POSNEWS.CO.ID, TOKYO — Kapal perusak Pasukan Bela Diri Jepang, Chokai, kembali ke pangkalan asalnya di Sasebo, Prefektur Nagasaki, Jepang bagian barat daya, pada Minggu. Kepulangan ini menyusul keberhasilan uji tembak langsung rudal jelajah Tomahawk di lepas pantai Amerika Serikat.
Jepang akan mengerahkan Chokai ke perairan sekitar negaranya dengan kemampuan menembakkan rudal Tomahawk buatan AS. Kemampuan ini memungkinkan Jepang menyerang pangkalan musuh sebagai langkah bela diri. Perubahan besar ini tetap berada dalam batas konstitusi pasifis negara tersebut.
Chokai Jadi Kapal Pertama Uji Tembak Tomahawk
Chokai menjadi kapal Pasukan Bela Diri Maritim pertama yang melakukan uji tembak rudal Tomahawk. Awak kapal menjalankan uji coba itu pada Juli lalu di Samudra Pasifik lepas pantai Amerika Serikat. Jepang sebelumnya mengirim kapal tersebut ke AS untuk menjalani modifikasi yang diperlukan demi memperoleh kemampuan peluncuran rudal itu.
Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan uji coba tersebut memvalidasi dua hal. Pertama, keberhasilan integrasi sistem rudal Tomahawk di kapal. Kedua, kemampuan awak kapal menjalankan operasi peluncuran secara langsung. Amerika Serikat turut mendukung uji coba ini dengan menyediakan wilayah pengujian. AS juga memantau lalu lintas kapal dan pesawat di sekitar lokasi.
Dengan pencapaian ini, Jepang kini menyandang status negara ketiga di luar Amerika Serikat yang berhasil menembakkan rudal Tomahawk dari kapal permukaan, setelah Australia dan Belanda.
Seluruh Kapal Perusak Aegis Bakal Dilengkapi Tomahawk
Pasukan Bela Diri Maritim akan secara bertahap melengkapi delapan kapal perusak Aegis miliknya dengan rudal Tomahawk, menurut Kementerian Pertahanan. Pemerintah Jepang telah menyetujui anggaran sekitar 113,6 miliar yen atau sekitar USD 694 juta hingga tahun fiskal 2026. Dana ini akan memasang kemampuan tersebut pada lima kapal, yakni Chokai, Kirishima, Haguro, Myoko, dan Atago.
Jepang telah memulai pekerjaan pada Haguro dan Kirishima sejak tahun fiskal 2025. Atago dan Myoko akan menyusul pada tahun fiskal 2026. Anggaran tahun fiskal 2027 dan seterusnya akan menentukan nasib tiga kapal sisanya.
Bagian dari Penguatan Pertahanan di Tengah Lingkungan Keamanan yang Makin Berat
Jepang terus memperkuat pertahanannya seiring lingkungan keamanan kawasan yang makin berat. Perolehan kemampuan menyerang balik menjadi bagian dari upaya tersebut.
Pasukan Bela Diri Jepang kini juga dapat meluncurkan rudal panduan permukaan-ke-kapal Type-25 dari sebuah kamp di Prefektur Kumamoto, dekat Nagasaki. Selain itu, pasukan ini mengoperasikan rudal luncur hipersonik Type-25 dari sebuah kamp di Prefektur Shizuoka, Jepang bagian tengah.
Pasukan Bela Diri Jepang juga telah mulai menerima pengiriman rudal jelajah Joint Strike Missile berjarak jauh. Rudal ini akan memperkuat armada jet tempur Jepang.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia















