Mediasi Diplomatik Dan Penurunan Harga Minyak
DOHA, POSNEWS.CO.ID – Mediator Qatar mencatat kemajuan signifikan dalam negosiasi krisis Selat Hormuz. Pernyataan resmi Qatar langsung menekan harga minyak mentah di pasar global. Selanjutnya, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani menghubungi Donald Trump. Kedua pemimpin membahas upaya meredakan ketegangan militer di kawasan Timur Tengah. Namun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menolak klaim perundingan langsung. Ia menegaskan Iran hanya berunding dengan Oman terkait jalur pelayaran.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menunjukkan optimisme tinggi. Ia melihat peluang besar bagi pembukaan kembali Selat Hormuz. Selain itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memproyeksikan kesepakatan muncul segera. Akibatnya, para pelaku pasar keuangan menyambut positif sinyal diplomatik tersebut.
Risiko Pelayaran Dan Krisis Amunisi AS
Perang selama lima bulan mulai menguras stok rudal jarak jauh militer AS. Oleh karena itu, para pengamat meragukan ketahanan kampanye militer Washington. Sementara itu, ancaman keamanan masih mengintai kapal kargo di Selat Hormuz. Sebuah proyektil tidak dikenal menghantam kapal kargo kering di lepas pantai Oman. Kemudian, serangan lain menenggelamkan kapal berbendera India di dekat perairan Yaman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selanjutnya, kelompok Houthi Yaman memperketat blokade laut terhadap Arab Saudi. Tindakan tersebut semakin mengancam rute ekspor energi ke pasar internasional. Namun, mediator dari Pakistan dan Qatar terus memfasilitasi komunikasi antarpihak. Pemerintah Qatar berharap perundingan ini segera mengakhiri konflik bersenjata.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













