2,4 Juta Anak Perempuan Afghanistan Kehilangan Pendidikan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BB melaporkan sekitar 2,4 juta anak perempuan Afghanistan kehilangan akses pendidikan menengah sejak Taliban kembali berkuasa pada 2021. Dok: Istimewa.

BB melaporkan sekitar 2,4 juta anak perempuan Afghanistan kehilangan akses pendidikan menengah sejak Taliban kembali berkuasa pada 2021. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, KABUL — Sekitar 2,4 juta anak perempuan Afghanistan kehilangan akses pendidikan menengah sejak Taliban kembali berkuasa pada 2021. Perserikatan Bangsa-Bangsa mengungkap data ini pada Selasa sambil mendesak penghentian “diskriminasi” tersebut.

Pembatasan Taliban Terhadap Perempuan

Pemerintahan Taliban hanya Rusia akui secara resmi hingga saat ini. Rezim tersebut menerapkan serangkaian pembatasan terhadap perempuan yang PBB kategorikan sebagai “apartheid gender”.

Anak perempuan tidak diizinkan melanjutkan pendidikan di atas sekolah dasar. Otoritas Taliban membenarkan kebijakan ini berdasarkan interpretasi mereka atas hukum Islam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Angka Terus Meningkat Setiap Tahun

UNESCO mendesak pemulihan segera hak pendidikan anak perempuan Afghanistan. Badan PBB ini turut mengecam berbagai bentuk diskriminasi terhadap perempuan dan anak perempuan di negara tersebut.

Rentetan Pembatasan Sejak 2021

Pemerintahan Taliban sempat menjanjikan pemerintahan yang lebih lunak setelah merebut kembali kekuasaan pada Agustus 2021. Namun, rezim ini justru menerapkan pembatasan luas terhadap perempuan, termasuk larangan masuk universitas, taman umum, pusat kebugaran, dan salon kecantikan.

Larangan bagi anak perempuan mengakses sekolah menengah mulai berlaku sejak Maret 2022. Universitas kemudian menutup akses bagi perempuan muda pada akhir tahun yang sama.

UNESCO menyebut pembatasan ini membalikkan dua dekade kemajuan perluasan akses pendidikan. Akses sekolah bagi anak perempuan sangat terbatas pada 2001, namun hampir satu juta anak perempuan justru terdaftar di pendidikan menengah pada 2021, sebelum kebijakan Taliban berlaku.

Hak Dasar yang Terenggut

Larangan sekolah ini turut membawa dampak ekonomi signifikan. UNESCO memperkirakan pembatasan terhadap perempuan dan anak perempuan akan menelan kerugian hingga 9,6 miliar dolar AS bagi Afghanistan pada 2066.

Krisis Pendidikan yang Lebih Luas

Sektor pendidikan Afghanistan secara keseluruhan tengah menghadapi krisis. Lebih dari separuh anak usia sekolah dasar sama sekali tidak bersekolah, sementara lebih dari 90 persen anak berusia 10 tahun tidak mampu membaca teks sederhana, menurut UNESCO.

Kurangnya air minum, fasilitas sanitasi, dan pemanas ruangan di sekolah-sekolah memperparah krisis ini. Bencana alam, termasuk gempa bumi yang berulang kali melanda negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir, turut menambah beban sistem pendidikan.

Lebih dari tujuh juta warga Afghanistan telah kembali atau terpaksa dipulangkan ke negara tersebut sejak 2023. Gelombang kepulangan ini menambah tekanan besar terhadap sistem pendidikan yang sudah rapuh, menurut badan PBB tersebut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Count Binface, Kandidat Tong Sampah yang Curi Perhatian
Iran Tegaskan Selat Hormuz Tutup Selama AS Tak Penuhi Syarat
Pemerintah Thailand Janji Perketat Kontrol Senjata Api
Aeon Akui Izinkan Karyawan Masuk Kembali ke Mal Terdampak
Trump Gunakan Pesawat Rahasia Ketiga Saat Tinggalkan Turki
Australia Pertama Kali Tanyakan Orientasi Seksual
Mahkamah Agung Rusia Coret Yabloko dari Pemilu Parlemen
Todd Blanche Resmi Dilantik Jadi Jaksa Agung AS

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Count Binface, Kandidat Tong Sampah yang Curi Perhatian

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Iran Tegaskan Selat Hormuz Tutup Selama AS Tak Penuhi Syarat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Pemerintah Thailand Janji Perketat Kontrol Senjata Api

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Aeon Akui Izinkan Karyawan Masuk Kembali ke Mal Terdampak

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Trump Gunakan Pesawat Rahasia Ketiga Saat Tinggalkan Turki

Berita Terbaru

Valve memperluas dukungan SteamOS ke lebih banyak handheld pihak ketiga seperti MSI, OneXPlayer, dan perangkat berbasis ARM lewat update beta terbaru. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

SteamOS Kini Dukung Lebih Banyak Handheld Pihak Ketiga

Kamis, 13 Agu 2026 - 12:03 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung . (Posnews/Kominfo)

JABODETABEK

HUT ke-81 RI, Warga Jakarta Bakal Disuguhi Pesta Rakyat

Kamis, 13 Agu 2026 - 11:22 WIB

Program promosi Intel Gamer Days membuat harga prosesor Core Ultra 7 270K Plus dan Core Ultra 5 250K Plus turun di bawah MSRP, disertai bonus dua game senilai US$119,98. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Harga Core Ultra 270K Plus dan 250K Plus Turun di Bawah MSRP

Kamis, 13 Agu 2026 - 11:00 WIB

BNN dan Brimob menggerebek Kampung Bahari Jakarta Utara. (Posnews/BNN)

HUKRIM

BNN Gerebek Kampung Bahari, Bos Narkoba MR Ditangkap

Kamis, 13 Agu 2026 - 10:14 WIB