POSNEWS.CO.ID, TAIPEI — Gamer semakin sulit menjangkau harga PC gaming belakangan ini. Meski begitu, solusi menarik justru datang dari platform yang usianya tidak lagi muda.
ASRock DeskMeet X300 membuktikan Custom PC berukuran ringkas masih bisa menjadi alternatif serius melawan Steam Machine. Bahkan dengan anggaran yang kurang lebih sama, Custom PC dari ASRock ini justru menghasilkan performa gaming jauh lebih tinggi.
Konfigurasi Sistem dalam Eksperimen Hardware Unboxed
Kabar ini datang dari eksperimen Hardware Unboxed. Tim tersebut merakit sistem berbasis DeskMeet X300 dengan Ryzen 5 5600, RAM DDR4 16 GB, SSD M.2 1 TB, serta Radeon RX 9060 XT 16 GB.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Total biaya rakitan ini berada di kisaran US$1.050, angka yang kurang lebih setara dengan Steam Machine versi 512 GB. Bedanya, konfigurasi ini memberikan ruang jauh lebih besar untuk mengejar performa grafis lewat GPU diskrit.
Hasil Pengujian Performa yang Mengejutkan
Hasil pengujian menjadi bagian paling menarik dari eksperimen ini. PC mungil ini mampu mempertahankan sekitar 70 hingga 90 FPS dalam berbagai game AAA pada resolusi 1440p, dengan pengaturan Ultra dan FSR Quality.
Suhu CPU dan GPU memang cukup tinggi ketika berjalan dalam kondisi standar. Namun, undervolting berhasil menurunkan suhu tersebut secara signifikan tanpa mengorbankan performa secara berarti.
Bahkan ketika menggunakan SteamOS, performanya tetap kuat. Forza Horizon 6 menjadi salah satu pengecualian dalam pengujian ini.
Pendekatan Berbeda dari Steam Machine
Keunggulan ASRock DeskMeet sebenarnya datang dari pendekatan yang berbeda dibanding Steam Machine. ASRock DeskMeet X300 merupakan PC barebone berukuran sekitar 8 liter.
PC ini menyediakan motherboard AM4, empat slot DDR4, PSU 500W, serta dukungan GPU dual-slot hingga panjang 20 cm. Platform ini memang berbasis teknologi lama.
Meski begitu, fleksibilitas tersebut memungkinkan pengguna memilih sendiri komponen yang memberikan nilai terbaik. Sementara itu, Valve menawarkan perangkat yang sepenuhnya terintegrasi.
Bukan Soal Hardware, tapi Soal Nilai
Perbandingan ini menunjukkan persoalan utama Steam Machine bukan semata soal kemampuan hardware. Persoalan sesungguhnya terletak pada nilai yang Steam Machine tawarkan kepada pengguna.
Valve merancang Steam Machine sebagai pengalaman PC gaming yang lebih praktis dan menyerupai konsol. Sebaliknya, DeskMeet memberikan kebebasan konfigurasi, dengan konsekuensi pengguna harus merakit dan mengoptimalkan sistem sendiri.
Nilai yang Sulit Disaingi
Pada akhirnya, ASRock DeskMeet X300 menunjukkan bahwa Steam Machine tidak otomatis menjadi pilihan terbaik hanya karena membawa nama Valve dan pengalaman SteamOS. Bagi gamer yang mengejar FPS berbanding uang yang mereka keluarkan, PC kustom mungil berbasis komponen pilihan sendiri tampaknya masih menawarkan nilai terbaik dibanding kompetitor lain di kelasnya.
Namun, jika kemudahan penggunaan menjadi prioritas, pilihan bisa saja berbeda. Pertanyaannya kini kembali kepada gamer: tetap memilih Steam Machine, atau justru merakit PC mini seperti DeskMeet X300?
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia














