PWI-LS Desak Pemprov DKI Kaji Ulang Status Cagar Budaya Makam Mbah Priok

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PWI-LS menyerahkan nota keberatan terkait Makam Mbah Priok kepada Pemerintah Kota Jakarta Utara di Kantor Wali Kota Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Posnews/MR)

PWI-LS menyerahkan nota keberatan terkait Makam Mbah Priok kepada Pemerintah Kota Jakarta Utara di Kantor Wali Kota Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Posnews/MR)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Tokoh masyarakat, ulama, kiai, dan akademisi yang tergabung dalam Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI-LS) menyerahkan dokumen dan nota keberatan terkait Makam Mbah Priok ke Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Tanjung Priok, Rabu (5/8/2026).

Kepala Bagian Umum Pemerintah Kota Jakarta Utara menerima dokumen tersebut untuk diteruskan kepada Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat.

Nota keberatan itu memuat sanggahan terhadap narasi asal-usul nama Tanjung Priok, klaim sejarah Makam Mbah Priok, dan penetapan situs tersebut sebagai cagar budaya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

PWI-LS menegaskan bahwa langkah ini bertujuan meluruskan sejarah dan menguji kembali status cagar budaya yang mereka nilai tidak memenuhi ketentuan hukum maupun kaidah akademik.

Baca Juga :  Dua SMK IDN Boarding School di Bogor Ilegal, Satu Berizin Tapi Cacat Hukum

Ketua PWI-LS KH Miftahul Falah menyatakan pihaknya menemukan dugaan pembelokan sejarah yang melibatkan birokrasi dan pihak tertentu.

“Kami datang untuk meluruskan sejarah Mbah Priok. Kami menilai ada pembelokan dan penyesatan sejarah yang dilakukan secara terstruktur,” kata KH Miftahul Falah.

Selain itu, PWI-LS mendesak Pemprov DKI Jakarta mengkaji ulang dan mencabut status cagar budaya Makam Mbah Priok serta memberikan edukasi sejarah yang benar kepada masyarakat.

Tokoh masyarakat Handoko Hartono juga meminta Pemprov DKI Jakarta bersikap tegas dan terbuka dalam menyampaikan informasi sejarah agar tidak memicu gesekan sosial di masa depan.

Baca Juga :  Terbongkar! Bos & Manajer Klub Malam White Rabbit Ditangkap, Peredaran Narkoba Terstruktur

Dalam nota tersebut, PWI-LS mengajukan tiga poin utama.

Pertama, mereka menolak klaim bahwa nama Tanjung Priok berasal dari periuk milik Mbah Priok dan menyebut nama kawasan itu sudah ada jauh sebelum kedatangan Habib Hasan Al-Haddad.

Kedua, mereka mempertanyakan keaslian lokasi makam berdasarkan arsip kolonial, dokumen pelabuhan, dan data pertanahan.

Ketiga, mereka menilai penetapan cagar budaya harus memenuhi syarat UU Nomor 11 Tahun 2010 serta melalui kajian Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).

Karena itu, PWI-LS menuntut audit sejarah independen, penghentian narasi menyesatkan, serta penegakan hukum di kawasan Makam Mbah Priok. MR

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jakarta Mulai Masuk Musim Hujan Oktober, BMKG Ungkap Puncaknya
Pilkades Kabupaten Bekasi 2026 Hari Ini, 12.261 Personel Dikerahkan, 121 TPS Rawan
Cuaca Jabodetabek 20 September, Waspada Hujan dan Petir
Pilkades Bekasi Tinggal Hitungan Jam, MUI: Beda Pilihan Jangan Bermusuhan
Jangan Lupa Payung, Hujan Berpotensi Guyur Jabodetabek Sabtu Ini
Pilkades Serentak Bekasi 20 September, 154 Desa Dijaga Ketat Polisi
Jumat 18 September, Hujan Ringan Berpeluang Guyur Jakarta hingga Tangerang
Dugaan Pungli Rp10 Ribu di Kalijodo Viral, Pramono Minta Renovasi Total

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 15:50 WIB

Jakarta Mulai Masuk Musim Hujan Oktober, BMKG Ungkap Puncaknya

Minggu, 20 September 2026 - 08:04 WIB

Pilkades Kabupaten Bekasi 2026 Hari Ini, 12.261 Personel Dikerahkan, 121 TPS Rawan

Minggu, 20 September 2026 - 07:09 WIB

Cuaca Jabodetabek 20 September, Waspada Hujan dan Petir

Sabtu, 19 September 2026 - 13:40 WIB

Pilkades Bekasi Tinggal Hitungan Jam, MUI: Beda Pilihan Jangan Bermusuhan

Sabtu, 19 September 2026 - 05:34 WIB

Jangan Lupa Payung, Hujan Berpotensi Guyur Jabodetabek Sabtu Ini

Berita Terbaru

Ilustrasi, Ketegangan di Semenanjung Korea. Korea Utara kembali meluncurkan rudal balistik dari pangkalan kapal selam Sinpo, bertepatan dengan laporan IAEA mengenai peningkatan serius fasilitas pengayaan uranium rezim Kim Jong Un tahun 2026.  Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik ke Arah Laut Jepang

Minggu, 20 Sep 2026 - 18:42 WIB

Ilustrasi, musim hujan Jakarta diprediksi BMKG mulai Oktober 2026 dan mencapai puncak pada Januari-Februari 2027.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Jakarta Mulai Masuk Musim Hujan Oktober, BMKG Ungkap Puncaknya

Minggu, 20 Sep 2026 - 15:50 WIB