SEOUL, POSNEWS.CO.ID – Pengembang game asal Korea Selatan Shift Up memicu kemarahan publik minggu ini.
Reaksi Keras Penggemar Atas Video Musik AI
Shift Up merilis video musik berjudul Wanna be in LOVE pada saluran YouTube resmi mereka.
Video tersebut menampilkan karakter utama Evie menyanyikan lagu pop ceria.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penggemar menemukan berbagai kejanggalan visual dan perubahan wajah karakter pada video tersebut.
Deskripsi video mengonfirmasi penggunaan teknologi AI buatan divisi Shift Up AI Labs.
Komunitas gamer mengecam keras keputusan pengembang mengabaikan peran seniman manusia.
Para penggemar meluapkan kekecewaan mereka lewat berbagai platform media sosial.
Banyak orang menilai video tersebut merusak reputasi positif game Stellar Blade.
Pembelaan CEO Kim Hyung-Tae dan Isu Efisiensi
CEO Shift Up Kim Hyung-Tae membela kebijakan penggunaan teknologi AI dalam studio.
Hyung-Tae menilai AI membantu pengembang kecil menyaingi studio raksasa asal Amerika Serikat dan China.
Ia menegaskan bahwa satu pekerja dapat menyelesaikan tugas seratus orang menggunakan bantuan AI.
Ia juga menjamin bahwa penggunaan AI tidak memicu pemutusan hubungan kerja karyawan.
Namun para penggemar tetap menolak alasan efisiensi tersebut.
Pemain mendesak pengembang memberikan bonus kepada tim seniman ketimbang mengandalkan AI.
Perdebatan Desain Evie dan Isu AI Industri
Shift Up sebelumnya mengenalkan karakter Evie dalam pergelaran Summer Game Fest.
Evie mengusung gaya bertarung tinju yang berbeda dari karakter Eve pada game pertama.
Hyung-Tae menegaskan bahwa Evie membawa kepribadian kuat dan tangguh dalam pertempuran.
Kini penggunaan AI di industri game terus memicu perdebatan sengit.
Beberapa perusahaan raksasa seperti EA dan Square Enix gencar mengadopsi teknologi AI.
Sebaliknya para penggemar menuntut pengembang menjaga keaslian seni dalam pembuatan game.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













