WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Capital One menyerahkan dokumen resmi ke pengadilan akhir pekan lalu. Bank tersebut membeberkan alasan penutupan ratusan rekening Donald Trump pada 2021. Selain itu, tim penegak hukum bank menemukan indikasi transaksi pencucian uang.
Sementara itu, pihak bank membantah tuduhan penutupan rekening atas alasan politik. Lembaga keuangan tersebut menegaskan keputusan berdasar pada analisis risiko internal. Oleh karena itu, Capital One meminta hakim membatalkan seluruh gugatan hukum Trump.
Trump Layangkan Gugatan Miliaran Dolar ke Bank Besar
Presiden Donald Trump melayangkan gugatan terhadap Capital One dan JPMorgan Chase. Trump mengklaim kedua lembaga keuangan tersebut merugikan bisnis keluarganya. Selain itu, politisi Republik tersebut menuntut ganti rugi sebesar 5 miliar dolar AS.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, JPMorgan Chase menegaskan penutupan rekening mengacu pada aturan hukum. Bank berhak menghentikan layanan demi menghindari risiko regulasi. Selanjutnya, tim hukum Trump terus menekan perbankan melalui jalur pengadilan.
Kebijakan Regulasi Perbankan dan Fenomena Debanking
Kalangan konservatif kerap mengritik praktik debanking oleh perbankan besar. Mereka menilai bank secara sepihak memutus akses jasa keuangan. Akibatnya, pemerintah mengeluarkan Perintah Eksekutif pada Agustus 2025 lalu.
Selanjutnya, aturan baru tersebut melarang pengawasan ketat terhadap pilihan nasabah bank. Meskipun demikian, Capital One menegaskan prosedur penutupan rekening telah berjalan sesuai regulasi. Lembaga tersebut bahkan memberikan waktu bagi Trump untuk memindahkan dana.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













