MSI Hadirkan Laptop Gaming Katana 15 HX dengan Opsi DDR4

Rabu, 2 September 2026 - 06:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MSI menghadirkan laptop gaming Katana 15 HX C14W dengan opsi memori DDR4 dan DDR5 untuk menyiasati lonjakan harga memori akibat permintaan AI dan pusat data. Dok: Istimewa.

MSI menghadirkan laptop gaming Katana 15 HX C14W dengan opsi memori DDR4 dan DDR5 untuk menyiasati lonjakan harga memori akibat permintaan AI dan pusat data. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, JAKARTA — MSI menghadirkan laptop gaming Katana 15 HX C14W dengan pilihan memori DDR4 maupun DDR5. Langkah ini menjadi siasat perusahaan menekan biaya di tengah melonjaknya harga memori DDR5.

Idealnya, memori berbasis DDR5 menjadi standar untuk laptop gaming terbaru. Namun, kondisi pasar justru memaksa produsen kembali melirik teknologi yang lebih tua. MSI pun mengambil langkah tersebut lewat Katana 15 HX C14W, sebuah keputusan yang tidak biasa untuk laptop gaming di tahun 2026.

Spesifikasi Katana 15 HX C14W

Dari segi spesifikasi, MSI membekali Katana 15 HX C14W dengan prosesor Intel Core i9-14900HX berbekal 24 core dan 32 thread. Perusahaan memadukannya dengan GPU laptop NVIDIA GeForce RTX 5070.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, laptop ini bisa dikonfigurasi menggunakan dua slot DDR4 atau DDR5 hingga kapasitas 96GB. Menariknya, pasar sejauh ini belum menawarkan kepingan 48GB DDR4 SO-DIMM. Karena itu, sejumlah pihak menilai konfigurasi tersebut sulit tercapai hanya dengan dua slot memori, atau bisa jadi merupakan kesalahan penulisan spesifikasi.

Baca Juga :  Kisah Alex si Burung Nuri yang Mengubah Pandangan Dunia Sains

Harga DDR5 Melonjak Tajam

Opsi DDR4 ini menjadi semakin menarik akibat besarnya selisih harga dengan DDR5 saat ini. Data pasar menunjukkan harga rata-rata sejumlah kit DDR5 32GB di Amerika Serikat mencapai USD 400 pada Juli 2025. Sementara itu, kapasitas lain seperti 48GB dan 64GB juga ikut mengalami kenaikan harga.

Bahkan, DDR4 yang seharusnya menjadi memori murah pun mulai terdampak kelangkaan. Prediksi pasar menunjukkan harganya bisa naik lebih dari 50 persen pada kuartal ketiga 2026. Dengan kata lain, MSI tidak kembali ke DDR4 karena keunggulan teknologinya, melainkan karena biaya DDR5 sudah menjadi masalah besar yang akan memengaruhi harga perangkat secara keseluruhan.

Permintaan AI dan Pusat Data Jadi Pemicu

Situasi ini tidak lepas dari perubahan besar dalam industri memori. Permintaan DRAM meningkat seiring kapasitas produksi yang juga harus memenuhi kebutuhan infrastruktur AI dan pusat data. Akibatnya, segmen konsumen turut terkena dampaknya.

Baca Juga :  Cara Pabrik Memisahkan CPO dan Inti Sawit (Kernel)

Karena itu, laptop gaming yang selama beberapa tahun terakhir bergerak menuju DDR5 kini kesulitan menekan harga jualnya.

Konsekuensi bagi Gamer

Bagi gamer sendiri, penggunaan DDR4 pada laptop gaming tetap membawa konsekuensi tersendiri. Pasalnya, DDR5 menawarkan bandwidth lebih tinggi dan menjadi pilihan yang lebih masuk akal untuk memainkan game-game baru.

Meski begitu, peningkatan performa tersebut ternyata tidak selalu sebanding dengan lonjakan harga yang harus konsumen bayar. Pasalnya, kartu grafis tetap menjadi komponen utama penentu performa gaming.

Berkat kekuatan yang RTX 5070 tawarkan, penghematan biaya pada RAM memungkinkan produsen mempertahankan harga laptop agar tetap kompetitif. Namun, konsumen yang memilih konfigurasi DDR4 harus menerima platform memori yang makin tertinggal. Selain itu, mereka juga menghadapi kemungkinan jalur upgrade yang lebih terbatas dibandingkan laptop berbasis DDR5.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa
Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 06:19 WIB

Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 September 2026 - 13:30 WIB

Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Berita Terbaru

 PM Kanada Mark Carney jajaki status anggota asosiasi Uni Eropa di tengah eskalasi perang dagang dengan Amerika Serikat era Donald Trump. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa

Selasa, 15 Sep 2026 - 06:19 WIB

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Posnews/KPK)

NASIONAL

KPK OTT BPN Bogor: 17 Orang Diamankan, Nama Summarecon Mencuat

Selasa, 15 Sep 2026 - 05:40 WIB

Ilustrasi, langit berawan menyelimuti kawasan Jabodetabek pada Selasa 15 September 2026.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Cuaca Jakarta hingga Bekasi Berawan, Suhu Capai 36°C

Selasa, 15 Sep 2026 - 05:27 WIB