Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 September 2026 - 17:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Produksi sawit Kalimantan diproyeksi anjlok hingga 15% pada Q4 akibat kemarau panjang dan karhutla. Simak data kerusakan lahan dan estimasi GAPKI. Dok: Istimewa.

Produksi sawit Kalimantan diproyeksi anjlok hingga 15% pada Q4 akibat kemarau panjang dan karhutla. Simak data kerusakan lahan dan estimasi GAPKI. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, JAKARTA — Produksi kelapa sawit di wilayah Kalimantan diproyeksikan anjlok hingga 15 persen pada kuartal keempat. Ancaman penurunan ini terjadi akibat cuaca kering berkepanjangan serta kebakaran hutan dan lahan yang marak.

Proyeksi Penurunan Produksi dan Dampak El Nino

Analis komoditas pertanian StoneX Cheang Kang Wei menyampaikan proyeksi tersebut kepada Reuters pada Rabu. Pihaknya mencatat penurunan produksi sebesar 11 hingga 12 persen telah terjadi pada Agustus lalu.

Cheang memprediksi penurunan produksi akan berlanjut pada periode Oktober hingga Desember mendatang. Kondisi kekeringan parah terutama melanda kawasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Fenomena El Nino memperburuk bencana karhutla terparah di Indonesia dalam 11 tahun terakhir.

Kontribusi Wilayah Kalimantan dan Kerusakan Lahan

Wilayah Kalimantan menyumbang lebih dari sepertiga dari total produksi minyak kelapa sawit nasional. Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat masing-masing menyumbang 13 persen dan 14 persen produksi.

Gabungan tiga provinsi utama Kalimantan menguasai sekitar 36 persen dari seluruh produksi sawit nasional. Data pemerintah mencatat karhutla membakar sekitar 202.000 hektar lahan pada Januari hingga Juli. Selain itu, lembaga YKAN mengestimasi kerusakan lahan mencapai 600.000 hektar sepanjang Agustus saja.

Baca Juga :  Prediksi Cuaca Indonesia Hari Ini, Jakarta hingga Bandung Berpotensi Hujan Ringan

Pemulihan Tanaman Sawit dan Revisi Target GAPKI

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono menegaskan dampak kebakaran akan membebani produksi sawit nasional. Tanaman sawit yang terdampak api membutuhkan waktu sekitar tiga tahun untuk pulih kembali.

Oleh karena itu, GAPKI memangkas estimasi produksi minyak sawit tahun 2026 sebesar 2,9 persen. Namun, total produksi tahunan diproyeksikan tetap tumbuh berkat beroperasinya perkebunan baru di beberapa wilayah. Dengan demikian, industri sawit nasional fokus menangani pemulihan pasokan jangka panjang.

Penulis : Nazwa Salsabila

Editor : Nazwa Salsabila

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapal Induk Garibaldi Tiba, TNI AL Siapkan Satuan Baru dan Pangkalan di Lampung
KPK Geledah Kantor Summarecon, Bongkar Jejak Dugaan Suap HGB Bogor
Kortastipidkor Usut Tanah Negara Rp4,8 Triliun di Bali, 9 Saksi Diperiksa
Kapal Induk Pertama RI KRI Sriwijaya Tiba, Eks Giuseppe Garibaldi Dikawal 2 Fregat
Tiga Ruang Dirjen ATR/BPN Digeledah KPK, Dokumen dan BBE Disita
Posko SAR Arupadhatu 1 Ditutup, 5 Jurnalis dan 3 Awak Masih Hilang
Perdagangan Indonesia-Inggris Capai USD2,66 Miliar, CEPA Dikebut
Kapal Virgo Transport 8 Makin Dalam, Basarnas Gandeng Ahli Hong Kong dan AS

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:20 WIB

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 September 2026 - 15:46 WIB

Kapal Induk Garibaldi Tiba, TNI AL Siapkan Satuan Baru dan Pangkalan di Lampung

Jumat, 18 September 2026 - 13:11 WIB

KPK Geledah Kantor Summarecon, Bongkar Jejak Dugaan Suap HGB Bogor

Jumat, 18 September 2026 - 10:26 WIB

Kortastipidkor Usut Tanah Negara Rp4,8 Triliun di Bali, 9 Saksi Diperiksa

Jumat, 18 September 2026 - 07:42 WIB

Kapal Induk Pertama RI KRI Sriwijaya Tiba, Eks Giuseppe Garibaldi Dikawal 2 Fregat

Berita Terbaru

Produksi sawit Kalimantan diproyeksi anjlok hingga 15% pada Q4 akibat kemarau panjang dan karhutla. Simak data kerusakan lahan dan estimasi GAPKI. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:20 WIB

Ilustrasi, CEO Meta Mark Zuckerberg menolak desakan penghentian pengembangan AI. Simak rincian argumen insentif pasar dan evaluasi independen. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

CEO Meta Mark Zuckerberg Tolak Desakan Penghentian AI

Jumat, 18 Sep 2026 - 15:15 WIB