Alarm Laut Indonesia! 601 Operasi SAR, 239 Orang Meninggal

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Basarnas menggelar operasi pencarian dan pertolongan korban kecelakaan kapal di perairan Indonesia.
(Posnews/Basarnas)

Basarnas menggelar operasi pencarian dan pertolongan korban kecelakaan kapal di perairan Indonesia. (Posnews/Basarnas)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Laut Indonesia kembali menyimpan catatan duka. Sepanjang Januari hingga 15 Agustus 2026, Basarnas menggelar 601 operasi pencarian dan pertolongan (SAR) akibat kecelakaan kapal.

Dari ratusan operasi tersebut, sebanyak 3.607 orang terdampak. Sebanyak 3.165 orang berhasil ditemukan selamat.

Namun, 239 orang meninggal dunia, sedangkan 203 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data itu disampaikan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dalam rapat bersama Komisi V DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

“Kami mencatat ada 601 kali operasi SAR dilaksanakan,” kata Syafii.

Bukan Sekadar Angka

Di balik angka 601 operasi SAR, terdapat ribuan manusia yang menghadapi situasi darurat di laut. Ada yang berhasil diselamatkan, tetapi sebagian lainnya harus kehilangan nyawa atau masih menunggu kepastian nasib.

Baca Juga :  Cuaca Hari Ini: Hujan Guyur Jakarta dan Kota Besar Indonesia

Karena itu, data tersebut menjadi alarm penting bagi keselamatan pelayaran. Kecelakaan kapal tidak hanya terjadi akibat kapal tenggelam.

Kondisi darurat juga dapat bermula dari kerusakan teknis hingga kebutuhan evakuasi medis.

Syafii menyebut jenis kejadian yang ditangani Basarnas sangat beragam, mulai dari kapal bocor hingga misi medical evacuation.

220 WNA Ikut Terdampak

Yang juga menjadi perhatian, dari total 3.607 orang terdampak, 220 orang merupakan warga negara asing (WNA).

Fakta ini menunjukkan bahwa persoalan keselamatan di perairan Indonesia memiliki dampak luas. Sebagai negara kepulauan dengan aktivitas pelayaran yang tinggi, kesiapan menghadapi keadaan darurat menjadi kebutuhan mutlak.

Keselamatan Harus Dimulai Sebelum Berlayar

Tingginya operasi SAR menjadi pelajaran penting bagi operator kapal dan penumpang. Keselamatan tidak boleh baru dipikirkan ketika kecelakaan terjadi.

Sebelum berlayar, penumpang perlu memastikan alat keselamatan tersedia dan mudah dijangkau.

Pelampung juga harus digunakan sesuai petunjuk, sementara informasi cuaca dan kondisi perairan perlu diperhatikan.

Baca Juga :  Update Bencana Sumatera, Korban Tewas 1.137 Jiwa - 24 Daerah Masuki Transisi Darurat

Selain itu, operator kapal wajib memastikan kondisi kapal laik berlayar, sistem komunikasi berfungsi, serta awak memahami prosedur keadaan darurat.

Langkah sederhana tersebut dapat menjadi pembeda antara selamat dan tragedi ketika situasi di laut berubah secara tiba-tiba.

Basarnas Terus Bergerak

Setiap laporan kecelakaan menuntut respons cepat. Tim SAR harus berpacu dengan waktu untuk menemukan korban dalam kondisi hidup maupun memberikan kepastian bagi keluarga yang menunggu.

Karena itu, angka 3.165 orang yang berhasil diselamatkan juga menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dan kecepatan operasi SAR.

Namun, masih adanya 203 orang yang dinyatakan hilang menjadi pengingat bahwa perjuangan pencarian tidak selalu mudah.

Laut memberikan banyak manfaat bagi kehidupan dan perekonomian Indonesia.

Namun, keselamatan harus menjadi prioritas utama. Sebab, setiap penumpang yang berangkat ke laut adalah seseorang yang ditunggu kepulangannya oleh keluarga. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PJJ Mulai 7 September, MBG di Sekolah Terdampak Anak Krakatau Disetop
Jangan ke Bandara Dulu, 8 Bandara Ditutup akibat Abu Anak Krakatau
Erupsi Anak Krakatau, BMKG Siaga 24 Jam Pantau Abu dan Tsunami
Abu Anak Krakatau Meluas, Kapolri Perintahkan Polisi Bergerak Cepat
Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Jakarta, Warga Diminta Waspada
Gunung Anak Krakatau Erupsi, 209 Penerbangan di Soetta Kena Dampak
Bansos Tunai Mulai Diuji 2027, Pemerintah Perketat Data Penerima
46 PMI di Malaysia Segera Pulang, Pemerintah Kejar Target 10 Hari

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 07:48 WIB

PJJ Mulai 7 September, MBG di Sekolah Terdampak Anak Krakatau Disetop

Senin, 7 September 2026 - 07:34 WIB

Jangan ke Bandara Dulu, 8 Bandara Ditutup akibat Abu Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 - 20:24 WIB

Erupsi Anak Krakatau, BMKG Siaga 24 Jam Pantau Abu dan Tsunami

Minggu, 6 September 2026 - 20:14 WIB

Abu Anak Krakatau Meluas, Kapolri Perintahkan Polisi Bergerak Cepat

Minggu, 6 September 2026 - 08:55 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Jakarta, Warga Diminta Waspada

Berita Terbaru

Penumpang di stasiun kereta api PT KAI.
(Posnews/Net)

JABODETABEK

Jangan Salah Naik, 12 Perjalanan KRL Dibatalkan 7-30 September

Senin, 7 Sep 2026 - 07:24 WIB

Polisi mengungkap korban  Mozza Axillia dibunuh MDVA setelah cekcok akibat cemburu lalu jasadnya dibuang ke jurang Tol Jangli. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Misteri Mozza Terbongkar, Pelaku Ditangkap Saat Nonton Voli

Senin, 7 Sep 2026 - 06:05 WIB

Ilustrasi, Commuter Line tetap beroperasi di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
(Posnews/KAI)

JABODETABEK

Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Commuter Merak Tetap Jalan

Senin, 7 Sep 2026 - 05:51 WIB