Iran Tegaskan Selat Hormuz Tutup Selama AS Tak Penuhi Syarat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Iran menegaskan Selat Hormuz akan tetap tertutup selama Amerika Serikat belum mengubah sikap dan memenuhi syaratnya. Dok: Istimewa.

Iran menegaskan Selat Hormuz akan tetap tertutup selama Amerika Serikat belum mengubah sikap dan memenuhi syaratnya. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, TEHERAN — Selat Hormuz akan tetap tertutup selama Amerika Serikat belum mengubah sikap. Sekretaris baru Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyampaikan hal ini pada Selasa.

Menurutnya, AS juga harus menerima syarat-syarat Iran untuk mengakhiri perang. Pernyataan ini menjadi indikasi terkuat sejauh ini bahwa kesepakatan dengan Oman soal jalur pelayaran tersebut tidak akan langsung membuka kembali Selat Hormuz.

Selat ini baru akan terbuka jika AS turut mematuhi komitmennya dalam nota kesepahaman. Washington dan Teheran sebelumnya menyepakati nota tersebut pada Juni lalu untuk mengakhiri konflik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Syarat Iran untuk Membuka Kembali Selat Hormuz

Mohsen Rezaei, sekutu dekat Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei, menyampaikan pernyataan ini kepada kantor berita semi-resmi Tasnim. Ia menegaskan Selat Hormuz tidak akan terbuka selama AS belum mengubah perilaku dan menerima syarat Iran.

Rezaei menuntut AS mengakhiri perang dan mengembalikan aset Iran yang AS bekukan. Ia juga menuntut perang berakhir di seluruh kawasan, termasuk di Lebanon dan Gaza.

Rezaei menjelaskan bahwa kesepakatan antara Iran dan Oman soal jalur transit lewat Selat Hormuz akan menjadi hal terpisah. Kesepakatan itu tidak otomatis berarti penutupan selat berakhir.

Trump Tuntut Kompensasi dari Iran

Rezaei mendapat jabatan sebagai orang kedua di lembaga yang mengoordinasikan keamanan dan kebijakan luar negeri Iran pada Minggu lalu. Ia menyebut mediator sudah menyampaikan syarat-syarat Iran ke AS.

Mohammad Mokhber, penasihat Khamenei, turut menyampaikan pernyataan di platform X pada Selasa. Ia menegaskan hukuman bagi pihak agresor akan terus berlanjut. Iran juga tidak akan membuka Selat Hormuz sampai AS memenuhi syaratnya.

Baca Juga :  Diplomasi di Bawah Bayang-Bayang Kapal Induk: AS-Iran Bersiap untuk Perundingan Jenewa

Harga minyak berjangka melanjutkan kenaikannya akibat kekhawatiran soal nasib selat tersebut.

Washington belum memberikan komentar langsung atas pernyataan terbaru Iran ini. Namun, Presiden Donald Trump sebelumnya sudah mengajukan tuntutan baru.

Trump menuntut Iran membayar kompensasi untuk korban jiwa akibat perang, serangan, dan aksi protes. Ia juga menuduh Teheran sebagai negosiator yang licik.

Trump menyampaikan tuntutan ini di Gedung Putih pada Senin. Ia menegaskan AS akan meminta ganti rugi atas kerusakan yang terjadi selama periode 50 tahun terakhir.

Dalam sebuah wawancara yang tayang Senin malam, Trump menjelaskan sejumlah opsi yang ia pertimbangkan dalam perang ini. Salah satunya membiarkan Teheran gagal secara ekonomi, sementara opsi lain adalah menyerang mereka dengan sangat keras.

Trump menyebut dirinya tengah bernegosiasi dalam wawancara telepon bersama Real America’s Voice. Ia kembali menegaskan bahwa pihak Iran adalah negosiator yang sangat licik.

Trump selama ini kerap berganti sikap antara ancaman eskalasi dan klaim bahwa kesepakatan damai sudah dekat.

Pakistan Sempat Sampaikan Optimisme

Sebelum retorika kembali memanas, Pakistan sempat menyampaikan optimisme soal kemajuan negosiasi. Pakistan bersama Qatar merupakan mediator utama dalam konflik ini.

Kedua negara sempat menyampaikan harapan bahwa kedua pihak mendekati kesepakatan. Kesepakatan itu berpotensi membuka kembali jalur pelayaran vital yang dulu mengalirkan seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia sebelum perang.

Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, menyampaikan hal ini dalam wawancara bersama Bloomberg News. Ia menyebut sinyal dalam dua hingga tiga hari terakhir menunjukkan kedua pihak mendekati semacam kesepakatan.

Ribuan Korban Jiwa Sejak Konflik Meletus

Ribuan orang tewas dalam konflik ini, sebagian besar di Iran dan Lebanon. Korban jiwa terus bertambah sejak AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari.

Baca Juga :  Armada AS Kepung Iran, Komandan IRGC: Jari Kami Sudah di Pelatuk

Iran membalas dengan menyerang aset dan infrastruktur AS di sejumlah negara. Negara-negara tersebut meliputi Oman, Yordania, Kuwait, Israel, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.

Serangan Baru terhadap Kapal di Teluk Oman

Retorika dari kedua pihak semakin memanas seiring munculnya laporan serangan baru terhadap kapal. Serangan ini terjadi di Teluk Oman dan Laut Merah, memperlihatkan ancaman nyata terhadap perdagangan maritim.

Empat awak kapal tewas dalam dugaan serangan kelompok Houthi Yaman yang mendapat dukungan Iran. Serangan ini menargetkan kapal kargo kecil di Selat Bab el-Mandeb pada Selasa, menurut Kementerian Transportasi Yaman.

Korban jiwa di kapal Tihamah milik Mesir ini, jika terkonfirmasi, akan menjadi kematian pertama akibat serangan Houthi terhadap kapal sejak perang Iran pecah. Kelompok Houthi sendiri belum mengklaim serangan tersebut.

Sebuah kapal kontainer juga terkena rudal di lepas pantai Pakistan. Insiden ini terjadi saat kapal berlayar melintasi Teluk Oman dalam dugaan serangan AS, menurut sejumlah sumber.

The Wall Street Journal melaporkan bahwa seorang pejabat AS menyebut helikopter militer AS menembak kapal tersebut. Awak kapal sebelumnya mengabaikan peringatan dari personel yang menegakkan blokade laut terhadap pelabuhan Iran.

AS pertama kali mengumumkan blokade kapal menuju pelabuhan Iran pada April lalu. Mereka kembali memberlakukan blokade ini pada Juli setelah kesepakatan damai Juni runtuh.

Kelompok Houthi menyatakan embargo maritim terhadap Arab Saudi di Laut Merah pada 20 Juli. Mereka menyebut langkah ini sebagai respons atas apa yang mereka sebut sebagai pengepungan oleh Saudi. Riyadh sendiri membantah bahwa Yaman sedang berada dalam pengepungan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Otoritas Bangkok Tetapkan Status Bencana di 50 Distrik
Polisi Afrika Selatan Temukan Jenazah Wanita Ke-10 di Ekurhuleni
Warga Madrid Gelar Demonstrasi Tuntut Reformasi Perumahan
Ledakan Gas Ambrukkan Bangunan di Athena, Tewaskan 6 Orang
Kolombia Ekstradisi Gembong Narkoba Geovany Andres Rojas
Donald Trump Tolak Iran Terkait Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Paus Leo XIV Pimpin Misa Terbuka di Champs-Élysées Paris
Penembakan Massal di Afrika Selatan Menewaskan 27 Orang

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 23:00 WIB

Otoritas Bangkok Tetapkan Status Bencana di 50 Distrik

Minggu, 27 September 2026 - 22:00 WIB

Polisi Afrika Selatan Temukan Jenazah Wanita Ke-10 di Ekurhuleni

Minggu, 27 September 2026 - 21:30 WIB

Warga Madrid Gelar Demonstrasi Tuntut Reformasi Perumahan

Minggu, 27 September 2026 - 21:00 WIB

Ledakan Gas Ambrukkan Bangunan di Athena, Tewaskan 6 Orang

Minggu, 27 September 2026 - 20:30 WIB

Kolombia Ekstradisi Gembong Narkoba Geovany Andres Rojas

Berita Terbaru

Otoritas Bangkok menetapkan status bencana di seluruh 50 distrik akibat banjir parah. Simak laporan curah hujan ekstrem dan imbauan gubernur. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Otoritas Bangkok Tetapkan Status Bencana di 50 Distrik

Minggu, 27 Sep 2026 - 23:00 WIB

Ilustrasi, Kepolisian Afrika Selatan menemukan jenazah wanita kesepuluh di Ekurhuleni. Simak rincian penyelidikan polisi dan data lonjakan kekerasan gender. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Polisi Afrika Selatan Temukan Jenazah Wanita Ke-10 di Ekurhuleni

Minggu, 27 Sep 2026 - 22:00 WIB

Ribuan warga Madrid menggelar demonstrasi krisis perumahan usai penggusuran lansia 87 tahun. Simak rincian tuntutan penyewa dan data krisis properti Spanyol. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Warga Madrid Gelar Demonstrasi Tuntut Reformasi Perumahan

Minggu, 27 Sep 2026 - 21:30 WIB

Ledakan gas ambrukkan bangunan di kawasan Plaka Athena dan menewaskan enam orang termasuk empat warga AS. Simak rincian evakuasi dan investigasinya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ledakan Gas Ambrukkan Bangunan di Athena, Tewaskan 6 Orang

Minggu, 27 Sep 2026 - 21:00 WIB

Kolombia mengekstradisi gembong narkoba Geovany Andres Rojas ke AS. Simak rincian pergeseran kebijakan keamanan Presiden Abelardo de la Espriella. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kolombia Ekstradisi Gembong Narkoba Geovany Andres Rojas

Minggu, 27 Sep 2026 - 20:30 WIB