Modi Desak Putin Akhiri Perang Ukraina, Tegaskan India Dukung

Selasa, 1 September 2026 - 12:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PM India Narendra Modi mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin mengakhiri perang Ukraina demi kemanusiaan, sembari menegaskan dukungan India pada setiap upaya perdamaian. Dok: Istimewa.

PM India Narendra Modi mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin mengakhiri perang Ukraina demi kemanusiaan, sembari menegaskan dukungan India pada setiap upaya perdamaian. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, BISHKEK — Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin bahwa perang di Ukraina perlu segera berakhir demi kemanusiaan. Modi menegaskan New Delhi akan mendukung setiap upaya damai untuk menghentikan pertempuran tersebut.

Modi menyampaikan pernyataan ini saat membuka pembicaraan dengan Putin di ibu kota Kirgistan, Bishkek. Ia menyapa Putin sebagai “sahabat saya” dan memuji hubungan ekonomi kedua negara yang terus tumbuh. Menurutnya, hubungan tersebut berpedoman pada kepentingan kedua negara di atas segalanya.

Baca Juga :  Ukraina Siap Berbagi Keahlian Drone Tempur dengan Jepang

India Jadi Salah Satu Pembeli Terbesar Minyak Rusia

Bersama China, India merupakan salah satu pembeli minyak Rusia terbesar di dunia. Pembelian ini membantu Moskow mengisi kembali anggaran negaranya sejak mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina pada 2022. Sejak saat itu, negara-negara Barat menjatuhkan sanksi besar-besaran terhadap Rusia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Modi Tegaskan Dukungan Penuh untuk Perdamaian

Menurut transkrip resmi Kremlin, Modi menyampaikan kepada Putin di sela KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai bahwa India mendukung seluruh upaya perdamaian terkait konflik ini. Ia menegaskan dukungan tersebut akan terus berlanjut ke depan.

Modi menambahkan bahwa setiap hari perang berlanjut, kemanusiaan pada dasarnya mundur satu langkah. Sebaliknya, setiap langkah menuju perdamaian memberi harapan nyata bagi seluruh umat manusia. Ia menekankan pentingnya beralih dari perang tanpa akhir menuju penghentian permusuhan sepenuhnya. Modi sebelumnya memang berulang kali menyatakan keinginannya melihat penyelesaian damai untuk Ukraina.

Baca Juga :  Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas

Kremlin Tegaskan Syarat Sepihak untuk Akhiri Perang

Kremlin berulang kali menegaskan Rusia hanya bersedia mengakhiri perang dengan syaratnya sendiri. Namun, Ukraina selama ini menolak syarat tersebut sebagai tuntutan menyerah yang tidak dapat diterima.

Usai pertemuan, kantor berita negara Rusia, TASS, melaporkan bahwa Putin memberikan pengarahan kepada Modi soal perkembangan “operasi militer khusus”. Istilah ini sendiri menjadi sebutan resmi Rusia untuk aksinya di Ukraina.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Terhadap Pipa Minyak Arab Saudi dan Kapal Teluk
Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa
Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 07:24 WIB

Serangan Terhadap Pipa Minyak Arab Saudi dan Kapal Teluk

Selasa, 15 September 2026 - 06:19 WIB

Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 September 2026 - 13:30 WIB

Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda

Berita Terbaru

Serangan terhadap jalur pipa minyak Arab Saudi dan Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak di atas $100 per barel. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Terhadap Pipa Minyak Arab Saudi dan Kapal Teluk

Selasa, 15 Sep 2026 - 07:24 WIB

 PM Kanada Mark Carney jajaki status anggota asosiasi Uni Eropa di tengah eskalasi perang dagang dengan Amerika Serikat era Donald Trump. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa

Selasa, 15 Sep 2026 - 06:19 WIB

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Posnews/KPK)

NASIONAL

KPK OTT BPN Bogor: 17 Orang Diamankan, Nama Summarecon Mencuat

Selasa, 15 Sep 2026 - 05:40 WIB