meyakini peringkat tersebut akan segera menembus angka satu digit dalam waktu dekat.
Ekosistem Kemitraan dan Penyimpanan Data Lokal
Anthropic kini merancang ekosistem kemitraan bersama beberapa raksasa teknologi komputasi awan. Mitra strategis tersebut meliputi Google Cloud, Microsoft, dan Amazon.
Selain itu, mereka tengah menguji opsi penyimpanan data lokal guna mematuhi regulasi ketat pemerintah Korea Selatan. Langkah ini sangat penting untuk memberikan rasa aman bagi para pelanggan korporasi di daerah.
Namun, Ciauri menolak memberikan penjelasan mendetail mengenai pembatasan ekspor dari pemerintah Amerika Serikat tersebut. Ia juga enggan berkomentar mengenai proyek keamanan siber rahasia bernama Project Glasswing. Padahal, proyek tersebut memberikan akses awal model AI tercanggih bagi organisasi dan perusahaan penting.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa












