Potongan Kaki Diduga Korban Mutilasi Ditemukan di Kali Grogol Depok

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Garis polisi. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Garis polisi. (Posnews/Ist)

DEPOK, POSNEWS.CO.ID – Kasus mutilasi pria berinisial K (51) di Depok memasuki babak baru yang mengerikan.

Polisi menemukan potongan tubuh yang diduga bagian kaki korban di aliran Kali Grogol, kawasan Limo, Kota Depok, Rabu (19/8/2026).

Penemuan itu terjadi ketika dua petugas Pemerintah Kota Depok tengah membersihkan aliran sungai. Mereka mendapati benda mencurigakan yang ternyata diduga merupakan potongan kaki manusia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Katimsus 2 Unit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono, membenarkan temuan tersebut.

“Ditemukanlah ada potongan tubuh, diduga bagian kaki. Memang hanya sepotong saja,” kata Breggy kepada wartawan, Kamis (20/8/2026).

Dibawa ke RS Polri untuk Identifikasi

Setelah menemukan potongan tubuh tersebut, petugas langsung melaporkannya kepada polisi. Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama Unit Identifikasi kemudian mendatangi lokasi.

Selanjutnya, potongan tubuh dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk pemeriksaan forensik.

Baca Juga :  Skandal Pasar Modal Rp14,5 Triliun, OJK Jerat Beneficial Owner dan Eks Direktur Sekuritas

Polisi belum memastikan secara final bahwa potongan kaki tersebut merupakan bagian tubuh K. Identifikasi harus dilakukan terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahan dalam penentuan identitas.

“Tujuannya untuk menentukan apakah memang ini benar potongan tubuh milik korban atau bukan. Kami harus memastikan itu dulu,” ujar Breggy.

Polisi Sisir Aliran Kali

Setelah penemuan tersebut, polisi tidak berhenti pada pemeriksaan potongan tubuh.

Petugas juga melakukan penyisiran di Kali Licin, kawasan Cipayung, Depok, untuk mencari kemungkinan adanya bagian tubuh lain yang belum ditemukan.

Penyisiran ini menjadi penting karena penyidik sebelumnya mendalami dugaan bahwa sejumlah bagian tubuh korban dibuang ke aliran sungai setelah aksi mutilasi.

Kasus Mutilasi Terungkap dari Karung Berisi Mayat

Kasus ini sebelumnya menggemparkan Depok setelah karung berisi jasad korban ditemukan di lahan kosong kawasan Tanah Merah, Kapling Depkes, Pancoran Mas, pada 24 Juli 2026.

Polisi kemudian mengungkap bahwa korban berinisial K diduga dibunuh dan dimutilasi oleh Saepul (26).

Saepul akhirnya ditangkap Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di Pandeglang, Banten, Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 04.15 WIB.

Dalam pemeriksaan, Saepul mengaku membunuh K setelah terjadi cekcok di sebuah kontrakan di wilayah Cipayung, Depok.

Baca Juga :  Polda Metro Pastikan Jakarta Aman, Ledakan SMAN 72 Terkendali - 33 Korban Dirawat

Setelah korban meninggal, tersangka kemudian memutilasi jasad dan membawa sebagian potongan tubuh keluar dari lokasi.

Polisi selanjutnya menjerat Saepul dengan pasal pembunuhan berencana dan/atau pembunuhan. Ancaman hukumannya dapat mencapai pidana seumur hidup, sesuai konstruksi pasal yang diterapkan penyidik.

Misteri Potongan Tubuh Belum Berakhir

Penemuan potongan kaki di Kali Grogol kembali membuka pekerjaan besar bagi penyidik.

Polisi masih harus memastikan identitas potongan tubuh tersebut sekaligus menelusuri kemungkinan keberadaan bagian tubuh korban lainnya.

Karena itu, masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Setiap temuan harus diserahkan kepada petugas agar dapat diperiksa secara ilmiah melalui proses identifikasi dan forensik.

Kasus ini menjadi pengingat pahit bahwa tindak kekerasan dapat meninggalkan luka panjang bagi keluarga korban.

Di balik proses hukum dan pencarian bukti, ada keluarga yang masih menunggu kepastian serta keadilan.

Polisi kini berpacu dengan waktu untuk mengurai seluruh rangkaian kasus mutilasi Depok dan memastikan setiap bagian dari fakta kejahatan tersebut terungkap secara terang. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bocah Bersimbah Darah di Jalan Solear, Polisi Amankan Teman Korban
Waspada Begal Malam di Jawa Barat, Polda Catat 23 Kasus
381 Vape Etomidate Gagal Masuk Kampung Ambon, Bareskrim Tangkap 2 Tersangka
Meterai Palsu Beredar Lintas Pulau, Polda Metro Tangkap 16 Tersangka
Dijanjikan Hidup Layak di China, WNI Malah Jadi Korban Pengantin Pesanan
Kapal Tanzania Dicegat! 2,6 Ton Sabu Cair Dibongkar BNN di Perairan Bengkalis
Kasino Terselubung Batam Terbongkar, 9 Tersangka Digiring ke Bareskrim
Basri Lewaimang Jadi DPO! Bos Planet Batam Diburu, 40 Ribu Ekstasi Beredar Tiap Bulan

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:12 WIB

Bocah Bersimbah Darah di Jalan Solear, Polisi Amankan Teman Korban

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:35 WIB

Potongan Kaki Diduga Korban Mutilasi Ditemukan di Kali Grogol Depok

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:28 WIB

Waspada Begal Malam di Jawa Barat, Polda Catat 23 Kasus

Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:08 WIB

381 Vape Etomidate Gagal Masuk Kampung Ambon, Bareskrim Tangkap 2 Tersangka

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Meterai Palsu Beredar Lintas Pulau, Polda Metro Tangkap 16 Tersangka

Berita Terbaru

Jaringan televisi ABC dan induk perusahaannya, Disney, resmi menggugat Komisi Komunikasi Federal (FCC) AS ke pengadilan federal. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

ABC dan Disney Menggugat FCC Terkait Ancaman Pencabutan

Kamis, 20 Agu 2026 - 09:02 WIB

Kapal perusak Angkatan Laut AS USS Benfold mengalami mati listrik selama empat hari di Samudra Pasifik hingga harus ditarik ke Teluk Subic, Filipina. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kapal Perang AS USS Benfold Mati Listrik Empat Hari

Kamis, 20 Agu 2026 - 08:30 WIB