Soetta Kembali Berdenyut, Penerbangan Dipulihkan Bertahap

Selasa, 8 September 2026 - 06:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bandara Soekarno-Hatta kembali melayani penerbangan setelah terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Posnews/Humas PGS)

Bandara Soekarno-Hatta kembali melayani penerbangan setelah terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Posnews/Humas PGS)

TANGERANG, POSNEWS.CO.ID – Setelah sempat membuat penerbangan berhenti, abu vulkanik Gunung Anak Krakatau akhirnya tak lagi menjadi alasan Bandara Soekarno-Hatta ditutup.

Mulai Selasa (8/9/2026) dini hari, bandara tersibuk di Indonesia itu kembali membuka layanan penerbangan.

Namun, jangan buru-buru menganggap semuanya sudah normal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pesawat memang kembali mendapat ruang untuk mengudara, tetapi pemulihan penerbangan dilakukan perlahan. Keselamatan menjadi rem utama agar gangguan sebelumnya tidak berubah menjadi masalah baru.

Berdasarkan NOTAM AirNav Indonesia, status resumed operations Bandara Soekarno-Hatta berlaku mulai pukul 00.30 WIB.

Tidak sendirian, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta kembali beroperasi pukul 00.40 WIB.

Lima menit kemudian, giliran Bandara Husein Sastranegara Bandung yang kembali melayani penerbangan pada pukul 00.42 WIB.

Bukan Sekadar Menyapu Debu

Kembalinya pesawat ke landasan bukan keputusan yang diambil sembarangan.

Abu vulkanik memiliki karakter berbeda dari debu biasa. Partikelnya sangat halus dan dapat menjadi ancaman bagi penerbangan jika masuk ke mesin pesawat atau mengganggu fasilitas bandara.

Karena itu, pengelola lebih dulu melakukan pembersihan menyeluruh.

Area apron, taxiway, hingga runway dibersihkan dari abu vulkanik. Setelah itu, petugas melakukan pengujian kekesatan landasan.

Hasilnya, fasilitas runway dinyatakan memenuhi standar dan persyaratan untuk kembali digunakan.

Corporate Secretary Group Head InJourney Airports Arie Ahsanurrohim mengatakan seluruh fasilitas sisi udara dan darat telah dipersiapkan.

Baca Juga :  Menteri HAM Natalius Pigai Luncurkan Satu Data HAM, Akhiri Kacau-Balau Data Hak Asasi di Indonesia

“Prosedur pembukaan kembali bandara telah dijalankan termasuk pembersihan abu vulkanik di seluruh sisi udara, yakni area apron, taxiway, dan runway,” ujar Arie, Selasa (8/9/2026).

Artinya, sebelum roda pesawat kembali menyentuh landasan, sejumlah pemeriksaan telah dilakukan untuk memastikan penerbangan dapat berlangsung aman.

Soetta Belum Langsung Digeber Penuh

Ada satu hal yang perlu diketahui calon penumpang. Bandara dibuka bukan berarti seluruh penerbangan langsung kembali normal.

General Manager Bandara Soekarno-Hatta Heru Karyadi menjelaskan operasional pada masa pemulihan dilakukan bertahap.

Pengelola menerapkan Air Traffic Flow Management (ATFM) untuk mengatur lalu lintas pesawat yang datang dan berangkat.

Cara ini diperlukan agar penerbangan tidak menumpuk dalam waktu bersamaan. Kapasitas bandara juga dinaikkan secara bertahap sesuai kondisi di lapangan.

Dengan pengaturan tersebut, pesawat yang sebelumnya terdampak penutupan dapat kembali diberangkatkan secara terukur. Pada saat yang sama, kapasitas apron dipulihkan perlahan.

Jadi, penumpang jangan kaget jika jadwal penerbangan masih mengalami perubahan.

Pesawat Boleh Terbang, Penumpang Tetap Wajib Cek

Bagi calon penumpang, kabar dibukanya kembali Soetta tentu menjadi angin segar.Tetapi ada pekerjaan rumah yang belum selesai: mengejar jadwal penerbangan yang sempat terganggu.

Maskapai masih harus melakukan penyesuaian jadwal keberangkatan maupun kedatangan. Karena itu, penumpang disarankan tidak langsung berangkat ke bandara hanya karena mendengar Soetta sudah dibuka.

Cek status penerbangan terlebih dahulu melalui kanal resmi maskapai.

Langkah tersebut terlihat sederhana, tetapi sangat penting. Penumpang bisa terhindar dari perjalanan sia-sia sekaligus membantu mengurangi kepadatan di terminal.

Baca Juga :  BMW Listrik Diamuk Warga di Kebon Jeruk, Diduga Tabrak Pengendara Motor

Abu Vulkanik Masih Jadi Musuh di Langit

Meski operasional bandara kembali berjalan, aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap dipantau.

Sebelumnya, BMKG mendeteksi sebaran abu vulkanik pada sejumlah lapisan atmosfer. Material abu bahkan terpantau mencapai ketinggian yang dapat memengaruhi jalur penerbangan.

Pergerakan abu sangat bergantung pada arah dan kecepatan angin. Karena itu, situasinya bisa berubah dalam waktu relatif cepat.

Inilah alasan mengapa informasi cuaca dan aktivitas vulkanik menjadi sangat penting bagi dunia penerbangan. Landasan yang bersih saja belum cukup. Langit di atasnya juga harus dipastikan aman.

Tiga Bandara Mulai Bangkit

Kembalinya Soetta, Halim Perdanakusuma, dan Husein Sastranegara menjadi tanda bahwa pemulihan konektivitas udara mulai bergerak.

Bagi penumpang yang sebelumnya tertahan, ini tentu kabar yang melegakan. Namun, pemulihan bukan perlombaan siapa yang paling cepat kembali normal.

Yang paling penting adalah seluruh penerbangan kembali berjalan aman, tertib, dan terkendali.

InJourney Airports juga telah berkoordinasi dengan operator transportasi publik untuk mendukung mobilitas penumpang dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Sementara itu, informasi layanan bandara dapat diperoleh melalui Contact Center InJourney Airports 172.

Jadi, jika hari ini Anda memiliki penerbangan dari Soetta, jangan hanya melihat apakah bandara sudah dibuka. Pastikan pesawat Anda benar-benar terbang. Cek jadwalnya sebelum berangkat.

Sebab, setelah abu vulkanik membuat langit sempat ditutup, kini tantangannya adalah mengembalikan ribuan perjalanan ke jalurnya tanpa mengorbankan keselamatan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapal Bawa 1,16 Ton Ketamin, Kapolri Ingatkan Modus Narkotika Cair lewat Vape
Izin Tambang Emas PT KEL di Nabire Dicabut, Satgas Temukan Pelanggaran
25.338 Titik Panas Terdeteksi di Enam Provinsi, Kalteng Terbanyak
Sengketa Lahan Summarecon Berujung Dugaan Suap, KPK Telusuri Uang Rp800 Juta
Aduan Warga Berujung Razia Kalibata City, 45 WNA Jalani Pemeriksaan Imigrasi
Badan Kapal Masih Panas, Polisi Belum Bisa Olah TKP KMP Batumandi
103 Siswa Diduga Keracunan MBG di Bogor, Dapur Penyedia Disetop 20 Hari
11 Korporasi Terseret Kasus Karhutla, Tiga Perusahaan Bermodal Asing

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Kapal Bawa 1,16 Ton Ketamin, Kapolri Ingatkan Modus Narkotika Cair lewat Vape

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Izin Tambang Emas PT KEL di Nabire Dicabut, Satgas Temukan Pelanggaran

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:27 WIB

25.338 Titik Panas Terdeteksi di Enam Provinsi, Kalteng Terbanyak

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Sengketa Lahan Summarecon Berujung Dugaan Suap, KPK Telusuri Uang Rp800 Juta

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Aduan Warga Berujung Razia Kalibata City, 45 WNA Jalani Pemeriksaan Imigrasi

Berita Terbaru

Attack Shark resmi merilis mouse gaming R5 Turbo dari bahan carbon fiber berbobot 43 gram dengan sensor PixArt 60.000 DPI dan polling rate 8.000 Hz. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Attack Shark Rilis Mouse Gaming Carbon Fiber R5 Turbo

Jumat, 23 Okt 2026 - 15:58 WIB

Nintendo meluncurkan revisi Switch 2 di Eropa dengan baterai mudah lepas. Simak pembongkaran komponen layar LCD, motherboard, dan RAM. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Nintendo Rilis Switch 2 di Eropa dengan Baterai Mudah Lepas

Jumat, 23 Okt 2026 - 14:56 WIB