BEKASI, POSNEWS.CO.ID – Suasana duka menyelimuti Kampung Pulo Kapuk, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Ledakan yang diduga dipicu kebocoran gas melukai enam orang dalam satu keluarga.
Tragedi itu terjadi pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Dua korban, Deni Setiawan (36) dan putranya, Raihan Alfarizky (7), meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Bekasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keduanya mengalami luka bakar lebih dari 90 persen.
Empat korban lainnya masih menjalani perawatan di dua rumah sakit. Polisi kini menangani kasus tersebut untuk mengetahui secara pasti penyebab ledakan.
Bermula dari Kebocoran Gas
Kerabat korban, Tami (55), mengatakan insiden bermula ketika Enah sedang memasak dan menghangatkan nasi.
Saat diduga mengetahui adanya kebocoran gas, Enah meminta bantuan menantunya. Namun, tidak lama kemudian terdengar ledakan keras dari dalam rumah.
Satgas Kesehatan Desa Mekarmukti, Suta (41), mengatakan sejumlah korban sudah berada di luar rumah ketika dirinya tiba. Mereka mengalami luka bakar dan membutuhkan pertolongan segera.
Enam korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit. Tiga korban dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi, sedangkan tiga lainnya menuju Rumah Sakit Sentra Medika.
Dua Korban Luka Bakar Lebih dari 90 Persen
Deni dan Raihan akhirnya meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis. Tingkat luka bakar keduanya disebut sangat parah, mencapai lebih dari 90 persen.
Sementara itu, Enah masih menjalani perawatan di ruang ICU RSUD Kabupaten Bekasi dengan luka bakar sekitar 90 persen.
Amelya Putri mengalami luka bakar pada tangan dan kaki dengan luas di bawah 50 persen. Sementara Buyin dan Aisah (15) dirawat di Rumah Sakit Sentra Medika. Aisah mengalami luka bakar pada kedua kakinya.
Jangan Abaikan Bau Gas
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat yang menggunakan LPG di rumah.
Jika mencium bau khas LPG, jangan langsung menyalakan api, menyalakan atau mematikan sakelar listrik, maupun menggunakan perangkat yang dapat memicu percikan.
Langkah aman yang dapat dilakukan adalah menjauhkan sumber api, membuka pintu dan jendela untuk membantu sirkulasi udara, serta segera keluar dari ruangan jika kondisi tidak aman.
Jangan mencoba memperbaiki kebocoran sendiri apabila tidak memiliki kemampuan yang memadai.
Kewaspadaan sangat penting karena gas yang bocor dan terkumpul di ruang tertutup dapat membentuk campuran yang mudah terbakar.
Satu sumber percikan saja berpotensi memicu kebakaran atau ledakan.
Polisi Selidiki Penyebab Ledakan
Hingga kini, kasus ledakan tersebut masih ditangani Polsek Cikarang Utara dan Polres Metro Bekasi.
Polisi perlu memastikan sumber kebocoran, kondisi peralatan LPG, serta rangkaian kejadian sebelum ledakan.
Dengan begitu, penyebab insiden dapat diketahui berdasarkan pemeriksaan dan bukti, bukan sekadar dugaan.
Tragedi Cikarang ini sekaligus menjadi pelajaran bahwa keselamatan penggunaan LPG tidak boleh dianggap sepele.
Begitu tercium bau gas yang tidak biasa, jangan mengambil risiko—utamakan keselamatan dan segera cari tempat aman. **
Editor : Hadwan














