Ekspor CPO Indonesia Tumbuh 5,49 Persen sepanjang Januari-Juli

Selasa, 8 September 2026 - 08:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ekspor CPO dan produk turunannya Indonesia tumbuh 5,49 persen sepanjang Januari-Juli 2026, didorong penguatan harga komoditas global. Dok: Istimewa.

Ekspor CPO dan produk turunannya Indonesia tumbuh 5,49 persen sepanjang Januari-Juli 2026, didorong penguatan harga komoditas global. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, JAKARTA — Minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) kembali menjadi salah satu komoditas penopang kinerja ekspor Indonesia. Sepanjang Januari-Juli 2026, ekspor CPO dan produk turunannya tumbuh 5,49 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Pernyataan Menteri Pertanian

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai pertumbuhan tersebut menunjukkan besarnya peran komoditas pertanian. Ia menegaskan sektor ini memperkuat posisi perdagangan Indonesia di pasar global.

Amran menyampaikan kinerja ekspor CPO dan turunannya yang tumbuh 5,49 persen menjadi salah satu gambaran nyata. Ia menegaskan komoditas pertanian memiliki peran strategis memperkuat perdagangan Indonesia, seperti disampaikannya di Jakarta pada Minggu.

Tren Positif Ekspor Sektor Pertanian

Kinerja ekspor sektor pertanian Indonesia menunjukkan tren positif sepanjang tujuh bulan pertama 2026. Salah satu penggeraknya berasal dari komoditas minyak sawit.

Penguatan ini berjalan seiring meningkatnya ekspor nonmigas Indonesia secara keseluruhan. Secara kumulatif, ekspor nonmigas Januari-Juli 2026 mencapai $160,01 miliar, meningkat 5,21 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, nilai ekspor Indonesia secara keseluruhan mencapai $167,03 miliar. Angka ini tumbuh 4,43 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Penguatan Harga Sawit Dorong Kinerja Ekspor

Sebelumnya, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan penguatan harga komoditas global turut mendorong kinerja ekspor. Kondisi ini berlaku termasuk untuk kelompok komoditas pertanian secara luas.

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan Rp8 Triliun, Latih 500 Ribu Tenaga Kerja Indonesia ke Luar Negeri

Minyak sawit menjadi salah satu komoditas yang mengalami peningkatan harga signifikan. Ateng menjelaskan pada Juli 2026, harga komoditas di pasar global secara umum menunjukkan peningkatan year on year.

Kenaikan harga tahunan terjadi pada kelompok pertanian, energi, logam mulia, serta logam dan mineral. Peningkatan harga komoditas pertanian utamanya terdorong oleh kenaikan harga minyak sawit, ujar Ateng dalam Berita Resmi Statistik BPS pada Selasa.

Kontribusi Kelompok HS15 terhadap Ekspor Nonmigas

Penguatan ekspor minyak sawit juga tercermin pada kelompok lemak dan minyak hewani/nabati atau HS15. Kelompok komoditas ini menjadi salah satu pendorong utama ekspor nonmigas Indonesia.

Selain itu, tren positif ini menegaskan konsistensi minyak sawit sebagai andalan ekspor pertanian Indonesia. Kinerja ini turut mencerminkan ketahanan sektor sawit di tengah dinamika pasar global.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polri-PDRM Naikkan Level Perang Narkoba, Bandar Besar Jadi Target Utama
Soetta Kembali Berdenyut, Penerbangan Dipulihkan Bertahap
Gempa, Anak Krakatau, Karhutla Mengancam, Prabowo Perintahkan Mitigasi Diperkuat
Selat Sunda Dipantau Ketat, BMKG Pastikan Penyeberangan Tetap Aman
PJJ Mulai 7 September, MBG di Sekolah Terdampak Anak Krakatau Disetop
Jangan ke Bandara Dulu, 8 Bandara Ditutup akibat Abu Anak Krakatau
Erupsi Anak Krakatau, BMKG Siaga 24 Jam Pantau Abu dan Tsunami
Abu Anak Krakatau Meluas, Kapolri Perintahkan Polisi Bergerak Cepat

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 08:19 WIB

Ekspor CPO Indonesia Tumbuh 5,49 Persen sepanjang Januari-Juli

Selasa, 8 September 2026 - 08:04 WIB

Polri-PDRM Naikkan Level Perang Narkoba, Bandar Besar Jadi Target Utama

Selasa, 8 September 2026 - 06:15 WIB

Soetta Kembali Berdenyut, Penerbangan Dipulihkan Bertahap

Senin, 7 September 2026 - 15:34 WIB

Gempa, Anak Krakatau, Karhutla Mengancam, Prabowo Perintahkan Mitigasi Diperkuat

Senin, 7 September 2026 - 14:16 WIB

Selat Sunda Dipantau Ketat, BMKG Pastikan Penyeberangan Tetap Aman

Berita Terbaru

WhatsApp menghentikan dukungan Android 5.0 dan 5.1 mulai 8 September 2026, menuntut pengguna beralih ke Android 6.0 Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

WhatsApp Naikkan Spesifikasi Minimal Android 6

Selasa, 8 Sep 2026 - 07:30 WIB