POSNEWS.CO.ID, TAYBEH – Kelompok pemukim ekstremis Israel bertopeng melancarkan serangan brutal terhadap rombongan diplomat Eropa di desa Taybeh, Tepi Barat, pada hari Sabtu. Para pemukim mengayunkan batang besi serta menyerang pejabat asing secara mendadak.
Kementerian Kesehatan Palestina mencatat empat warga tewas dan seratus orang luka-luka sejak musim panen zaitun bermula. Aksi anarkis ini menandai hari kedua secara beruntun kekerasan pemukim terhadap warga lokal dan warga asing.
Mengulas Kronologi Penganiayaan Pejabat Belgia Prancis Dan Polandia
Para pemukim menyasar Konsul Jenderal Belgia, diplomat Prancis, utusan Polandia, serta perwakilan Gereja Katolik di lapangan. Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prevot mengutuk keras serangan tersebut dan menuntut sanksi tegas Uni Eropa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wali Kota Prancis Bernard Baudoux menceritakan detik-detik penyerangan saat tiga mobil pemukim mengepung rombongan diplomat. Para pelaku mengabaikan selempang resmi Prancis milik Baudoux lalu memukul, menendang, dan membuangnya ke tanah. Rombongan akhirnya berhasil melarikan diri menggunakan kendaraan operasional setelah mengalami kekerasan fisik.
Menilai Sikap Perusahaan Dan Tanggapan Tokoh Politik Internasional
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot mengecam aksi kekerasan kriminal para pemukim terhadap pejabat diplomatik tersebut. Pihak Kementerian Luar Negeri Polandia juga menyampaikan kemarahan mendalam atas insiden penganiayaan warga mereka.
Sementara itu, Militer Israel mengakui insiden penyerangan tersebut tetapi mengklaim kunjungan diplomatik berlangsung tanpa koordinasi resmi. Pihak Kepolisian Israel mengumumkan penyelidikan hukum untuk menyeret seluruh pelaku ke meja hijau. Namun, Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu justru memperingatkan publik agar tidak menarik kesimpulan terlalu dini.
Membedah Eskalasi Ketegangan Politik Dan Desakan Internasional Atas Tepi Barat
Pesaing utama Netanyahu, Gadi Eisenkot, menyebut aksi brutal para pemukim sebagai tindakan terorisme kelompok Yahudi ekstremis. Fotografer The Washington Post Heidi Levine juga menyampaikan kesaksian serupa dari rumah sakit setelah mendapat serangan sehari sebelumnya.
Di lain pihak, Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mendesak Presiden Israel Isaac Herzog agar menghentikan pembangunan permukiman ilegal. PBB juga telah menegaskan bahwa seluruh permukiman Israel di Tepi Barat melanggar hukum internasional secara nyata.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













