Duka di Balik Kerusuhan Demo DPR, Pedagang Cermin Tak Terselamatkan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bambang Meninggal di Tengah Kerusuhan Pejompongan, Polisi Ungkap Kronologi. (Posnews/Humas PMJ)

Bambang Meninggal di Tengah Kerusuhan Pejompongan, Polisi Ungkap Kronologi. (Posnews/Humas PMJ)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kerusuhan yang pecah setelah aksi demonstrasi di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Kamis (27/8/2026) malam, menyisakan duka.

Seorang warga meninggal dunia setelah ditemukan dalam kondisi pingsan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Polda Metro Jaya membenarkan adanya satu korban meninggal dalam rangkaian kerusuhan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polisi menemukan korban ketika petugas melakukan evakuasi setelah situasi di lokasi dinilai cukup aman.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya warga tersebut.

“Pertama kami sampaikan belasungkawa, warga kita berpulang,” kata Budi, Jumat (28/8/2026).

Menurut Budi, petugas kesehatan Polda Metro Jaya menemukan seorang pria dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Korban kemudian dievakuasi ke RSAL Mintohardjo untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Jenazah selanjutnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.

Sosok Korban Pedagang Cermin

Informasi dari keluarga dan warga menyebut korban bernama Bambang Setiyawan, sekitar 59–60 tahun. Sehari-hari, Bambang berjualan cermin di pinggir Jalan Pejompongan Raya.

Baca Juga :  Hari Juang Polri 2025: Kapolri Berikan Santunan Veteran dan Resmikan Patung M. Jasin

Keterangan mengenai identitas dan usia korban di sejumlah sumber berbeda. Karena itu, penyebutan identitas sebaiknya tetap menunggu konfirmasi resmi keluarga maupun kepolisian.

Istri Bambang, Sudarsi, menceritakan bahwa suaminya sempat keluar rumah ketika kondisi sekitar mulai dipenuhi massa.

Keluarga kemudian kehilangan kontak dengan Bambang. Mereka mencari keberadaannya ke sejumlah rumah sakit, termasuk RS Pelni Petamburan, RSAL Mintohardjo, hingga RS Tarakan.

Titik terang muncul ketika anak Bambang kembali mendatangi RSAL Mintohardjo dengan membawa foto korban. Petugas kemudian memberi tahu bahwa pria yang dicari telah dibawa ke RS Polri.

Kabar berikutnya menjadi pukulan bagi keluarga. Bambang ternyata telah meninggal dunia.

Polisi: Penyebab Kematian Belum Dipastikan

Polda Metro Jaya belum menyimpulkan penyebab kematian Bambang.

Polisi sempat menawarkan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian secara lebih jelas. Namun, pihak keluarga menolak pemeriksaan tersebut dan telah membuat surat pernyataan.

Karena itu, informasi mengenai penyebab kematian harus disampaikan secara hati-hati.

Polisi telah memastikan korban ditemukan dalam kondisi pingsan saat proses evakuasi, tetapi belum menyatakan secara resmi bahwa kematiannya disebabkan oleh tindakan tertentu.

Kericuhan Meluas ke Pejompongan

Kerusuhan bermula setelah aksi penyampaian aspirasi di sekitar Gedung DPR/MPR RI berakhir. Polisi kemudian menghadapi massa lain yang masih bertahan dan melakukan tindakan perusakan.

Baca Juga :  KLM Fitri Jaya Terbalik di Pangkep, Cuaca Buruk Tewaskan Camat dan Relawan

Polda Metro Jaya menyebut perusakan fasilitas umum dan pembakaran di sekitar kawasan parlemen dilakukan kelompok yang disebut sebagai perusuh.

Polisi juga menegaskan massa AMPB yang sebelumnya berdialog dengan pimpinan DPR telah membubarkan diri secara tertib.

Kericuhan kemudian meluas ke sejumlah kawasan, termasuk Slipi dan Pejompongan. Sejumlah fasilitas publik dilaporkan rusak dan situasi membuat warga sekitar harus mencari tempat aman.

Di tengah kekacauan itulah Bambang ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Duka Warga di Tengah Kericuhan

Kematian Bambang menjadi pengingat keras bahwa kerusuhan tidak hanya berdampak pada peserta aksi maupun aparat.

Warga yang tidak terlibat pun dapat ikut menjadi korban ketika situasi keamanan kehilangan kendali.

Karena itu, penyampaian aspirasi harus tetap berjalan secara damai dan bertanggung jawab.

Sebaliknya, kekerasan, pengeroyokan, perusakan, maupun tindakan yang membahayakan warga hanya memperbesar korban dan memperpanjang masalah.

Kini, selain memastikan penyebab kematian Bambang, aparat juga memiliki pekerjaan penting untuk mengusut berbagai tindak kekerasan yang terjadi selama kerusuhan.

Aspirasi boleh diperjuangkan dengan lantang. Namun, keselamatan warga tidak boleh menjadi harga yang harus dibayar. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rumah Terbakar di Jakbar, Petugas Temukan Korban Meninggal di Kamar
Kerusuhan Demo DPR: 45 Orang Jadi Tersangka, 322 Massa di Ciduk Polisi
Dua Residivis Jadi Pemasok Narkoba Revaldo, Polisi Kejar Jaringan
Demo DPR 27 Agustus Berujung Kerusakan, Polda Metro Data Fasilitas Umum
Bareskrim Ciduk Yuwanky di Soetta, DPO Kasus Narkoba THM di Batam
Demo di DPR, 65 Orang Diamankan Polisi: Ada Bensin dan Botol Bersumbu
Demo 27 Agustus, 18.504 Personel Siaga di 6 Zona Jakarta
Jelang Demo 27 Agustus, Polisi Bubarkan Massa AMPB dari Gerbang DPR

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:29 WIB

Rumah Terbakar di Jakbar, Petugas Temukan Korban Meninggal di Kamar

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:18 WIB

Kerusuhan Demo DPR: 45 Orang Jadi Tersangka, 322 Massa di Ciduk Polisi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Duka di Balik Kerusuhan Demo DPR, Pedagang Cermin Tak Terselamatkan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:29 WIB

Dua Residivis Jadi Pemasok Narkoba Revaldo, Polisi Kejar Jaringan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 06:24 WIB

Demo DPR 27 Agustus Berujung Kerusakan, Polda Metro Data Fasilitas Umum

Berita Terbaru

PM Qatar mengunjungi Teheran untuk menghidupkan diplomasi, di tengah eskalasi tekanan ekonomi AS terhadap Iran dan perselisihan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Qatar Kunjungi Teheran Upayakan Diplomasi di Tengah Perang

Sabtu, 29 Agu 2026 - 11:00 WIB

AS mengalami kekurangan rudal pencegat Patriot di Eropa akibat perang Iran, memicu kekhawatiran kerentanan NATO terhadap potensi serangan Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Alami Kekurangan Rudal Patriot di Eropa Akibat Perang Iran

Sabtu, 29 Agu 2026 - 10:00 WIB

Penyidik KPK menggeledah kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa. (Posnews/Ist)

NASIONAL

KPK Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Disdik Kabupaten Bogor

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WIB

Trump menandatangani perintah eksekutif mengganti nama Danau Ontario menjadi

INTERNASIONAL

Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Lake America

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:00 WIB

Siswa SD Lampung Utara menemukan benda diduga peluru di dalam potongan daging menu Makan Bergizi Gratis. (Posnews/Ist)

NASIONAL

MBG Tak Cukup Bergizi, Keamanan Makanan Juga Wajib Dijaga

Sabtu, 29 Agu 2026 - 08:37 WIB