Kerusuhan Demo DPR: 45 Orang Jadi Tersangka, 322 Massa di Ciduk Polisi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin. (Posnews/Humas PMJ)

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin. (Posnews/Humas PMJ)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Riuh demonstrasi di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026), memang telah mereda. Namun, persoalan hukumnya belum selesai.

Sehari setelah kerusuhan, Polda Metro Jaya mengamankan 322 orang untuk menjalani pemeriksaan.

Dari jumlah tersebut, 45 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan perusakan fasilitas umum dan penganiayaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan penyidik memeriksa 71 orang dalam klaster dugaan perusakan dan penganiayaan.

Setelah mencocokkan keterangan saksi dengan alat bukti, penyidik menetapkan 45 orang sebagai tersangka.

“Berdasarkan alat bukti dan saksi yang kami periksa dalam proses penyidikan, saat ini kami sudah menetapkan 45 orang sebagai tersangka,” ujar Iman dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (28/8/2026).

322 Orang, 45 Berujung Status Tersangka

Polisi membagi orang-orang yang diamankan ke dalam sejumlah klaster untuk memetakan peran mereka.

Baca Juga :  Pria Tewas di Balkon Hotel The G, Diduga Jatuh dari Area Gondola Lantai 46

Selain klaster perusakan dan penganiayaan, polisi mengidentifikasi kelompok yang diduga melakukan kerusuhan, kelompok yang membawa senjata tajam, serta dugaan pihak yang berperan sebagai penggerak, pemberi pembiayaan, dan perekrut massa.

Fakta ini membuat proses penyidikan tidak berhenti pada orang yang berada di lapangan.

Polisi juga berupaya menelusuri bagaimana kerusuhan berkembang dan siapa saja yang diduga memiliki peran di baliknya.

Ratusan Anak Ikut Terseret

Salah satu sisi paling memprihatinkan muncul dari data usia.

Polda Metro Jaya menyebut 160 anak dan remaja ikut diamankan dalam rangkaian penanganan kerusuhan, sementara 162 lainnya merupakan kelompok dewasa.

Keterlibatan anak menjadi perhatian serius. Polisi bahkan mendalami dugaan adanya pihak yang mengeksploitasi anak untuk melakukan tindakan melawan hukum.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa kerusuhan massa tidak hanya menghadirkan risiko bagi aparat dan peserta aksi. Anak-anak pun dapat terseret ke dalam situasi yang berujung panjang.

Karena itu, pengawasan keluarga dan lingkungan menjadi penting. Anak seharusnya mendapatkan ruang aman untuk belajar dan berkembang, bukan terjebak dalam aksi kekerasan.

Baca Juga :  Bentrok TNI–Brimob Pecah Usai Final Bola di Buton Selatan, Aparat Luka dan Fasilitas Rusak

Sajam hingga Anak Panah Disita

Polisi juga menemukan berbagai benda yang diduga berkaitan dengan kerusuhan.

Barang yang disita antara lain golok, gunting, pisau, ketapel, mata panah, rantai besi, dan empat tongkat bambu. Polisi juga melaporkan penyitaan 19 anak panah dalam penanganan perkara tersebut.

Benda-benda tersebut kini menjadi bagian dari proses pembuktian.

Penyidik tetap perlu mengurai siapa yang membawa, menggunakan, serta bagaimana barang tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana.

Jangan Samakan Diamankan dengan Tersangka

Di tengah derasnya informasi mengenai penangkapan, publik perlu memahami satu hal penting. 322 orang yang diamankan tidak berarti semuanya menjadi tersangka.

Polisi menyatakan pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui keterlibatan dan peran masing-masing berdasarkan fakta serta alat bukti.

Dengan demikian, status hukum seseorang harus ditentukan berdasarkan hasil penyidikan, bukan sekadar keberadaannya di lokasi.

Prinsip ini penting agar penegakan hukum tetap adil sekaligus dapat dipertanggungjawabkan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rumah Terbakar di Jakbar, Petugas Temukan Korban Meninggal di Kamar
Duka di Balik Kerusuhan Demo DPR, Pedagang Cermin Tak Terselamatkan
Dua Residivis Jadi Pemasok Narkoba Revaldo, Polisi Kejar Jaringan
Demo DPR 27 Agustus Berujung Kerusakan, Polda Metro Data Fasilitas Umum
Bareskrim Ciduk Yuwanky di Soetta, DPO Kasus Narkoba THM di Batam
Demo di DPR, 65 Orang Diamankan Polisi: Ada Bensin dan Botol Bersumbu
Demo 27 Agustus, 18.504 Personel Siaga di 6 Zona Jakarta
Jelang Demo 27 Agustus, Polisi Bubarkan Massa AMPB dari Gerbang DPR

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:29 WIB

Rumah Terbakar di Jakbar, Petugas Temukan Korban Meninggal di Kamar

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:18 WIB

Kerusuhan Demo DPR: 45 Orang Jadi Tersangka, 322 Massa di Ciduk Polisi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Duka di Balik Kerusuhan Demo DPR, Pedagang Cermin Tak Terselamatkan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:29 WIB

Dua Residivis Jadi Pemasok Narkoba Revaldo, Polisi Kejar Jaringan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 06:24 WIB

Demo DPR 27 Agustus Berujung Kerusakan, Polda Metro Data Fasilitas Umum

Berita Terbaru

PM Qatar mengunjungi Teheran untuk menghidupkan diplomasi, di tengah eskalasi tekanan ekonomi AS terhadap Iran dan perselisihan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Qatar Kunjungi Teheran Upayakan Diplomasi di Tengah Perang

Sabtu, 29 Agu 2026 - 11:00 WIB

AS mengalami kekurangan rudal pencegat Patriot di Eropa akibat perang Iran, memicu kekhawatiran kerentanan NATO terhadap potensi serangan Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Alami Kekurangan Rudal Patriot di Eropa Akibat Perang Iran

Sabtu, 29 Agu 2026 - 10:00 WIB

Penyidik KPK menggeledah kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa. (Posnews/Ist)

NASIONAL

KPK Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Disdik Kabupaten Bogor

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WIB

Trump menandatangani perintah eksekutif mengganti nama Danau Ontario menjadi

INTERNASIONAL

Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Lake America

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:00 WIB

Siswa SD Lampung Utara menemukan benda diduga peluru di dalam potongan daging menu Makan Bergizi Gratis. (Posnews/Ist)

NASIONAL

MBG Tak Cukup Bergizi, Keamanan Makanan Juga Wajib Dijaga

Sabtu, 29 Agu 2026 - 08:37 WIB