Polda Sulsel Tetapkan 29 Tersangka Kasus Pembakaran Gedung DPRD Sulsel dan DPRD Makassar

Jumat, 5 September 2025 - 09:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polda Sulawesi Selatan mengamankan barang bukti dari lokasi pembakaran Gedung DPRD Sulsel dan DPRD Makassar. (Dok-Istimewa)

Polda Sulawesi Selatan mengamankan barang bukti dari lokasi pembakaran Gedung DPRD Sulsel dan DPRD Makassar. (Dok-Istimewa)

MAKASSAR, POSNEWS.CO.ID – Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) mengumumkan perkembangan terbaru kasus pembakaran Gedung DPRD Provinsi Sulsel dan DPRD Kota Makassar, Kamis (4/9/2025).

Jumlah tersangka meningkat dari 11 menjadi 29 orang, terdiri atas 14 tersangka di DPRD Sulsel dan 15 tersangka di DPRD Makassar.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Didik Supranoto, menegaskan polisi sudah mengamankan 29 tersangka. “Polda Sulawesi Selatan telah menetapkan dan menahan 29 orang sebagai tersangka,” ujarnya, Jumat (5/9/2025).

Menurut Didik, penanganan perkara dibagi dua. Ditreskrimum Polda Sulsel menangani kasus pembakaran Gedung DPRD Sulsel, sedangkan Polrestabes Makassar menangani kasus Gedung DPRD Makassar.

Dari total tersangka, 14 orang di DPRD Sulsel terdiri atas 13 dewasa dan 1 anak di bawah umur, sementara 15 orang di DPRD Makassar terdiri atas 10 dewasa dan 5 anak di bawah umur.

Baca Juga :  Langit Gaza Dihujani Bantuan! TNI Kirim 17,8 Ton di Hari Kemerdekaan RI

Sebagai informasi, aksi pembakaran Gedung DPRD Makassar di Jalan Andi Pangerang Pettarani pada Jumat malam (29/8/2025) menimbulkan korban jiwa. Sebanyak tiga orang tewas dan lima lainnya luka-luka.

Selain itu, 67 mobil dan 15 sepeda motor di sekitar lokasi ikut terbakar, menurut catatan BPBD Makassar.

Beberapa jam kemudian, massa tak dikenal kembali membakar Gedung DPRD Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia
Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia
Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang
Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik
Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel
WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global
Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Tuntas
Brimob Polda Metro Gagalkan Tawuran dan Balap Liar, Celurit hingga Narkoba Disita

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:17 WIB

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:24 WIB

Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:00 WIB

Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Berita Terbaru

Bara di garis depan. Pasukan Ukraina meluncurkan serangan drone masif terhadap terminal minyak utama Rusia di Novorossiysk, sementara jumlah korban tewas akibat serangan di asrama mahasiswa Starobilsk mencapai 18 jiwa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:17 WIB

Misi merajut kembali aliansi. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengunjungi India untuk memulihkan hubungan yang sempat retak akibat sengketa tarif dan perbedaan pandangan strategis terkait kawasan Asia Selatan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Sanksi diplomatik Paris. Pemerintah Prancis resmi melarang Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memasuki wilayahnya sebagai respons atas sikap kontroversialnya terhadap aktivis bantuan Gaza. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB