SAR Perluas Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda, Arus Jadi Kendala

Rabu, 9 September 2026 - 06:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR menemukan jaket pelampung saat mencari lima jurnalis dan tiga kru yang hilang di perairan Selat Sunda.
(Posnews/Ist)

Tim SAR menemukan jaket pelampung saat mencari lima jurnalis dan tiga kru yang hilang di perairan Selat Sunda. (Posnews/Ist)

PANDEGLANG, POSNEWS.CO.ID – Misi peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau berubah menjadi situasi mencekam.

Lima jurnalis bersama tiga orang kru kapal hingga kini belum ditemukan setelah speedboat yang mereka tumpangi hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Sebanyak delapan orang masih menjadi fokus pencarian tim SAR gabungan. Mereka terdiri atas lima jurnalis, seorang kapten kapal, seorang anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu wisata.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kelima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhis, Daus, dan Donal. Sementara tiga orang lainnya adalah Warta (55), Surakman (60), dan Heriyanto (49).

Hingga operasi pencarian hari pertama berakhir pada Selasa (8/9/2026), tim SAR belum menemukan kapal ataupun tanda-tanda keberadaan delapan orang tersebut.

Karena itu, pencarian kembali digelar pada Rabu (9/9/2026) dengan cakupan wilayah yang diperluas.

Hilang Kontak Hanya 42 Menit Setelah Berangkat

Peristiwa ini bermula ketika rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Mereka menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas vulkanik yang tengah meningkat. Namun, perjalanan tersebut berubah menjadi misteri.

Salah seorang jurnalis masih sempat mengirimkan share location sekitar pukul 14.42 WIB.

Setelah itu, komunikasi terputus dan rombongan tidak lagi dapat dihubungi. Pada pukul 15.04 WIB, keberadaan mereka mulai dinyatakan hilang kontak.

Baca Juga :  WNA Thailand Diduga Salahgunakan Izin Tinggal, Buka Kelas Face Lifting di Hotel

Artinya, hanya sekitar 42 menit setelah bertolak, jejak komunikasi rombongan tersebut menghilang di tengah perairan Selat Sunda.

Hingga kini, titik lokasi terakhir itu menjadi salah satu petunjuk penting bagi tim SAR untuk menentukan arah penyisiran.

Pencarian Diperluas, Arus Laut Jadi Tantangan

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan tim gabungan telah melakukan penyisiran di sejumlah wilayah yang diperkirakan menjadi jalur atau lokasi terakhir kapal.

Namun, hasil pencarian hari pertama belum membuahkan titik terang. Tim tidak menemukan kapal maupun tanda keberadaan delapan orang yang dicari.

Operasi kemudian dievaluasi. Tim SAR memutuskan melanjutkan pencarian pada Rabu dengan memperluas area penyisiran sesuai perkembangan situasi di lapangan.

Selain luasnya wilayah perairan, kondisi arus laut yang cukup kencang turut menjadi tantangan bagi proses pencarian.

Gunung Anak Krakatau Sedang Aktif

Situasi semakin mengkhawatirkan karena rombongan memang berangkat untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau yang sedang meningkat.

Erupsi Anak Krakatau dalam beberapa hari terakhir bahkan telah menghasilkan kolom abu yang mengganggu aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah Indonesia.

Pada Selasa (8/9), Anak Krakatau masih mengalami beberapa erupsi kecil setelah aktivitas erupsi sebelumnya berdampak luas. Kondisi tersebut membuat operasi pencarian membutuhkan perhitungan matang.

Tim tidak hanya harus mencari korban, tetapi juga mempertimbangkan keselamatan personel SAR yang bekerja di perairan sekitar gunung api aktif.

Karena itu, pencarian di laut tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Cuaca, arus, gelombang, jarak pandang, hingga aktivitas vulkanik harus menjadi pertimbangan sebelum menentukan pola penyisiran.

Baca Juga :  Bripda Nopandri Ditemukan Gugur, Bareskrim Buru Pelaku Penyerangan di Katingan

Kapal Disebut Layak Berlayar

Di tengah proses pencarian, pemilik kapal yang membawa rombongan memastikan speedboat tersebut dalam kondisi layak berlayar.

Kapal disebut memiliki dokumen dan dilengkapi jaket pelampung ketika bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin siang.

Informasi mengenai kondisi kapal menjadi bagian penting dalam penyelidikan.

Tim SAR dan aparat masih perlu mengumpulkan seluruh fakta untuk mengetahui apa yang terjadi setelah komunikasi dengan rombongan terputus.

Dengan demikian, penyebab hilangnya kapal belum dapat disimpulkan.

Harapan Keluarga Bertumpu pada Operasi SAR

Hilangnya delapan orang di tengah perairan Selat Sunda menyisakan kecemasan mendalam bagi keluarga, rekan kerja, dan komunitas jurnalis.

Pewarta Foto Indonesia (PFI) bersama PFI Jakarta dan PFI Tangerang juga terus berkoordinasi dengan tim SAR gabungan untuk mendukung pencarian dan proses evakuasi.

Kini, setiap menit menjadi sangat berharga. Tim SAR diharapkan dapat menemukan titik keberadaan kapal secepat mungkin.

Sementara masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat menambah kepanikan keluarga dan mengganggu konsentrasi operasi penyelamatan.

Tragedi ini juga menjadi pengingat keras bagi siapa pun yang melakukan aktivitas jurnalistik di kawasan gunung api aktif.

Keberanian mencari informasi harus berjalan beriringan dengan keselamatan, pemantauan kondisi vulkanik, komunikasi darurat, serta kesiapan menghadapi perubahan cuaca dan kondisi laut.

Sebab, di balik satu berita yang hendak disampaikan kepada publik, ada nyawa manusia yang harus tetap menjadi prioritas. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Poliran, Program Kapolri Bantu Pengangguran Mendapat Pekerjaan
Heboh Teh Kemasan Karton Berbusa Saat Demo, Ini Langkah Tegas BPOM
Keren! Model Moderasi Beragama Indonesia Pikat Inggris, Australia, hingga Pakistan
Aset Pelaku Kejahatan Siber Disikat, Kapolri Pastikan Miskinkan Bandar TPPO & Scam
Salib Merah Politik, Jangan Ulangi Sejarah Gelap ‘Perang Salib’: Kalian Jahat Betul !!!
KPK Gali Aliran Suap Lahan Bogor, Dirut Anak Usaha Summarecon Dipanggil
Awas Cuaca Ekstrem! Bibit Siklon 91B Ancam Sejumlah Wilayah, Cek Daerahmu
Cegah Judol dan Narkoba, Polri Gandeng Muhammadiyah Masuk Sekolah

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:37 WIB

Poliran, Program Kapolri Bantu Pengangguran Mendapat Pekerjaan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:35 WIB

Heboh Teh Kemasan Karton Berbusa Saat Demo, Ini Langkah Tegas BPOM

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Keren! Model Moderasi Beragama Indonesia Pikat Inggris, Australia, hingga Pakistan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Aset Pelaku Kejahatan Siber Disikat, Kapolri Pastikan Miskinkan Bandar TPPO & Scam

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Salib Merah Politik, Jangan Ulangi Sejarah Gelap ‘Perang Salib’: Kalian Jahat Betul !!!

Berita Terbaru

ASUS meluncurkan kartu grafis TUF Gaming Radeon RX 9070 XT edisi spesial Onimusha. Simak spesifikasi RDNA 4, desain Oni Gauntlet. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

ASUS Rilis Kartu Grafis TUF Gaming Radeon RX 9070 XT

Sabtu, 31 Okt 2026 - 15:50 WIB

Capcom matikan server Street Fighter V dan hentikan penjualan di PS Store dan Steam akibat masalah keamanan PHP. Simak ulasan perbaikan. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Capcom Matikan Server dan Hentikan Penjualan Street Fighter V

Sabtu, 31 Okt 2026 - 13:41 WIB

Raffi Ahmad dan Willie Salim menghadiri Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia di Bundaran HI, Jakarta Pusat.

JABODETABEK

Mahasiswa Bayaran di Deklarasi Sumpah Pemuda? Ini Faktanya

Sabtu, 31 Okt 2026 - 13:10 WIB