USS George Washington Menuju Timur Tengah di Tengah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal induk USS George Washington mulai bergerak menuju Timur Tengah menggantikan USS Abraham Lincoln. Dok: Istimewa.

Kapal induk USS George Washington mulai bergerak menuju Timur Tengah menggantikan USS Abraham Lincoln. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON — Kapal induk USS George Washington yang berbasis di Pasifik mulai bergerak menuju Timur Tengah. Pergerakan ini terjadi bersamaan dengan munculnya laporan masalah kesehatan mental dan pasokan di atas USS Abraham Lincoln.

Rekor Penugasan Panjang USS Lincoln

USS Lincoln telah mendukung perang AS melawan Iran. Penugasannya mencakup rekor waktu tanpa henti di laut lebih dari 240 hari.

Sejumlah anggota Kongres dari Partai Demokrat kini mendesak akuntabilitas dari Pentagon. Mereka mempertanyakan kondisi di kapal induk tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada Kamis menyebut laporan-laporan tersebut “sepenuhnya disalahartikan”. Penugasan panjang kapal induk selama konflik Iran memicu kekhawatiran soal dampaknya terhadap prajurit yang lama meninggalkan rumah.

Tekanan pada kapal dan peralatannya juga terus meningkat. Meski ketegangan AS-Iran mereda dalam beberapa pekan terakhir, Angkatan Laut kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran di Selat Hormuz. Pemerintahan Trump belum memberikan kejelasan soal rencana mengakhiri perang tersebut.

Perjalanan USS George Washington Menuju Timur Tengah

USS George Washington meninggalkan pelabuhan di Da Nang, Vietnam, pekan lalu, menurut pernyataan Angkatan Laut. Kapal induk ini bergerak bersama sebuah kapal penjelajah dan kapal perusak.

Ketiga kapal ini telah melintasi Selat Singapura. Seorang pejabat Angkatan Laut yang meminta anonimitas mengonfirmasi Washington kini berada di Selat Malaka, jalur yang menghubungkan Samudra Pasifik dan Hindia.

Posisi ini menempatkan kapal induk tersebut pada jalur menuju Samudra Hindia. The Wall Street Journal sebelumnya melaporkan Washington akan menggantikan Lincoln sebagai salah satu dari dua kapal induk yang kini bertugas di Timur Tengah.

Krisis Pasokan di Atas USS Lincoln

Lincoln awalnya berangkat dari San Diego pada 21 November. Kapal ini tiba di kawasan tersebut pada Januari, sebelum perang Iran dimulai pada 28 Februari.

Baca Juga :  AS dan Iran Bersitegang dalam Pembukaan Konferensi NPT di PBB

Angkatan Laut mengakui konflik ini menciptakan lingkungan yang sangat tertekan. Aksi militer mengganggu pusat pasokan tradisional di Timur Tengah.

Gangguan ini kemudian memicu kekurangan pasokan dan hilangnya surat di atas kapal induk tersebut, menurut pernyataan Angkatan Laut. Pihak kepemimpinan memprioritaskan pasokan penting bagi misi, dimulai dari makanan, lalu perlengkapan kebersihan, kemudian surat.

Angkatan Laut menegaskan para pelaut di kapal tersebut kini memiliki akses air bersih dan pilihan makanan sehat.

Desakan Investigasi dari Senator Demokrat

Anggota parlemen Demokrat mendesak investigasi, lebih banyak informasi, dan transparansi lebih besar atas kondisi kapal. Angkatan Laut awalnya menjadwalkan kapal ini pulang pada Mei.

Senator Connecticut Richard Blumenthal, anggota Komite Angkatan Bersenjata Senat, menulis surat kepada pimpinan Angkatan Laut. Ia meminta jawaban atas sejumlah pertanyaan penting.

Blumenthal menegaskan penugasan panjang Lincoln menjadi sangat signifikan. Situasi ini terjadi di tengah operasi militer berkelanjutan melawan Iran dan kemungkinan kebutuhan pasukan laut AS dalam jumlah besar di kawasan tersebut untuk periode panjang.

Senator Arizona Ruben Gallego, veteran Korps Marinir, menyatakan lewat media sosial bahwa ia berencana membawa delegasi bipartisan untuk kunjungan pengawasan resmi ke kapal tersebut. Ia menyebut cara perlakuan terhadap para pelaut bukan hanya menjijikkan, melainkan juga berbahaya.

Bantahan Hegseth dan Pertemuan dengan Keluarga Prajurit

Hegseth menyampaikan kepada wartawan saat kunjungan ke Panama bahwa ia ingin para pelaut Lincoln segera pulang. Ia juga ingin awak kapal dirotasi secepat mungkin. Namun, ia membantah laporan-laporan soal masalah di kapal tersebut.

Ia menegaskan pihaknya memastikan setiap kapal, awak, dan kapten mendapat segala yang bisa mereka sediakan di setiap saat. Ia menambahkan rasa hormat dan terima kasihnya kepada para pelaut yang bertugas dalam kondisi keras dengan lebih sedikit kunjungan pelabuhan.

Baca Juga :  Tensi Memanas: AS Siapkan Operasi Senyap untuk Gulingkan Maduro di Venezuela

Pimpinan Angkatan Laut, termasuk Pelaksana Tugas Menteri Hung Cao, pekan lalu menggelar pertemuan tegang dengan keluarga prajurit di atas USS Lincoln. Komandan pasukan udara dan permukaan Angkatan Laut berjanji melakukan segala upaya untuk meringankan beban kapal induk tersebut, seperti dilaporkan MS NOW.

Laporan Kesehatan Mental yang Terus Bermunculan

Laporan kekurangan makanan di kapal tersebut pertama kali muncul pada April. Angkatan Laut saat itu membantahnya sebagai laporan palsu.

Sejak itu, laporan baru bermunculan mengenai pelaut Lincoln yang bergulat dengan masalah kesehatan mental. Angkatan Laut menyatakan pihaknya tidak mengamati peningkatan pikiran atau upaya bunuh diri di kapal tersebut.

Namun, para pejabat menolak memberikan data terkait. Mereka beralasan keamanan operasional dan privasi pasien menjadi pertimbangan utama.

Pejabat Angkatan Laut mengonfirmasi seorang pelaut Lincoln sempat terjatuh ke laut pada awal Agustus. Tim penyelamat berhasil mengevakuasinya dengan cepat.

Pelaut tersebut menerima perawatan dari departemen medis kapal. Petugas kemudian memindahkannya untuk perawatan lanjutan. Pejabat itu menolak mengonfirmasi apakah insiden tersebut dianggap sebagai upaya bunuh diri.

Pola Serupa pada Kapal Induk Lain

Kapal induk lain juga mengalami penugasan panjang yang memicu kekhawatiran soal moral awak. USS Gerald R. Ford pulang pada pertengahan Mei setelah penugasan 11 bulan, terpanjang sejak Perang Vietnam.

Penugasan ini mencakup dukungan terhadap perang AS dengan Iran dan penangkapan pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro. Selama penugasannya, Ford mengalami kebakaran di ruang laundry.

Insiden ini memaksa kapal induk tersebut kembali ke Laut Mediterania untuk perbaikan. Ratusan pelaut pun kehilangan tempat tidur mereka akibat insiden tersebut.

Kekhawatiran soal beban pertempuran dan bahaya kapal serta awak yang terlalu lama bertugas sudah muncul sebelum perang Iran. Sejumlah insiden pernah terjadi pada kapal yang melawan pemberontak Houthi di Yaman pada 2024 dan 2025, termasuk kapal induk USS Harry S. Truman yang menjalani penugasan lebih panjang dari perkiraan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gedung Putih Ungkap Kerugian Pajak Rp310-425 Triliun
Lebih dari 110.000 Warga Kanada Tanda Tangani Petisi
Iran Klaim Kendali Penuh atas Selat Hormuz, Bantah Klaim Trump
Korea Utara Ancam Gunakan Hak Bela Diri, Kecam Latihan Militer
Nigel Farage Menang Kembali Kursi Parlemen
2,4 Juta Anak Perempuan Afghanistan Kehilangan Pendidikan
Count Binface, Kandidat Tong Sampah yang Curi Perhatian
Iran Tegaskan Selat Hormuz Tutup Selama AS Tak Penuhi Syarat

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:30 WIB

Gedung Putih Ungkap Kerugian Pajak Rp310-425 Triliun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:00 WIB

USS George Washington Menuju Timur Tengah di Tengah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Iran Klaim Kendali Penuh atas Selat Hormuz, Bantah Klaim Trump

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Korea Utara Ancam Gunakan Hak Bela Diri, Kecam Latihan Militer

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:02 WIB

Nigel Farage Menang Kembali Kursi Parlemen

Berita Terbaru

Pemerintahan Trump merilis laporan yang mengungkap sejumlah negara mengalihkan ekspor mereka lewat negara ketiga untuk menghindari tarif AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Gedung Putih Ungkap Kerugian Pajak Rp310-425 Triliun

Jumat, 14 Agu 2026 - 17:30 WIB

Kapal induk USS George Washington mulai bergerak menuju Timur Tengah menggantikan USS Abraham Lincoln. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

USS George Washington Menuju Timur Tengah di Tengah

Jumat, 14 Agu 2026 - 17:00 WIB