Swedia Resmi Larang Ponsel di Sekolah Mulai 2026

Kamis, 29 Januari 2026 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Keseimbangan di dunia yang terhubung. Temukan strategi cerdas untuk mengatasi screen burnout melalui optimasi pengaturan gawai dan aplikasi pendukung ketenangan jiwa di tahun 2026. Dok: Unsplash/Matteo Vella.

Ilustrasi, Keseimbangan di dunia yang terhubung. Temukan strategi cerdas untuk mengatasi screen burnout melalui optimasi pengaturan gawai dan aplikasi pendukung ketenangan jiwa di tahun 2026. Dok: Unsplash/Matteo Vella.

STOCKHOLM, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Swedia mengambil langkah drastis untuk mengembalikan fokus di ruang kelas. Pada hari Rabu (28/1), pemerintah mengumumkan rencana undang-undang baru. Rencana ini akan melarang penggunaan telepon seluler di seluruh sekolah dasar dan menengah.

Aturan ini berlaku bagi siswa hingga kelas sembilan, atau usia sekitar 15-16 tahun. Mekanismenya ketat. Siswa wajib menyerahkan ponsel saat tiba di sekolah pada pagi hari. Mereka baru bisa mengambilnya kembali saat jam sekolah berakhir.

Pemerintah mendasarkan keputusan ini pada data yang mengkhawatirkan. Pernyataan resmi pemerintah mengutip sebuah studi penting. Studi itu menunjukkan siswa Swedia lebih terganggu oleh alat digital di kelas dibandingkan rata-rata siswa OECD.

Kemenangan untuk Kesehatan Mental

Sebenarnya, sekitar 80 persen sekolah di Swedia sudah menerapkan larangan ponsel. Namun, kebijakan itu bergantung pada kepala sekolah masing-masing. Kini, pemerintah merasa perlu menjadikannya standar nasional yang mengikat.

Baca Juga :  Kebuntuan di Timur Tengah: Iran Tolak Proposal Gencatan Senjata AS

Menteri Pendidikan Simona Mohamsson menegaskan urgensi aturan ini dalam konferensi pers. Ia menyebut larangan nasional sangat diperlukan. Tujuannya memastikan semua sekolah menjadi zona bebas ponsel tanpa terkecuali.

“Ini akan mengurangi gangguan di kelas,” ujar Mohamsson. Ia menggambarkan kebijakan ini sebagai “kemenangan bagi pengajaran dan kesehatan mental.”

Lebih jauh, Mohamsson menyoroti data mengejutkan. Siswa sekolah menengah di Swedia menghabiskan rata-rata hampir tujuh jam sehari di depan layar. Angka ini bahkan belum termasuk waktu layar selama jam sekolah. Ia berharap larangan ini juga akan membantu perjuangan orang tua di rumah. Mereka bisa lebih mudah mengurangi screen time anak.

Baca Juga :  Yusril: Kasus Aktivis Andrie Yunus Tetap di Peradilan Militer

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Putar Balik Strategi Digital

Jika parlemen menyetujui, larangan ini akan mulai berlaku pada awal semester musim gugur. Tepatnya pada bulan Agustus 2026. Aturan ini juga akan mencakup fasilitas penitipan anak setelah sekolah.

Langkah ini menandai perubahan arah signifikan bagi negara Skandinavia tersebut. Pada 2017, Swedia meluncurkan strategi “digitalisasi” nasional yang ambisius. Strategi itu berlaku dari PAUD hingga sekolah menengah. Saat itu, tablet dan laptop menggantikan banyak buku teks dan tulisan tangan.

Namun, sejak 2023, Swedia mulai memutar balik kebijakan tersebut (rolling back). Kritik keras bermunculan seiring menurunnya performa akademik siswa. Penurunan kemampuan membaca juga menjadi sorotan. Hal ini mendorong pemerintah kembali memprioritaskan buku fisik dan fokus tanpa gangguan digital.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: AFP

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026
Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit
Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman
10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone
Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres
AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz
Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot
Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:40 WIB

BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:12 WIB

Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:08 WIB

Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:59 WIB

10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Berita Terbaru

Transformasi di garis depan. Presiden Volodymyr Zelenskyy mengumumkan reformasi sistemik militer Ukraina mulai Juni 2026 guna mengatasi kekurangan personel dan meningkatkan kesejahteraan pasukan infanteri. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:12 WIB

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:08 WIB

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB