POSNEWS.CO.ID, SAN FRANCISCO — OpenAI resmi merilis ChatGPT for Teens untuk pengguna berusia 13 hingga 17 tahun. Perusahaan teknologi ini melengkapi platform tersebut dengan sistem perlindungan konten yang ketat.
Platform baru ini membatasi topik sensitif seperti bunuh diri dan konten seksual. Selain itu, sistem ini membantu remaja menyelesaikan tugas sekolah secara interaktif. Fitur ini mendorong siswa memahami konsep pelajaran tanpa memberikan jawaban instan.
Vice President Global Policy OpenAI Ann O’Leary menegaskan pentingnya pendekatan sesuai tahap perkembangan remaja. Perusahaan ingin menjaga remaja dari paparan materi berbahaya. Oleh karena itu, OpenAI menerapkan pengawasan khusus pada sistem kecerdasan buatan ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Para ahli perkembangan anak sebelumnya mengkhawatirkan dampak negatif kecerdasan buatan terhadap remaja. Penelitian menunjukkan bahwa remaja kerap menggunakan AI untuk mencari teman bicara. Bahkan, sebagian remaja bergantung secara emosional pada teknologi ini.
Oleh sebab itu, OpenAI melarang kecerdasan buatan ini mengaku memiliki perasaan manusia. Sistem ini juga mendeteksi usia pengguna secara otomatis berdasarkan jenis pertanyaan. Selanjutnya, orang tua dapat mengatur jam tidur dan menerima notifikasi keselamatan.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia














