Gegara Charger Hilang, Tiga ART di Bogor Diduga Aniaya Rekan Kerja hingga Tewas

Senin, 1 Juni 2026 - 16:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tewas. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Tewas. (Posnews/Ist)

BOGOR, POSNEWS.CO.ID – Polisi menguak motif di balik kematian asisten rumah tangga (ART) berinisial RR (26) di Perumahan Kota Wisata, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Tiga ART yang bekerja di rumah yang sama diduga menganiaya korban hingga tewas.

Hasil penyelidikan sementara menunjukkan kasus ini bermula dari hilangnya charger jam tangan milik majikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena barang tersebut tak kunjung ditemukan, para pelaku diduga melampiaskan kemarahan kepada RR yang mereka curigai mengetahui keberadaan charger tersebut.

Kapolsek Cileungsi Kompol Edison mengatakan, ketiga pelaku mulai menekan korban setelah pencarian charger tidak membuahkan hasil.

“Berdasarkan hasil penyelidikan awal, para pelaku diduga kesal karena korban tidak dapat menunjukkan keberadaan charger jam tangan milik majikan yang hilang,” ujar Edison, Senin, 1 Juni 2026.

Saat peristiwa terjadi, pemilik rumah sedang berada di luar kota. Setelah menerima laporan, personel Polsek Cileungsi langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Juga :  Misteri Kotoran Kubus Wombat: Keajaiban Biologis yang Aneh tapi Nyata

Dalam pemeriksaan di lokasi, penyidik menyita sejumlah barang yang diduga digunakan dalam aksi penganiayaan. Barang bukti yang diamankan antara lain ember, gayung, dan obat nyamuk semprot.

“Petugas telah mengamankan sejumlah barang bukti untuk kepentingan penyidikan,” kata Edison.

Hingga kini, penyidik masih memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti tambahan guna mengungkap rangkaian peristiwa secara menyeluruh.

“Penyidikan masih berjalan untuk memastikan seluruh fakta dan peran masing-masing pelaku,” tambahnya.

Disiksa karena Tidak Mengetahui Keberadaan Charger

Peristiwa tragis itu terjadi pada Rabu, 27 Mei 2026. Berdasarkan hasil penyelidikan, para pelaku lebih dulu menginterogasi RR terkait charger jam tangan yang hilang. Namun, korban mengaku tidak mengetahui keberadaan barang tersebut.

Jawaban itu diduga memicu emosi para pelaku. Salah satu pelaku bahkan mengancam akan menyiram korban dengan air panas jika charger tersebut tidak ditemukan.

Baca Juga :  Polri Tunggu Putusan MK Soal Syarat Masuk Polisi Wajib Sarjana

Ancaman itu kemudian berujung pada aksi kekerasan. Sekitar pukul 15.00 WIB, ketiga pelaku membawa korban ke kamar mandi rumah tersebut.

Di lokasi itu, para pelaku diduga secara bergantian menyiram tubuh RR dengan air panas hingga menyebabkan luka bakar serius dan kulit melepuh di sejumlah bagian tubuh.

Meski kondisi korban mengalami luka berat, para pelaku diduga tidak membawa RR ke rumah sakit. Mereka hanya memindahkan korban ke kamar ART dan memberikan penanganan seadanya.

Dalam beberapa hari berikutnya, kondisi korban terus memburuk. Hingga akhirnya pada Sabtu, 30 Mei 2026 sekitar pukul 19.30 WIB, RR ditemukan meninggal dunia di dalam kamar.

Kasus kematian ART di Cileungsi ini menyita perhatian publik karena dugaan penyiksaan yang dialami korban sebelum meninggal dunia.

Polisi kini terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap kronologi lengkap, motif, serta kemungkinan adanya tindak pidana lain dalam perkara tersebut. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Baku Tembak di Nduga Tewaskan Dua Orang, TNI Temukan Uang Rp88 Juta dan 18 HP
Operasi Patuh 2026 Segera Dimulai, Pengendara Lawan Arus Jadi Perhatian Polisi
Pesawat Asian One Air Keluar Landasan di Papua Tengah, 2 Anggota TNI Terluka
Detik-Detik BYD Atto 1 Tabrak Beruntun di Blok M, Pengemudi Ojol Patah Kaki
Kampung Ambon Kembali Digerebek, Polisi Sita 10 Senjata Tajam dan Airsoft Gun
Maut Mengintai di Balik Kabut Asap Sampit, 2 Pemotor Tewas Tabrakan dengan Truk
Terapis Pijat Panggilan Mengaku Dianiaya dan Diperas di Kamar Kontrakan Jakpus
Dua Pegawai Dapur MBG Sumenep Ditangkap, Ini Barang Bukti yang Disita Polisi

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:47 WIB

Baku Tembak di Nduga Tewaskan Dua Orang, TNI Temukan Uang Rp88 Juta dan 18 HP

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Operasi Patuh 2026 Segera Dimulai, Pengendara Lawan Arus Jadi Perhatian Polisi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Pesawat Asian One Air Keluar Landasan di Papua Tengah, 2 Anggota TNI Terluka

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Kampung Ambon Kembali Digerebek, Polisi Sita 10 Senjata Tajam dan Airsoft Gun

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Maut Mengintai di Balik Kabut Asap Sampit, 2 Pemotor Tewas Tabrakan dengan Truk

Berita Terbaru

Proyek megah pesisir Vingroup di Can Gio mengancam keberadaan hutan mangrove pelindung banjir Kota Ho Chi Minh. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan

Sabtu, 24 Okt 2026 - 14:36 WIB