WISCONSIN, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghentikan wawancara secara sepihak dengan stasiun televisi NBC pada hari Minggu. Sebab, ia merasa sangat geram setelah pembawa acara Kristen Welker mencecar klaim palsu mengenai kecurangan pemilu.
“Kamu adalah jaringan media yang sepihak dan curang,” teriak Trump kepada Welker sebelum berdiri meninggalkan lokasi wawancara. Akibatnya, kru kamera terpaksa menghentikan proses rekaman yang berlangsung di sebuah pertanian di Wisconsin tersebut.
Gangguan Cuaca Buruk di Tengah Pertanian
Sementara itu, panitia menyelenggarakan wawancara luar ruangan ini dengan latar belakang traktor dan tumpukan jerami. Namun, hujan badai yang sangat deras tiba-tiba mengguyur atap lokasi wawancara hingga mengganggu kualitas rekaman suara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Welker sempat menawarkan untuk menghentikan sementara sesi tanya jawab tersebut demi keselamatan kru teknis. Akan tetapi, Trump menolak usulan tersebut dan mendesak agar wawancara tetap berjalan di tengah gemuruh petir.
“Masyarakat pasti akan memahami situasi ini karena kita sedang berada di sebuah pertanian,” jawab Trump secara santai. Dengan demikian, tim teknis terus melanjutkan perekaman meskipun angin kencang berulang kali mengguncang peralatan mikrofon.
Perdebatan Sengit Mengenai Dana Kompensasi
Ketegangan mulai memuncak saat Welker mempertanyakan strategi perang Trump di Iran serta kepemilikan senjata nuklir. Oleh karena itu, Trump menuduh Welker memiliki pandangan politik yang terlalu liberal dan progresif.
Hubungan kedua pihak semakin memanas ketika pembahasan beralih ke program dana kompensasi korban penegakan hukum partisan. Sebab, Trump berencana menggunakan uang pajak negara untuk membiayai para pendukungnya yang mendekam di penjara.
Welker menegaskan bahwa lembaga hukum tidak menemukan bukti nyata mengenai penyalahgunaan wewenang pada era Joe Biden. Sebaliknya, Trump menuduh Welker sebagai bagian dari media kotor yang sengaja melindungi kebohongan pemerintah lama.
Aksi Walk Out Usai Pertanyaan Kecurangan Pemilu
Puncak amarah Trump meledak saat Welker meminta bukti konkret atas klaim kecurangan pemilu tahun 2020 silam. Selain itu, Trump juga mengeklaim bahwa hasil pemilu primer di California baru-baru ini telah direkayasa.
Welker tetap bertahan pada posisinya dan terus mendesak Trump untuk memaparkan data pendukung secara jujur. Akibatnya, Trump kehilangan kesabaran dan melontarkan makian kasar secara pribadi kepada jurnalis senior tersebut.
“Kamu pilihannya hanya antara curang atau bodoh,” tegas Trump sebelum akhirnya berjalan keluar dari jangkauan kamera. Pada akhirnya, Welker mengonfirmasi bahwa Trump telah menyetujui jadwal wawancara ulang untuk memperbaiki rekaman yang terputus tersebut.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa












