Mayat Wanita dalam Kardus di Bandung, Polisi Periksa CCTV

Selasa, 1 September 2026 - 14:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tewas (Posnews/Istimewa)

Ilustrasi, Tewas (Posnews/Istimewa)

BANDUNG, POSNEWS.CO.ID – Sebuah kardus yang awalnya terlihat seperti barang biasa mendadak berubah menjadi sumber kepanikan warga di Jalan Terusan Suryani, Kelurahan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Selasa (1/9/2026).

Dari balik kardus itu, tangan manusia terlihat menyembul.

Warga yang menyadari kejanggalan tersebut langsung melapor. Setelah diperiksa, kardus itu ternyata berisi jasad yang diduga seorang perempuan. Temuan tersebut sontak menggemparkan warga sekitar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lokasi penemuan berada di depan gerbang sebuah pabrik kosong di kawasan Jalan Soekarno Hatta.

Tim Inafis Satreskrim Polrestabes Bandung kemudian mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Warga Curiga Melihat Kardus Digelindingkan

Saksi bernama Mukhtar (45) mengaku melihat aktivitas mencurigakan sebelum jasad ditemukan.

Menurut Mukhtar, seorang pria terlihat membawa sesuatu kemudian menggelindingkan kardus di sekitar lokasi. Gerak-gerik tersebut membuatnya penasaran.

Rasa curiga itu akhirnya mendorong Mukhtar mendekat.

Namun, ia justru dikejutkan oleh sesuatu yang tidak pernah diduganya. Dari kardus tersebut terlihat bagian tubuh manusia.

Baca Juga :  Diskon Tambah Daya PLN 50 Persen HUT Jakarta 2026, Cek Syarat dan Caranya

Mukhtar kemudian melaporkan temuan itu kepada aparat setempat. Sementara pria yang diduga meletakkan kardus tersebut sudah meninggalkan lokasi.

Kesaksian tersebut kini menjadi salah satu informasi penting bagi polisi untuk mengungkap siapa yang membawa jasad tersebut dan dari mana asalnya.

Ditemukan Sekitar Pukul 11.00 WIB

Anggota Linmas setempat menyebut penemuan jasad pertama kali diketahui sekitar pukul 11.00 WIB.

Saat warga menemukan kardus tersebut, kondisi jasad berada di dalam bungkusan dan bagian tangan terlihat dari luar.

Petugas kemudian memasang pengamanan di sekitar lokasi agar proses penyelidikan tidak terganggu.

Warga yang penasaran juga berdatangan. Namun, polisi tetap melakukan pemeriksaan secara hati-hati untuk menjaga kondisi TKP.

Polisi Kejar Petunjuk CCTV

Kasus tersebut kini ditangani Unit Reskrim Polsek Babakan Ciparay bersama Satreskrim Polrestabes Bandung.

Penyidik mengumpulkan keterangan saksi sekaligus menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi.

Langkah tersebut menjadi penting karena kesaksian warga menyebut adanya seorang pria yang diduga meletakkan kardus sebelum meninggalkan tempat kejadian.

Baca Juga :  Polemik Ceramah JK Memanas, Ade Armando dan Abu Janda Dilaporkan ke Polisi

Polisi juga masih berupaya memastikan identitas korban, kronologi kematian, serta penyebab korban meninggal dunia.

Jasad korban telah dievakuasi oleh petugas Inafis dan dibawa ke RS Sartika Asih untuk menjalani autopsi.

Hasil pemeriksaan medis diharapkan dapat memberikan petunjuk penting mengenai penyebab kematian.

Identitas dan Penyebab Kematian Masih Misterius

Hingga kini, polisi belum mengungkap identitas korban maupun memastikan penyebab kematiannya.

Karena itu, dugaan mengenai bagaimana korban meninggal dan siapa yang bertanggung jawab masih terlalu dini untuk disimpulkan.

Penyidik kini bekerja dari sejumlah petunjuk, mulai dari kondisi jasad, hasil autopsi, keterangan saksi hingga rekaman CCTV.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak menyentuh atau memindahkan barang mencurigakan yang ditemukan di ruang publik.

Jika menemukan sesuatu yang tidak wajar, langkah paling aman adalah menjauh, mengamankan area sekitar bila memungkinkan, lalu segera melapor kepada kepolisian atau aparat setempat.

Sementara itu, warga Bandung kini menunggu jawaban atas satu pertanyaan besar: siapa yang membawa jasad tersebut dan mengapa tubuh korban ditinggalkan dalam kardus di pinggir jalan? **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Luka Tembak dan Sangkur di Tubuh Bharada Valdo, Keluarga Menanti Jawaban Polisi
Perjalanan Wisata Berujung Duka, Bus Chandra Jaya Kecelakaan di Tol Ngawi
Tersembunyi di Gua Maybrat, Senjata Caracal dan 17 Peluru Ditemukan TNI
Malam Berujung Petaka di Kendal, Duel 2 Pria di Rumah Perempuan Berakhir Maut
Es Buah yang Dibeli Warga Kajoran Diduga Picu Keracunan, 86 Orang Dirawat
Dijanjikan Gaji Rp8 Juta, Perempuan 19 Tahun Diduga Terjebak Eksploitasi Seksual
Warga Sulit Dapat BBM, 6 Pengecer Pertalite di Bali Jual Rp100 Ribu per Botol
Dugaan Penipuan Kerja Sama Proyek Rp50 Juta, Pria Ditemukan Terikat di Bandung

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Luka Tembak dan Sangkur di Tubuh Bharada Valdo, Keluarga Menanti Jawaban Polisi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Perjalanan Wisata Berujung Duka, Bus Chandra Jaya Kecelakaan di Tol Ngawi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:48 WIB

Tersembunyi di Gua Maybrat, Senjata Caracal dan 17 Peluru Ditemukan TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:38 WIB

Malam Berujung Petaka di Kendal, Duel 2 Pria di Rumah Perempuan Berakhir Maut

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Es Buah yang Dibeli Warga Kajoran Diduga Picu Keracunan, 86 Orang Dirawat

Berita Terbaru

Anggota Kongres AS dari kedua partai mengecam keputusan Presiden Donald Trump yang menangguhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kongres AS Mengecam Keras Keputusan Donald Trump

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:36 WIB

Pemukim Israel bertopeng menyerang rombongan diplomat Eropa dan Wali Kota Prancis di desa Taybeh, Tepi Barat. Uni Eropa mendesak sanksi tegas. Dok: REUTERS/Mohamed Azakir.

INTERNASIONAL

Pemukim Ekstremis Israel Menyerang Rombongan Diplomat Eropa

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:30 WIB

Bentrokan unjuk rasa pelajar di Prancis memanas setelah ledakan granat polisi melukai tangan remaja 15 tahun menjelang aksi nasional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ratusan Ribu Demonstran Turun Ke Jalan Di Prancis Dalam Aksi

Minggu, 18 Okt 2026 - 15:29 WIB