Dua Residivis Jadi Pemasok Narkoba Revaldo, Polisi Kejar Jaringan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi. (Posnews/Humas Polres Metro Jakbar)

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi. (Posnews/Humas Polres Metro Jakbar)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Upaya polisi membongkar kasus narkotika yang menjerat aktor Revaldo Fifaldi memasuki babak baru.

Dua pria yang diduga menjadi pemasoknya, HS (31) dan FB (41), kini ditangkap Polres Metro Jakarta Barat.

Keduanya diamankan pada Rabu (26/8/2026) di lokasi berbeda di Jakarta Pusat. HS ditangkap di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, sedangkan FB diringkus di kawasan Palmerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari penangkapan HS, polisi menyita sabu, alat konsumsi narkotika, serta tiga telepon seluler yang diduga digunakan untuk berkomunikasi dengan Revaldo.

Penyidik kemudian mengembangkan kasus hingga menangkap FB yang disebut sebagai pemasok HS.

Pertemuan di Tempat Rehabilitasi

Kasus ini memiliki sisi yang cukup ironis. Polisi menyebut Revaldo dan HS justru pernah berada di lingkungan rehabilitasi narkotika yang sama di wilayah Bogor.

Saat itu, istri HS juga menjalani rehabilitasi di lokasi tersebut. Pertemuan terjadi ketika keluarga HS datang menjenguk.

Setelah keluar dari tempat rehabilitasi, komunikasi antara HS dan Revaldo kembali berlanjut.

Baca Juga :  Open House Istana Lebaran 2026 Dibuka, 5.000 Warga Bisa Hadir Mulai Pukul 12.00 WIB

Keduanya kemudian bertemu dalam acara peluncuran film. Dari pertemuan itu, komunikasi semakin intens hingga polisi menduga hubungan tersebut berkembang menjadi akses terhadap narkotika.

Tiga Kali Gratis, Kemudian Membeli

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi mengungkapkan, HS disebut sempat memberikan narkotika kepada Revaldo secara cuma-cuma sebanyak tiga kali.

Polisi kemudian menemukan satu transaksi pembelian. Dalam transaksi tersebut, Revaldo disebut membeli 0,5 gram sabu seharga Rp650 ribu.

Menurut polisi, lingkungan pergaulan kembali menjadi salah satu faktor yang membuat Revaldo terjerat setelah sebelumnya menjalani rehabilitasi.

Kasus ini sekaligus memperlihatkan bahwa proses pemulihan dari ketergantungan tidak berhenti ketika seseorang keluar dari tempat rehabilitasi.

Lingkungan, relasi sosial, dan akses terhadap narkotika tetap menjadi tantangan serius.

Dua Pemasok Ternyata Residivis

Polisi juga menemukan fakta lain. HS dan FB disebut bukan pemain baru dalam bisnis narkotika.

HS pernah ditangkap Polres Metro Jakarta Barat pada 2017 dan menjalani hukuman 6,5 tahun penjara. Sementara FB juga pernah dihukum tujuh tahun dalam perkara narkotika.

Meski pernah menjalani hukuman, keduanya diduga kembali masuk ke jaringan peredaran narkotika.

Baca Juga :  Tabrak Pedagang Buah hingga Terpental di Kalimalang, Sopir Pajero Diciduk Polisi

Fakta ini menjadi pengingat bahwa pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dengan menangkap pengguna. Polisi juga harus membongkar rantai pasokan dari pengedar hingga pemasok di atasnya.

Polisi Kejar Jaringan yang Lebih Besar

Polres Metro Jakarta Barat masih mengembangkan perkara tersebut. Penyidik tidak hanya mendalami hubungan HS dan FB dengan Revaldo, tetapi juga mencari kemungkinan adanya pengguna lain yang memperoleh narkotika dari jaringan tersebut.

Polisi bahkan membuka kemungkinan menelusuri pengguna dari berbagai kalangan profesi jika bukti mengarah ke sana.

Langkah ini penting agar pengungkapan kasus tidak berhenti pada satu nama. Sebab, setiap jaringan peredaran memiliki rantai yang saling terhubung.

Narkoba tidak selalu masuk melalui pintu yang terlihat mencurigakan. Kadang, akses justru muncul dari perkenalan, pergaulan, atau lingkungan yang dianggap aman.

Karena itu, pemulihan harus dibarengi lingkungan yang sehat dan dukungan yang konsisten. Sementara bagi aparat, memburu pemasok menjadi kunci untuk memutus mata rantai peredaran.

Kasus Revaldo kembali menunjukkan satu hal: keluar dari rehabilitasi bukan akhir perjuangan.

Menjauh dari lingkungan dan akses narkotika menjadi bagian penting untuk benar-benar kembali ke kehidupan yang lebih sehat. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Ciduk Yuwanky di Soetta, DPO Kasus Narkoba THM di Batam
Demo di DPR, 65 Orang Diamankan Polisi: Ada Bensin dan Botol Bersumbu
Demo 27 Agustus, 18.504 Personel Siaga di 6 Zona Jakarta
Jelang Demo 27 Agustus, Polisi Bubarkan Massa AMPB dari Gerbang DPR
Emas Ilegal Dimurnikan di Penjaringan, Bareskrim Sita Uang Rp60 Juta
Empat Kali Pesan dari Inggris, Warga Bekasi Terjerat Kasus Permen THC
Sabu Rp650 Ribu Jadi Petunjuk, Pemasok Revaldo Diburu
Geger! Jasad Pria Ditemukan Hangus di Tempat Limbah Kayu Tambun

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:29 WIB

Dua Residivis Jadi Pemasok Narkoba Revaldo, Polisi Kejar Jaringan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:29 WIB

Bareskrim Ciduk Yuwanky di Soetta, DPO Kasus Narkoba THM di Batam

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:45 WIB

Demo di DPR, 65 Orang Diamankan Polisi: Ada Bensin dan Botol Bersumbu

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:50 WIB

Demo 27 Agustus, 18.504 Personel Siaga di 6 Zona Jakarta

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Jelang Demo 27 Agustus, Polisi Bubarkan Massa AMPB dari Gerbang DPR

Berita Terbaru

Drone Ukraina menghanguskan gudang Wildberries dan kilang minyak Lukoil di Rusia, sementara Zelenskyy menganugerahi Elon Musk Order of Freedom. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Drone Ukraina Hanguskan Gudang Wildberries di Rusia

Jumat, 28 Agu 2026 - 10:20 WIB

Direktur CIA John Ratcliffe bertemu pejabat intelijen Rusia di Moskow tanpa menemui Putin, dalam kunjungan yang Trump sebut semi-rutin. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Direktur CIA Bertemu Intelijen Rusia di Moskow, Tak Temui Putin

Jumat, 28 Agu 2026 - 09:28 WIB

Trump klaim AS tidak butuh Kanada, padahal negaranya bergantung pada minyak, aluminium, dan potash Kanada dalam jumlah besar. Dok: Reuters/Jonathan Ernst.

INTERNASIONAL

Trump Klaim AS Tak Butuh Kanada, Padahal Bergantung

Jumat, 28 Agu 2026 - 08:26 WIB