Pemerintah Thailand Janji Perketat Kontrol Senjata Api

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Thailand berjanji memperketat kontrol senjata api usai dua penembakan mematikan dekat Bangkok. Dok: Istimewa.

Pemerintah Thailand berjanji memperketat kontrol senjata api usai dua penembakan mematikan dekat Bangkok. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, BANGKOK — Pemerintah Thailand berjanji memperketat kontrol senjata api pada Rabu. Langkah ini menyusul dua penembakan mematikan dekat Bangkok dalam waktu kurang dari sepekan.

Akibatnya, kedua insiden tersebut kembali memicu tekanan bagi otoritas untuk menekan kekerasan bersenjata. Padahal, Thailand memiliki aturan kepemilikan senjata yang relatif ketat dibanding negara lain.

Meski begitu, negara ini tetap tercatat memiliki salah satu tingkat kepemilikan senjata tertinggi di Asia. Selain itu, kedua penembakan terbaru yang terjadi di Provinsi Nonthaburi, wilayah barat laut Bangkok, turut memperkuat desakan penegakan hukum yang lebih tegas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua Insiden Penembakan dalam Sepekan

Seorang siswa melepaskan tembakan di sekolah menengah dan rumah keluarganya pada Jumat lalu. Akibatnya, insiden ini menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai lebih dari 20 orang lainnya.

Menurut polisi, pelaku tampaknya mengakhiri hidupnya sendiri setelah insiden tersebut.

Tiga hari kemudian, polisi menangkap seorang mantan anggota legislatif usai penembakan di kantor pemerintah. Insiden kedua ini menewaskan satu orang dan melukai satu orang lainnya.

Baca Juga :  Kadal hingga Tokek, Masa Depan Teknologi Ada di Hutan

Janji Pemerintah Perketat Regulasi Senjata

Juru bicara pemerintah, Lalida Persvivatana, menyatakan pada Rabu bahwa pemerintah tengah berupaya memperkuat regulasi senjata api. Selain itu, pemerintah juga menindak peredaran senjata ilegal serta meningkatkan kesadaran soal tanggung jawab dan batasan kepemilikan senjata.

Menurutnya, tujuan akhir kebijakan ini adalah mengurangi keberadaan senjata dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Dengan begitu, Lalida menilai langkah ini penting demi menciptakan masyarakat Thailand yang lebih aman.

PM Anutin Perintahkan Peninjauan Mendesak

Perdana Menteri Anutin Charnvirakul memerintahkan peninjauan mendesak terhadap regulasi senjata pada Selasa. Perintah ini termasuk penangguhan izin baru untuk membeli senjata api dan peninjauan ulang izin yang sudah ada.

Selain itu, ia juga menginstruksikan Kementerian Dalam Negeri untuk mengusulkan amandemen undang-undang kontrol senjata dalam 60 hari. Pemerintah berharap perubahan ini memperkuat pengumpulan data senjata api, memperketat kontrol perdagangan senjata, dan meningkatkan hukuman bagi pelanggar.

Hukuman dan Celah Penegakan Hukum

Hukuman untuk kepemilikan senjata api ilegal di Thailand berkisar antara satu hingga sepuluh tahun penjara. Selain itu, pelaku juga dapat menerima denda hingga 20.000 baht atau sekitar USD 600.

Baca Juga :  Penembakan Massal di In-N-Out Idaho: Pelaku Tewas

Meski aturan perizinan tergolong ketat, sejumlah kritikus menilai penegakannya masih lemah.

Tingkat Kepemilikan Senjata Tertinggi di Asia

Thailand memiliki salah satu tingkat kepemilikan senjata tertinggi di Asia, hanya kalah dari Pakistan. Bahkan, angka ini jauh melampaui negara-negara tetangga di Asia Tenggara.

Small Arms Survey dan GunPolicy.org mengumpulkan data pada 2017 yang menunjukkan warga sipil Thailand memiliki sekitar 15 pucuk senjata per 100 orang. Sebagai perbandingan, Malaysia hanya mencatat kurang dari satu pucuk senjata per 100 orang.

Sementara itu, World Population Review mencatat Thailand memiliki 3,49 kematian akibat senjata api per 100.000 penduduk berdasarkan data 2023. Angka ini jauh di bawah sejumlah wilayah Amerika Latin dan Karibia, namun relatif tinggi untuk kawasan Asia.

Hanya Filipina yang mencatat angka lebih tinggi di Asia Tenggara. Meski penembakan massal masih tergolong jarang di Thailand, negara ini mengalami peningkatan insiden kekerasan bersenjata yang mencolok dalam beberapa tahun terakhir.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menlu Jepang Toshimitsu Motegi Desak Iran Jamin Keamanan
Otoritas Bangkok Tetapkan Status Bencana di 50 Distrik
Polisi Afrika Selatan Temukan Jenazah Wanita Ke-10 di Ekurhuleni
Warga Madrid Gelar Demonstrasi Tuntut Reformasi Perumahan
Ledakan Gas Ambrukkan Bangunan di Athena, Tewaskan 6 Orang
Kolombia Ekstradisi Gembong Narkoba Geovany Andres Rojas
Donald Trump Tolak Iran Terkait Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Paus Leo XIV Pimpin Misa Terbuka di Champs-Élysées Paris

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:50 WIB

Menlu Jepang Toshimitsu Motegi Desak Iran Jamin Keamanan

Minggu, 27 September 2026 - 23:00 WIB

Otoritas Bangkok Tetapkan Status Bencana di 50 Distrik

Minggu, 27 September 2026 - 22:00 WIB

Polisi Afrika Selatan Temukan Jenazah Wanita Ke-10 di Ekurhuleni

Minggu, 27 September 2026 - 21:30 WIB

Warga Madrid Gelar Demonstrasi Tuntut Reformasi Perumahan

Minggu, 27 September 2026 - 21:00 WIB

Ledakan Gas Ambrukkan Bangunan di Athena, Tewaskan 6 Orang

Berita Terbaru

Emulator SharpEmu berhasil menjalankan 6 game PS5 pada 60 FPS. Simak pembaruan shader SPIR-V, dukungan Vulkan, dan analisis teknisnya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Emulator SharpEmu Berhasil Jalankan Enam Game PS5

Jumat, 2 Okt 2026 - 16:46 WIB

Turtle Beach merilis pengontrol nirkabel bertema Animal Crossing untuk Nintendo Switch 2. Simak fitur RGB, daya tahan baterai, dan harganya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Turtle Beach Merilis Aksesori Pengontrol Animal Crossing

Jumat, 2 Okt 2026 - 15:39 WIB

Razer meluncurkan keycap koleksi Hello Kitty and Friends berkonsep blind box. Simak varian Sanrio, edisi langka chrome, dan harga resminya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Razer Meluncurkan Keycap Koleksi Hello Kitty and Friends

Jumat, 2 Okt 2026 - 14:29 WIB