POSNEWS.CO.ID, JAKARTA — MSI menghadirkan laptop gaming Katana 15 HX C14W dengan pilihan memori DDR4 maupun DDR5. Langkah ini menjadi siasat perusahaan menekan biaya di tengah melonjaknya harga memori DDR5.
Idealnya, memori berbasis DDR5 menjadi standar untuk laptop gaming terbaru. Namun, kondisi pasar justru memaksa produsen kembali melirik teknologi yang lebih tua. MSI pun mengambil langkah tersebut lewat Katana 15 HX C14W, sebuah keputusan yang tidak biasa untuk laptop gaming di tahun 2026.
Spesifikasi Katana 15 HX C14W
Dari segi spesifikasi, MSI membekali Katana 15 HX C14W dengan prosesor Intel Core i9-14900HX berbekal 24 core dan 32 thread. Perusahaan memadukannya dengan GPU laptop NVIDIA GeForce RTX 5070.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, laptop ini bisa dikonfigurasi menggunakan dua slot DDR4 atau DDR5 hingga kapasitas 96GB. Menariknya, pasar sejauh ini belum menawarkan kepingan 48GB DDR4 SO-DIMM. Karena itu, sejumlah pihak menilai konfigurasi tersebut sulit tercapai hanya dengan dua slot memori, atau bisa jadi merupakan kesalahan penulisan spesifikasi.
Harga DDR5 Melonjak Tajam
Opsi DDR4 ini menjadi semakin menarik akibat besarnya selisih harga dengan DDR5 saat ini. Data pasar menunjukkan harga rata-rata sejumlah kit DDR5 32GB di Amerika Serikat mencapai USD 400 pada Juli 2025. Sementara itu, kapasitas lain seperti 48GB dan 64GB juga ikut mengalami kenaikan harga.
Bahkan, DDR4 yang seharusnya menjadi memori murah pun mulai terdampak kelangkaan. Prediksi pasar menunjukkan harganya bisa naik lebih dari 50 persen pada kuartal ketiga 2026. Dengan kata lain, MSI tidak kembali ke DDR4 karena keunggulan teknologinya, melainkan karena biaya DDR5 sudah menjadi masalah besar yang akan memengaruhi harga perangkat secara keseluruhan.
Permintaan AI dan Pusat Data Jadi Pemicu
Situasi ini tidak lepas dari perubahan besar dalam industri memori. Permintaan DRAM meningkat seiring kapasitas produksi yang juga harus memenuhi kebutuhan infrastruktur AI dan pusat data. Akibatnya, segmen konsumen turut terkena dampaknya.
Karena itu, laptop gaming yang selama beberapa tahun terakhir bergerak menuju DDR5 kini kesulitan menekan harga jualnya.
Konsekuensi bagi Gamer
Bagi gamer sendiri, penggunaan DDR4 pada laptop gaming tetap membawa konsekuensi tersendiri. Pasalnya, DDR5 menawarkan bandwidth lebih tinggi dan menjadi pilihan yang lebih masuk akal untuk memainkan game-game baru.
Meski begitu, peningkatan performa tersebut ternyata tidak selalu sebanding dengan lonjakan harga yang harus konsumen bayar. Pasalnya, kartu grafis tetap menjadi komponen utama penentu performa gaming.
Berkat kekuatan yang RTX 5070 tawarkan, penghematan biaya pada RAM memungkinkan produsen mempertahankan harga laptop agar tetap kompetitif. Namun, konsumen yang memilih konfigurasi DDR4 harus menerima platform memori yang makin tertinggal. Selain itu, mereka juga menghadapi kemungkinan jalur upgrade yang lebih terbatas dibandingkan laptop berbasis DDR5.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia














