ChatGPT Cetak Rekor: Lampaui Skor Tertinggi Manusia dalam Ujian

Selasa, 28 April 2026 - 15:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lompatan eksponensial AI. Model terbaru ChatGPT 5.2 berhasil melampaui skor tertinggi peserta ujian manusia di Universitas Tokyo dan Kyoto, memicu perdebatan mengenai masa depan sistem evaluasi pendidikan. Dok: Istimewa.

Lompatan eksponensial AI. Model terbaru ChatGPT 5.2 berhasil melampaui skor tertinggi peserta ujian manusia di Universitas Tokyo dan Kyoto, memicu perdebatan mengenai masa depan sistem evaluasi pendidikan. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Era persaingan antara manusia dan kecerdasan buatan (AI) dalam bidang akademik memasuki babak baru. Chatbot generatif ChatGPT berhasil melampaui skor tertinggi pelamar manusia dalam ujian masuk Universitas Tokyo dan Universitas Kyoto. Kedua institusi ini merupakan perguruan tinggi paling prestisius di Jepang.

LifePrompt Inc melaporkan pencapaian besar ini pada Senin (27/4/2026). ChatGPT versi 5.2 Thinking model mampu menyelesaikan soal ujian berbentuk data gambar dengan akurasi tinggi. Hasilnya melampaui pemegang skor tertinggi manusia pada tahun ini.

Dominasi Mutlak di Bidang Sains dan Matematika

Pencapaian paling mencolok terjadi pada ujian jalur medis Universitas Tokyo. ChatGPT meraih skor 503 poin dari total 550 poin. Angka ini jauh lebih tinggi daripada skor puncak pelamar manusia sebesar 453 poin.

AI juga mencatat nilai sempurna pada mata pelajaran matematika. Pencapaian ini menjadi lompatan besar karena model sebelumnya gagal lulus pada tahun 2024. Pengajar dari bimbingan belajar Kawai Juku menilai jawaban esai untuk menjamin objektivitas skor tersebut.

Baca Juga :  2.708 ASN Kemensos Bolos Usai Lebaran, Mensos Gus Ipul Wajibkan Apel Pembinaan

Performa Kontras: Sains vs Humaniora

ChatGPT menunjukkan performa berbeda pada kategori Humaniora dan Ilmu Sosial. AI mencetak 452 poin dari total 550. Hasil tersebut tetap mengungguli skor tertinggi pelamar manusia sebesar 434 poin.

Namun, pengujian mendalam menunjukkan keterbatasan pada aspek tertentu. AI meraih skor 90 persen pada ujian bahasa Inggris, tetapi hanya menjawab 25 persen pertanyaan esai Sejarah Dunia dengan benar. Data ini membuktikan AI masih kesulitan menyusun narasi sejarah yang kompleks.

Urgensi Reformasi Sistem Evaluasi Pendidikan

Pencapaian AI ini mengundang reaksi beragam dari kalangan akademisi. Profesor Satoshi Kurihara berpendapat bahwa manusia dan AI tidak seharusnya bertanding di bidang yang sama. Ia menekankan bahwa AI sangat unggul dalam menyerap data besar dan melakukan kalkulasi cepat.

Baca Juga :  Mantan Menlu Iran Kamal Kharazi Gugur Akibat Serangan Udara AS-Israel

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kurihara menegaskan bahwa manusia tetap unggul dalam menciptakan nilai-nilai baru. Oleh karena itu, ia mendesak otoritas untuk mengubah sistem ujian masuk. Menurutnya, ujian saat ini terlalu fokus pada retensi pengetahuan dan kecepatan berhitung.

Menatap Masa Depan Operasi Bisnis

Kepala LifePrompt, Satoshi Endo, menyebut pencapaian ini membuktikan pesatnya evolusi teknologi. Ia menyarankan perusahaan untuk segera mengadopsi AI dengan visi jangka panjang. Hal ini penting untuk mempersiapkan operasional bisnis di masa depan.

Keberhasilan ChatGPT menembus ambang batas universitas top menjadi sinyal kuat bagi dunia pendidikan. Sistem pendidikan harus mampu membedakan kecerdasan unik manusia dari kemampuan mesin dalam memproses data. Tantangan ke depan adalah bagaimana mengintegrasikan kedua potensi tersebut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Australia Ancam Pajak Meta, Google, dan TikTok Terkait Royalti
Polisi Bongkar Judi Online Mantracuan di Jakut, Pasutri Muda Ditangkap di Apartemen
Strategis di Asia-Pasifik: PM Sanae Takaichi Kunjungi Vietnam dan Australia
Tragedi KRL vs Argo Bromo di Bekasi, 84 Korban – Santunan Langsung Cair
Info BMKG Hari Ini: Jabodetabek Hujan Siang-Malam, Wilayah Lain Ikut Diguyur
China Kecam Jepang dan Uni Eropa Soal Isu Maritim
Teror Air Keras di Parung Panjang, 3 Pelajar Jadi Korban – 2 Jalani Operasi
Daftar 10 Korban Tewas KRL vs Argo Bromo Terungkap, Semua Perempuan – Ini Identitasnya

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 09:13 WIB

Australia Ancam Pajak Meta, Google, dan TikTok Terkait Royalti

Rabu, 29 April 2026 - 07:42 WIB

Polisi Bongkar Judi Online Mantracuan di Jakut, Pasutri Muda Ditangkap di Apartemen

Rabu, 29 April 2026 - 07:09 WIB

Strategis di Asia-Pasifik: PM Sanae Takaichi Kunjungi Vietnam dan Australia

Rabu, 29 April 2026 - 06:22 WIB

Tragedi KRL vs Argo Bromo di Bekasi, 84 Korban – Santunan Langsung Cair

Rabu, 29 April 2026 - 06:06 WIB

Info BMKG Hari Ini: Jabodetabek Hujan Siang-Malam, Wilayah Lain Ikut Diguyur

Berita Terbaru

Kedaulatan konten berita. Australia menyiapkan aturan tegas bagi raksasa teknologi yang menolak membayar royalti kepada penerbit berita lokal demi menjaga kelangsungan jurnalisme. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Australia Ancam Pajak Meta, Google, dan TikTok Terkait Royalti

Rabu, 29 Apr 2026 - 09:13 WIB