Bareskrim Bekuk Basri di Johor Bahru, Uang SGD dan Rekapan Narkoba Disita

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Basri Lewaimang ditangkap Bareskrim Polri di Malaysia terkait dugaan peredaran narkoba di Planet Batam. (Posnews/Ist)

Basri Lewaimang ditangkap Bareskrim Polri di Malaysia terkait dugaan peredaran narkoba di Planet Batam. (Posnews/Ist)

BATAM, POSNEWS.CO.ID – Pelarian Basri Lewaimang, sosok yang diduga berperan penting dalam peredaran narkotika di jaringan tempat hiburan malam HH Club/Planet Batam, akhirnya berakhir di Malaysia.

Bareskrim Polri menangkap Basri di Johor Bahru melalui kerja sama dengan Divhubinter Polri dan Interpol.

Penangkapan itu sekaligus membuka temuan baru. Polisi mengamankan dua alat komunikasi, uang rupiah, dolar Singapura, ringgit Malaysia, serta tiga rangkap catatan yang diduga berisi rekapan transaksi narkotika dari tangan Basri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kanit III Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kompol Drago mengatakan Basri diamankan sekitar pukul 00.30 waktu Malaysia.

“Untuk yang diamankan pada saat di Malaysia, ada dua alat komunikasi, beberapa pecahan mata uang rupiah, dolar Singapura, dan ringgit, serta tiga rangkap tulisan catatan rekapan yang diduga rekapan narkotika,” ujar Drago di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026).

Kabur Sehari Setelah Penindakan

Jejak pelarian Basri mulai terungkap dari data perlintasan. Polisi melakukan penindakan terhadap jaringan THM Planet pada 10 Agustus 2026.

Sehari kemudian, tepatnya 11 Agustus sekitar pukul 16.43, Basri diketahui menyeberang menuju Malaysia menggunakan feri.

Polisi kemudian melacak keberadaannya hingga terpantau di Johor Bahru.

Kerja sama lintas negara akhirnya membuahkan hasil. Basri diamankan tanpa perlawanan dan kemudian dibawa ke Indonesia untuk menjalani proses hukum.

Diduga Kendalikan Planet 1, 2 dan 3

Penyidik masih mendalami posisi Basri dalam jaringan narkotika tersebut.

Namun, berdasarkan keterangan tersangka dan saksi yang telah diperiksa, polisi menduga Basri memiliki peran sebagai koordinator sekaligus pengelola Planet 1, Planet 2 dan Planet 3.

Baca Juga :  Ibu-Ibu di Bekasi di Begal Usai Belanja, Motor Digasak-Nyaris Diceburkan ke Kali

Polisi juga menduga Basri terlibat dalam penyediaan narkotika yang kemudian diedarkan di tempat hiburan malam tersebut.

Sebelumnya, Bareskrim menyebut peredaran ekstasi di jaringan Planet Batam mencapai sedikitnya 40.000 butir setiap bulan.

Jumlah itu bahkan berpotensi meningkat ketika tingkat kunjungan pengunjung mencapai kapasitas maksimal.

Angka tersebut menggambarkan skala peredaran yang sangat besar. Jika dihitung secara kasar, 40.000 butir per bulan setara dengan lebih dari 1.300 butir per hari.

Dari DPO hingga Diborgol

Sebelum tertangkap, Basri telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Bareskrim Polri melalui surat bernomor DPO/134/VIII/2026/Dittipidnarkoba yang diterbitkan pada 18 Agustus 2026.

Polisi menduga Basri bukan sekadar pengelola tempat hiburan. Penyidik menyebutnya memiliki peran sebagai penyedia berbagai jenis narkotika yang diedarkan di Planet 1, 2 dan 3.

Kini, statusnya berubah drastis. Sosok yang sebelumnya diburu polisi tersebut telah berada dalam penguasaan penyidik dan harus mempertanggungjawabkan dugaan keterlibatannya di hadapan hukum.

Puluhan Aset Ikut Diburu

Pengusutan perkara juga merambah dugaan pencucian uang. Bareskrim sebelumnya telah menelusuri dan memasang garis polisi pada puluhan aset yang diduga berkaitan dengan Basri.

Data penyidik yang dipublikasikan sebelumnya mencatat 34 aset, terdiri dari 14 aset bergerak dan 20 aset tidak bergerak.

Aset tersebut mencakup kendaraan, kapal, rumah, ruko dan apartemen.

Beberapa kendaraan yang masuk daftar antara lain Mitsubishi Pajero Sport, Xpander Cross, Jeep Rubicon, Daihatsu Rocky, Hummer H2, Jeep Wrangler, Toyota Fortuner, Innova Venturer, Hummer H3 hingga Toyota Land Cruiser.

Baca Juga :  Rampungkan 10 Rekomendasi Reformasi Polri, Jimly Serahkan ke Presiden Sebelum Lebaran

Polisi juga menelusuri sejumlah properti, termasuk rumah, ruko, apartemen, restoran dan aset lainnya.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa penyidikan tidak hanya mengejar pelaku, tetapi juga berupaya mengungkap aliran uang yang diduga berasal dari tindak pidana narkotika.

Narkoba dan Bisnis Hiburan Jadi Sorotan

Pengungkapan jaringan Planet Batam sebelumnya bermula dari penindakan Bareskrim terhadap sejumlah tempat hiburan malam.

Polisi melakukan penggerebekan terhadap HH Club Planet 3.0 pada 10 Agustus. Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan puluhan orang dan menyita 762 butir ekstasi serta satu brankas.

Pengembangan perkara kemudian berlanjut ke sejumlah lokasi lain, termasuk V Club, P2, Planet 1 dan F1 Club.

Sejumlah tempat hiburan tersebut kemudian disegel polisi.

Kini, penangkapan Basri menjadi pintu masuk bagi penyidik untuk membongkar jaringan secara lebih luas.

Polisi masih harus menjawab sejumlah pertanyaan penting: dari mana narkotika diperoleh, siapa saja yang terlibat dalam distribusi, bagaimana transaksi dilakukan, serta ke mana aliran uangnya bergerak.

Polisi Dalami TPPU

Bareskrim juga menyatakan akan menerapkan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) selain menangani tindak pidana asal berupa narkotika.

Artinya, penyidik tidak hanya mengejar hukuman terhadap pelaku, tetapi juga berusaha memutus keuntungan ekonomi yang diduga diperoleh dari bisnis narkoba.

Langkah ini penting karena pemberantasan narkotika tidak cukup hanya menangkap pengedar di lapangan. Jaringan harus dipukul dari sumber pasokan hingga aliran dananya.

Penangkapan Basri menjadi sinyal tegas bahwa pelarian ke luar negeri bukan jaminan aman dari pengejaran hukum.

Dari Batam hingga Johor Bahru, jejak dugaan jaringan narkoba terus dibongkar. Kini polisi tinggal memperluas penyidikan untuk memastikan tidak ada mata rantai yang tersisa. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

CCTV Rekam Aksi di Lapangan Padel Coach Justin, Laptop hingga Tablet Raib
Orang Tua Wajib Waspada, Sirup Apialys Diduga Dipalsukan dan Dijual Online
Berawal dari Pesanan Ciledug–Pamulang, Sopir Taksi Online Diserang Penumpang
4 ABK KM Maulana 23 Kembali ke Jakarta, Satu Korban Hidup Sebatang Kara
Bau Busuk dari Kamar Kos Bongkar Kematian Tragis Wanita Muda di Pinang Ranti
Sopir Taksi Online di Tangsel Tewas Ditusuk Penumpang, Mobil Raib
Pria 20 Tahun Ditangkap, Remaja Berkebutuhan Khusus Diduga Korban Kekerasan Seksual
Kecelakaan KM Virgo Transport 8, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Orang Tua Wajib Waspada, Sirup Apialys Diduga Dipalsukan dan Dijual Online

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Berawal dari Pesanan Ciledug–Pamulang, Sopir Taksi Online Diserang Penumpang

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:18 WIB

4 ABK KM Maulana 23 Kembali ke Jakarta, Satu Korban Hidup Sebatang Kara

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Bau Busuk dari Kamar Kos Bongkar Kematian Tragis Wanita Muda di Pinang Ranti

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Sopir Taksi Online di Tangsel Tewas Ditusuk Penumpang, Mobil Raib

Berita Terbaru

Xiaomi kembali menyalurkan pembaruan sistem operasi HyperOS untuk 32 perangkat Redmi, POCO, dan Xiaomi pasca-libur Golden Week. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Xiaomi Melanjutkan Pembaruan HyperOS Untuk 32 Perangkat

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:00 WIB

GMK meluncurkan keycap TriggerKey seharga 55 Dolar AS yang memungkinkan kustomisasi titik aktuasi tombol WASD hingga 2 mm. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

GMK Merilis Keycap TriggerKey Untuk Mengatur Titik Aktuasi

Sabtu, 10 Okt 2026 - 09:38 WIB

Wiko meluncurkan laptop Hi MateBook D 14 Ryzen Edition seharga Rp12,5 jutaan yang terintegrasi dengan ekosistem Huawei HarmonyOS. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Wiko Merilis Hi MateBook D 14 Ryzen Edition

Sabtu, 10 Okt 2026 - 09:00 WIB

Sony mematenkan teknologi AI adaptif yang memungkinkan NPC dan boss gim mempelajari pola bertarung pemain secara akurat. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Sony Mematenkan AI Adaptif Untuk NPC dan Boss

Sabtu, 10 Okt 2026 - 08:30 WIB

 Wakil Presiden AS JD Vance meragukan rencana siaran langsung eksekusi Nidal Hasan yang memicu kecaman luas. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

JD Vance Ragukan Pentagon Menyiarkan Eksekusi Nidal Hasan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 08:07 WIB