MUI Desak Indonesia Keluar dari Board of Peace, PGI Sebut Langkah RI Blunder

Selasa, 3 Maret 2026 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pdt Gomar Gultom. (Posnews/Ist)

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pdt Gomar Gultom. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara tegas mendesak pemerintah Indonesia segera keluar dari Board of Peace (BoP) setelah Iran dibombardir Israel dan Amerika Serikat (AS).

Desakan itu makin menguat lantaran serangan pada 28 Februari 2026 memicu eskalasi besar dan memperkeruh situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

Tak hanya MUI, Ketua Majelis Pertimbangan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pdt Gomar Gultom, juga menyatakan sikap tegas. Bahkan, ia mengaku sudah mempertanyakan keikutsertaan RI di BoP sejak awal.

“Sejak awal saya mempertanyakan masuknya RI di BoP dan mendesak Presiden untuk keluar, jauh sebelum perang yang terjadi sekarang,” tegas Gultom, Rabu (3/3/2026).

Menurutnya, sikap itu bukan sekadar pendapat pribadi. Hasil Sidang MPL-PGI di Merauke bulan lalu juga menilai keanggotaan Indonesia di BoP perlu ditinjau ulang.

BoP Dinilai Lemahkan PBB dan Berat Sebelah

Selanjutnya, Gultom menilai BoP berpotensi melemahkan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), terutama Dewan Keamanan PBB.

Padahal, Indonesia saat ini tengah mendapat giliran posisi strategis di forum internasional tersebut.

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Cerah Berawan, Waspada Udara Lembap Tinggi

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia bahkan menyebut langkah Presiden RI bergabung dalam BoP sebagai “blunder”.

Menurutnya, BoP merupakan instrumen politik Presiden AS Donald Trump untuk melegitimasi agenda Timur Tengah, khususnya terkait konflik Israel-Palestina.

“Posisi Trump sebagai ketua seumur hidup nyaris tanpa kontrol. Anggota hanya jadi penonton,” ujarnya.

Selain itu, Gultom menilai BoP terlalu berpihak kepada Israel. Ia menegaskan, perdamaian di Gaza tidak akan tercapai tanpa melibatkan Palestina secara setara.

“Tidak akan ada perdamaian tanpa keadilan,” tandasnya.

MUI Kutuk Serangan, Sampaikan Duka atas Wafatnya Ali Khamenei

Di sisi lain, MUI mengutuk keras serangan AS-Israel ke Iran yang disebut melanggar nilai kemanusiaan dan prinsip pembukaan UUD 1945.

Dalam sembilan poin sikap resmi yang ditandatangani Ketua MUI KH Anwar Iskandar, MUI juga menyampaikan duka mendalam atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

“MUI menyampaikan duka mendalam atas gugurnya pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei akibat serangan Israel-Amerika pada 28 Februari 2026. Kita doakan semoga beliau mendapat tempat terbaik,” demikian bunyi poin pertama pernyataan MUI.

Baca Juga :  Musim Dingin Mencekam di Gaza: Satu Juta Warga Tanpa Atap

Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh, menegaskan pernyataan itu merupakan sikap resmi organisasi.

MUI Desak Pemerintah Cabut Keanggotaan BoP

Lebih lanjut, MUI mempertanyakan komitmen Amerika Serikat dalam mengelola konflik Palestina melalui BoP. MUI menilai strategi tersebut justru memperkuat arsitektur keamanan yang timpang dan mengubur kemerdekaan Palestina.

Karena itu, MUI mendesak pemerintah Indonesia segera mencabut keanggotaan dari BoP yang dibentuk Presiden AS Donald Trump.

“MUI mendesak pemerintah Indonesia agar keluar dari BoP karena tidak efektif mewujudkan perdamaian sejati di Palestina.

Justru yang terjadi, Trump bersama Israel menyerang Iran dan memicu perang regional,” tegas MUI.

Situasi ini membuat posisi Indonesia menjadi sorotan. Di tengah peran aktif diplomasi global, pemerintah kini menghadapi tekanan moral dan politik untuk menentukan sikap tegas di panggung internasional. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Data Pribadi Anda Terancam
49 Siswa MTs di Cilegon Keracunan Usai Menyantap MBG, Polisi Selidiki Dapur SPPG
Panduan Membangun Smart Home Budget Minimalis: Mulai dari Mana?
Suami Bunuh Istri 17 Tahun di Minahasa Tenggara, Cemburu Berujung Maut
Banjir Jakarta 17 April 2026, 21 RT Terendam Akibat Luapan Kali Ciliwung
Rumah Terkunci Jadi Petaka, 5 Orang Sekeluarga Tewas Terbakar – Api dari Tiang Listrik
Digital Detox 101: Cara Memutus Kecanduan Gadget
Api Melalap Rumah di Grogol, Lima Korban Ditemukan Tewas di Lantai Dua

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 11:32 WIB

5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Data Pribadi Anda Terancam

Jumat, 17 April 2026 - 10:27 WIB

49 Siswa MTs di Cilegon Keracunan Usai Menyantap MBG, Polisi Selidiki Dapur SPPG

Jumat, 17 April 2026 - 10:25 WIB

Panduan Membangun Smart Home Budget Minimalis: Mulai dari Mana?

Jumat, 17 April 2026 - 10:05 WIB

Suami Bunuh Istri 17 Tahun di Minahasa Tenggara, Cemburu Berujung Maut

Jumat, 17 April 2026 - 09:40 WIB

Banjir Jakarta 17 April 2026, 21 RT Terendam Akibat Luapan Kali Ciliwung

Berita Terbaru

Ilustrasi, Benteng digital yang retak. Di tahun 2026, metode peretasan telah berevolusi menggunakan kecerdasan buatan, membuat kebiasaan lama kita tidak lagi cukup untuk melindungi identitas dan aset finansial di ruang siber. Dok: Istimewa.

NETIZEN

5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Data Pribadi Anda Terancam

Jumat, 17 Apr 2026 - 11:32 WIB