MALANG, POSNEWS.CO.ID – Persahabatan dua mahasiswa di Kota Malang berubah menjadi tragedi berdarah. AVG (25), mahasiswa semester akhir Stikes Kendedes Malang, tewas ditikam temannya sendiri, SP (26).
Ironisnya, pertikaian maut itu diduga bermula dari persoalan asmara. SP disebut tersulut emosi karena korban diduga pernah menggoda dan mengganggu pacarnya.
Peristiwa tersebut terjadi di kompleks asrama mahasiswa Stikes Kendedes, Jalan Raden Panji Suroso, Kota Malang, Selasa (18/8/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Awalnya Minum Arak, Berakhir Mengerikan
Sebelum tragedi terjadi, korban dan pelaku sempat berada di kamar asrama sambil minum arak.
Situasi kemudian berubah panas. Pelaku mempermasalahkan sikap korban terhadap pacarnya. Cekcok mulut pun pecah.
Perselisihan semakin tak terkendali hingga keduanya terlibat baku hantam. Dalam kondisi emosi, SP kemudian mengambil pisau kupas buah.
Senjata itu digunakan untuk menikam korban.
Dada Kanan Jadi Sasaran
Tusukan mengenai bagian dada kanan AVG. Pisau yang digunakan pelaku memiliki panjang sekitar 17 sentimeter.
Luka parah membuat korban akhirnya meninggal dunia.
Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Rahmad Aji Prabowo mengatakan, polisi menduga kecemburuan menjadi pemicu utama pertikaian tersebut.
“Yang jelas, untuk motifnya ini ada ketersinggungan bahwa antara pelaku dan korban ini ada kecemburuan.”
Polisi kini masih mendalami rangkaian kejadian untuk mengungkap secara utuh penyebab pertikaian hingga berujung penikaman.
Pelaku Berhasil Diamankan
Petugas langsung bergerak setelah menerima laporan penikaman. SP akhirnya berhasil diamankan polisi untuk menjalani pemeriksaan.
Sementara itu, jenazah AVG dievakuasi untuk proses lebih lanjut.
Kasus tersebut menjadi peringatan keras bahwa persoalan asmara dan kecemburuan yang tidak dikendalikan dapat berubah menjadi petaka.
Satu cekcok bisa berujung kehilangan nyawa. Karena itu, emosi bukan alasan untuk melakukan kekerasan. **
Editor : Hadwan














