POSNEWS.CO.ID, JAKARTA — Gamer tampaknya akan semakin sulit menyiapkan storage berbasis SSD untuk game mereka. Kondisi ini terjadi karena stok chip NAND diperkirakan berkurang hingga 2030.
Kebutuhan Storage yang Kian Mendesak
Bagi gamer, menambah storage berbasis SSD merupakan kebutuhan serius untuk memenuhi permintaan instalasi game terbaru. Kebutuhan ini berlaku baik untuk upgrade PC, console, maupun storage eksternal.
Namun, berita suram kini muncul dari Phison, produsen chip NAND asal Taiwan. Perusahaan tersebut memperkirakan stok chip NAND tidak akan mampu mengejar permintaan dalam sekitar empat tahun ke depan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peringatan Langsung dari CEO Phison
Peringatan ini datang langsung dari CEO Phison, Pua Khein-Seng. Ia menyebut kapasitas produksi NAND saat ini belum mampu memenuhi permintaan jangka pendek.
Perusahaan tersebut kini membangun persediaan strategis untuk menjaga pasokan SSD enterprise. Fokus ini ditujukan bagi penyedia cloud dan perusahaan AI selama dua tahun ke depan. Akibatnya, pasokan untuk storage konsumen tidak lagi menjadi prioritas utama setidaknya hingga 2030.
Pergeseran Prioritas ke Data Center AI
Pernyataan ini juga memperlihatkan perubahan prioritas pasar yang cukup signifikan. Selain chip memori, chip NAND kini menjadi komponen penting bagi data center AI, bukan lagi terpusat untuk kebutuhan penyimpanan biasa.
Sebelumnya, Silicon Motion memperkirakan data center dapat menyerap 70 hingga 80 persen output NAND pada 2027. Artinya, konsumen PC dan gamer secara umum hanya mendapatkan porsi 20 persen sisanya.
Alasan di Balik Kenaikan Harga SSD
Kondisi ini menjelaskan mengapa kenaikan harga SSD semakin memprihatinkan belakangan ini. Sejumlah produsen telah menaikkan harga, sementara kapasitas produksi baru membutuhkan waktu lama untuk dibangun dan dioperasikan.
Di sisi lain, produsen NAND memiliki insentif lebih besar mengalokasikan pasokan ke SSD enterprise. Permintaan dari perusahaan cloud dan AI menawarkan margin yang jauh lebih menguntungkan dibanding pasar konsumen.
Dampak bagi Gamer dan Strategi ke Depan
Bagi gamer sendiri, dampaknya bisa cukup terasa karena storage merupakan komponen yang mutlak dibutuhkan. Game baru membutuhkan storage semakin besar, sementara SSD berkapasitas kecil membuat jumlah game yang bisa terpasang menjadi sangat terbatas.
Jika harga NAND tetap tinggi selama beberapa tahun ke depan, biaya membangun atau meng-upgrade PC otomatis semakin terbebani. Bukan hanya GPU dan RAM, komponen storage yang sebelumnya relatif murah kini turut menyumbang beban biaya tersebut.
Gamer tampaknya harus mulai mengubah strategi pembelian di masa depan. Sebagian di antaranya mungkin memilih storage eksternal berbasis hard disk dengan kecepatan transfer yang jauh lebih lambat.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia














