Meterai Palsu Beredar Lintas Pulau, Polda Metro Tangkap 16 Tersangka

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Materai palsu. (Ist)

Ilustrasi, Materai palsu. (Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Jangan terkecoh dengan meterai yang tampak meyakinkan.

Polda Metro Jaya membongkar sindikat produksi dan penjualan meterai palsu yang peredarannya menjangkau sejumlah wilayah Indonesia.

Pengungkapan ini dilakukan bersama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. Polisi menangkap 16 tersangka dalam operasi yang berlangsung pada Juni hingga awal Juli 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono mengatakan polisi membongkar jaringan tersebut setelah menerima informasi masyarakat serta sejumlah laporan polisi.

“Kami dari Polda Metro Jaya, bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, telah berhasil mengungkap sindikat produksi dan penjualan meterai palsu,” kata Dekananto dalam konferensi pers, Rabu (19/8/2026).

Dari Jakarta Menyebar ke Sejumlah Daerah

Jaringan ini tidak bergerak di satu titik. Polisi menelusuri aktivitas sindikat di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Sumatera Utara.

Baca Juga :  Kesal Ditolak Menginap, Pria di Kalianda Tikam Kekasih hingga 12 Luka Tusukan

Artinya, meterai palsu yang diproduksi sindikat diduga memiliki jalur distribusi lintas wilayah.

Polisi pun tidak hanya mengejar orang yang menjualnya. Penyidik juga membongkar sisi produksi untuk mengetahui bagaimana meterai palsu dibuat dan diedarkan.

Polisi Bekuk 16 Tersangka

Sebanyak 16 orang kini berstatus tersangka. Mereka masing-masing berinisial B, RC, M, TA, RTP, IA, F, H, RH, MIF, SNM, U, FF, NSA, P, dan MO.

Penyidik masih mendalami peran setiap tersangka. Langkah ini penting untuk memetakan struktur jaringan, mulai dari pembuat hingga pihak yang mendistribusikan meterai palsu.

Polisi Sita Mesin Produksi

Pengungkapan sindikat ini tidak berhenti pada penangkapan. Polisi turut menyita meterai palsu dan berbagai peralatan produksi.

Beberapa peralatan yang diamankan antara lain mesin jahit dan mesin poly yang diduga digunakan dalam proses produksi.

Barang bukti tersebut kini menjadi petunjuk bagi penyidik untuk mengungkap lebih jauh kemampuan produksi serta jaringan pemasaran sindikat.

Baca Juga :  Emas 500 Gram Raib di Menteng, Polisi Tangkap Pelaku Perampokan

Kenapa Meterai Palsu Berbahaya?

Meterai bukan sekadar tempelan pada dokumen. Meterai berkaitan dengan pemenuhan kewajiban bea meterai atas dokumen tertentu.

Karena itu, penggunaan meterai palsu dapat menimbulkan persoalan hukum dan kerugian bagi masyarakat maupun negara.

Masyarakat sebaiknya tidak membeli meterai dari sumber yang tidak jelas. Masyarakat harus memastikan meterai berasal dari saluran resmi dan menggunakan layanan elektronik resmi jika tersedia.

Jangan Tergiur Harga Murah

Pelaku dapat membuat meterai palsu menyerupai produk asli sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan.

Harga murah atau tawaran dalam jumlah besar bukan jaminan keaslian.

Selain itu, masyarakat jangan memberikan dokumen penting kepada pihak yang tidak dikenal.

Jika menemukan dugaan peredaran meterai palsu, masyarakat dapat melaporkannya kepada aparat atau instansi terkait.

Kasus ini menjadi pelajaran sederhana: sesuatu yang terlihat kecil bisa membawa dampak besar.

Teliti sebelum membeli, periksa sebelum menggunakan, dan jangan mempertaruhkan dokumen penting demi harga murah. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

WN India Dijambret di Menteng, Pelaku Samsung S25 Diciduk Polisi
BYD Tabrak Innova, Fortuner Oleng, Satu Keluarga Tewas di Kembangan
Dua Pelaku Berboncengan Gasak Samsung S25 Turis India di Menteng
Kapolres Bekasi Lindungi Pelajar dari Aksi Berbahaya dan Provokasi Digital
Polisi Bongkar Gudang Narkoba di Kalideres, Ribuan Ekstasi Disita
Dua ART Lapor Disekap di Penjaringan, Polisi Bongkar Fakta Sebenarnya
Toko Berjalan di Bekasi Digerebek, 2.451 Pil Keras Disita dari Mobil
TPPU Indosterling P-21, Bareskrim Sita Aset Rp84 Miliar

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 21:30 WIB

WN India Dijambret di Menteng, Pelaku Samsung S25 Diciduk Polisi

Minggu, 6 September 2026 - 06:08 WIB

BYD Tabrak Innova, Fortuner Oleng, Satu Keluarga Tewas di Kembangan

Sabtu, 5 September 2026 - 19:58 WIB

Dua Pelaku Berboncengan Gasak Samsung S25 Turis India di Menteng

Sabtu, 5 September 2026 - 19:23 WIB

Kapolres Bekasi Lindungi Pelajar dari Aksi Berbahaya dan Provokasi Digital

Sabtu, 5 September 2026 - 06:46 WIB

Polisi Bongkar Gudang Narkoba di Kalideres, Ribuan Ekstasi Disita

Berita Terbaru

Penumpang di stasiun kereta api PT KAI.
(Posnews/Net)

JABODETABEK

Jangan Salah Naik, 12 Perjalanan KRL Dibatalkan 7-30 September

Senin, 7 Sep 2026 - 07:24 WIB

Polisi mengungkap korban  Mozza Axillia dibunuh MDVA setelah cekcok akibat cemburu lalu jasadnya dibuang ke jurang Tol Jangli. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Misteri Mozza Terbongkar, Pelaku Ditangkap Saat Nonton Voli

Senin, 7 Sep 2026 - 06:05 WIB

Ilustrasi, Commuter Line tetap beroperasi di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
(Posnews/KAI)

JABODETABEK

Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Commuter Merak Tetap Jalan

Senin, 7 Sep 2026 - 05:51 WIB