POSNEWS.CO.ID, JAKARTA — Produksi kelapa sawit di wilayah Kalimantan diproyeksikan anjlok hingga 15 persen pada kuartal keempat. Ancaman penurunan ini terjadi akibat cuaca kering berkepanjangan serta kebakaran hutan dan lahan yang marak.
Proyeksi Penurunan Produksi dan Dampak El Nino
Analis komoditas pertanian StoneX Cheang Kang Wei menyampaikan proyeksi tersebut kepada Reuters pada Rabu. Pihaknya mencatat penurunan produksi sebesar 11 hingga 12 persen telah terjadi pada Agustus lalu.
Cheang memprediksi penurunan produksi akan berlanjut pada periode Oktober hingga Desember mendatang. Kondisi kekeringan parah terutama melanda kawasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Fenomena El Nino memperburuk bencana karhutla terparah di Indonesia dalam 11 tahun terakhir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kontribusi Wilayah Kalimantan dan Kerusakan Lahan
Wilayah Kalimantan menyumbang lebih dari sepertiga dari total produksi minyak kelapa sawit nasional. Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat masing-masing menyumbang 13 persen dan 14 persen produksi.
Gabungan tiga provinsi utama Kalimantan menguasai sekitar 36 persen dari seluruh produksi sawit nasional. Data pemerintah mencatat karhutla membakar sekitar 202.000 hektar lahan pada Januari hingga Juli. Selain itu, lembaga YKAN mengestimasi kerusakan lahan mencapai 600.000 hektar sepanjang Agustus saja.
Pemulihan Tanaman Sawit dan Revisi Target GAPKI
Ketua Umum GAPKI Eddy Martono menegaskan dampak kebakaran akan membebani produksi sawit nasional. Tanaman sawit yang terdampak api membutuhkan waktu sekitar tiga tahun untuk pulih kembali.
Oleh karena itu, GAPKI memangkas estimasi produksi minyak sawit tahun 2026 sebesar 2,9 persen. Namun, total produksi tahunan diproyeksikan tetap tumbuh berkat beroperasinya perkebunan baru di beberapa wilayah. Dengan demikian, industri sawit nasional fokus menangani pemulihan pasokan jangka panjang.
Penulis : Nazwa Salsabila
Editor : Nazwa Salsabila













