Penggerebekan Gudang Uang Palsu BSD Berujung Perwira Polisi Terluka

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Perwira Polisi Terluka Saat Gerebek Gudang Uang Palsu di BSD. (Posnews/Ist)

Perwira Polisi Terluka Saat Gerebek Gudang Uang Palsu di BSD. (Posnews/Ist)

TANGERANG SELATAN, POSNEWS.CO.ID – Penggerebekan gudang yang diduga menjadi tempat produksi uang palsu di kawasan industri Taman Tekno BSD, Setu, Kota Tangerang Selatan, Banten, Jumat (21/8/2026) malam, berlangsung menegangkan.

Seorang perwira polisi, Kompol Yulianto Timang, terluka setelah terkena pecahan kaca ketika tim Polda Metro Jaya mengamankan lokasi.

Meski mengalami cedera, proses penindakan tetap berjalan hingga petugas menguasai area dan mengamankan empat orang yang kini menjalani pemeriksaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor D. Mackbon mengatakan luka yang dialami Yulianto menjadi bagian dari risiko dalam penegakan hukum.

Namun, kondisi tersebut tidak menghentikan petugas membongkar aktivitas yang diduga berkaitan dengan pemalsuan Rupiah.

“Kompol Yulianto mengalami luka akibat terkena pecahan kaca saat penggerebekan.”

360 Ribu Lembar Uang Palsu Terbongkar

Dari lokasi, penyidik menemukan 360.000 lembar uang kertas palsu pecahan Rp100.000.

Jika seluruh lembar tersebut benar-benar palsu dan memiliki nilai nominal seperti pecahan yang ditiru, total nominalnya mencapai Rp36 miliar.

Baca Juga :  Dua Oknum Konselor Siksa Anak Jalanan di Lubuklinggau, Korban Lompat dari Lantai 2

Namun, polisi menegaskan proses pemeriksaan barang bukti dan penyidikan masih berlangsung. Polda Metro Jaya juga memastikan uang tersebut belum sempat beredar di masyarakat.

Selain lembaran yang diduga uang palsu, petugas menyita berbagai perangkat yang diduga digunakan dalam proses produksi.

Barang bukti tersebut antara lain mesin cetak empat warna, mesin potong, printer, mesin pembuat plat film, mesin UV, tinta, plat cetak, laptop, telepon seluler, serta bahan baku kertas.

Temuan ini menunjukkan dugaan pemalsuan Rupiah tidak sekadar dilakukan secara sederhana.

Polisi kini harus membongkar siapa yang memasok bahan, siapa yang mengendalikan produksi, serta ke mana produk tersebut direncanakan diedarkan.

Empat Orang Diamankan, Jaringan Diburu

Polda Metro Jaya mengamankan empat orang dari lokasi. Penyidik masih memeriksa peran masing-masing untuk mengungkap konstruksi perkara secara utuh.

Penyidik juga menelusuri kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas. Pemeriksaan diarahkan pada asal bahan baku, proses produksi, kapasitas pembuatan, hingga kemungkinan jalur distribusi.

Langkah tersebut penting karena peredaran uang palsu bukan hanya merugikan masyarakat secara langsung.

Kejahatan ini juga dapat mengganggu kepercayaan terhadap Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah.

Bank Indonesia sebelumnya menegaskan bahwa uang Rupiah merupakan simbol kedaulatan negara. Karena itu, masyarakat memiliki peran penting dalam membantu mencegah peredaran uang palsu.

Baca Juga :  Bareskrim Sikat Kurir 12 Kg Sabu di Bakauheni Jaringan Malaysia, Terendus dari X-Ray

Warga Jangan Asal Terima Uang Tunai

Kasus ini menjadi pengingat bahwa masyarakat perlu lebih teliti ketika menerima uang, terutama dalam transaksi tunai bernilai besar.

Bank Indonesia mengajarkan metode 3D: Dilihat, Diraba, Diterawang untuk membantu masyarakat mengenali keaslian Rupiah.

Periksa warna dan unsur pengaman, rasakan bagian cetakan yang terasa kasar, kemudian terawang uang ke arah cahaya untuk melihat tanda air dan gambar saling isi atau rectoverso.

Jika menemukan uang yang diragukan keasliannya, jangan mengedarkannya kembali. Masyarakat sebaiknya meminta pemeriksaan melalui bank atau melaporkannya kepada pihak berwenang.

Bukan Sekadar Uang, Ini Menyangkut Kepercayaan Publik

Pengungkapan gudang tersebut patut diapresiasi karena aparat berhasil mencegah ratusan ribu lembar uang yang diduga palsu masuk ke peredaran.

Namun, pekerjaan polisi belum selesai. Membongkar tempat produksi hanya langkah awal.

Penyidik perlu mengejar aktor di baliknya, sumber modal, pemasok bahan, hingga calon jaringan distribusi.

Sebab, jika uang palsu berhasil beredar luas, masyarakat yang paling rentan menjadi korban. Karena itu, penegakan hukum harus berjalan tegas, sementara edukasi publik harus terus diperkuat.

Rupiah bukan sekadar alat transaksi. Menjaga keasliannya berarti ikut menjaga kepercayaan dan kedaulatan ekonomi Indonesia. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Uang Palsu Diduga Diproduksi di BSD, Empat Orang Diamankan Polisi
CCTV Bongkar Aksi Tetangga, 11 Emas Warga Sukmajaya Dicuri
Senggolan Motor Bikin Emosi! Anggota TNI AL Dikeroyok, 1 Pelaku Diciduk Polisi
Maut di Tol Jagorawi! Jeep Mercedes Hantam Trailer, 2 Orang Tewas
Peta Misterius Antar Bareskrim ke Semak, 1.400 Vape Etomidate Ditemukan
Miris! Korban KDRT di Pademangan Tunggu Kejelasan Kasus Sejak Maret
Bareskrim Bekuk Basri di Johor Bahru, Uang SGD dan Rekapan Narkoba Disita
Buruan Bareskrim Tertangkap! Basri Lewaimang Dibekuk di Johor Bahru

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:48 WIB

Penggerebekan Gudang Uang Palsu BSD Berujung Perwira Polisi Terluka

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:14 WIB

Uang Palsu Diduga Diproduksi di BSD, Empat Orang Diamankan Polisi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:23 WIB

CCTV Bongkar Aksi Tetangga, 11 Emas Warga Sukmajaya Dicuri

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Senggolan Motor Bikin Emosi! Anggota TNI AL Dikeroyok, 1 Pelaku Diciduk Polisi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:39 WIB

Maut di Tol Jagorawi! Jeep Mercedes Hantam Trailer, 2 Orang Tewas

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung . (Posnews/Kominfo)

JABODETABEK

Parkir Mobil di Jakarta Bisa Rp60 Ribu per Jam? Ini Kata Pramono

Minggu, 23 Agu 2026 - 11:57 WIB

Kebakaran melanda rumah tradisional di Kampung Adat Sade Lombok Tengah. (Posnews/Ist)

DAERAH

Kobaran Api Hantam Sade, Warisan Budaya Sasak dalam Ancaman

Minggu, 23 Agu 2026 - 07:32 WIB