8 Orang Hilang di Anak Krakatau, SAR Belum Temukan Titik Terang

Jumat, 11 September 2026 - 07:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR mencari lima jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. (Posnews/Ist)

Tim SAR mencari lima jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID โ€“ Harapan menemukan lima jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau masih belum berujung.

Hingga Kamis, 10 September 2026, Basarnas belum menemukan tanda keberadaan mereka di Pulau Sertung.

Tim SAR gabungan sudah memantau kawasan tersebut dari kejauhan menggunakan teropong.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, petugas belum bisa melakukan penyisiran langsung karena Pulau Sertung berada dalam radius sekitar 3 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan tim tetap mencari cara untuk memastikan kondisi pulau tersebut.

Basarnas akan menggabungkan informasi dari BMKG, BNPB, dan PVMBG sebelum mengambil langkah lebih jauh.

โ€œUntuk Pulau Sertung, itu memasuki radius 3 km. Data PVMBG menyatakan daerah tersebut masih rawan,โ€ kata Amrad, Kamis (10/9/2026).

Asap Tebal Hambat Pencarian

Selain zona bahaya, tim SAR juga menghadapi kendala asap vulkanik. Basarnas mencoba menggunakan drone untuk memantau wilayah sekitar Pulau Sangiang dengan bantuan KN SAR Tetuka.

Namun, hasil pemantauan belum maksimal karena pandangan tertutup kabut dan asap tebal. Kondisi tersebut membuat petugas kesulitan melihat objek dari udara.

Baca Juga :  KPK Selidiki Pengakuan Raja Juli Antoni tentang Amplop dari Bupati Kuansing

Karena itu, Basarnas terus mengandalkan pembaruan informasi dari BMKG dan PVMBG.

Kedua lembaga tersebut memantau cuaca dan aktivitas Gunung Anak Krakatau secara berkala untuk menentukan langkah pencarian yang aman.

Amrad menegaskan keselamatan personel tetap menjadi pertimbangan utama. Tim tidak ingin memaksakan masuk ke zona berbahaya tanpa perhitungan matang.

Delapan Orang Masih Dicari

Kelima jurnalis itu hilang kontak bersama tiga orang lainnya dalam satu speedboat. Mereka terdiri dari lima pewarta foto atau video, seorang nahkoda, seorang anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu.

Kelima jurnalis tersebut yakni Muhammad Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistira dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal Husni yang merupakan pewarta lepas.

Sementara tiga orang lainnya adalah Warta selaku nahkoda, Surakman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu.

Rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Kontak terakhir dengan rombongan tercatat sekitar pukul 15.04 WIB. Sebelumnya, titik lokasi sempat dikirim sekitar pukul 14.42 WIB.

Tim SAR Perluas Penyisiran

Sejak laporan hilang diterima, tim SAR gabungan memperluas pencarian melalui jalur laut dan udara. Petugas menyisir perairan sekitar Krakatau, Pulau Sebesi, Pulau Rakata, hingga wilayah lainnya di Selat Sunda.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Ajak Persatuan Jelang Ramadan, MUI Rehabilitasi 500 Rumah Guru Ngaji

Pemerintah Provinsi Banten juga ikut memperluas pencarian setelah keluarga meminta petugas memeriksa kawasan Pulau Sertung.

Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan permintaan tersebut kepada Basarnas saat meninjau posko pencarian di Carita.

Namun, pencarian di Pulau Sertung tetap menghadapi persoalan besar. Pulau tersebut berada dalam radius bahaya Gunung Anak Krakatau sehingga petugas harus menghitung risiko sebelum mendekat.

Operasi Berpacu dengan Aktivitas Gunung

Gunung Anak Krakatau saat ini berstatus Level III atau Siaga. Kondisi tersebut membuat pencarian tidak bisa dilakukan seperti operasi SAR biasa.

Tim harus mempertimbangkan aktivitas erupsi, asap vulkanik, jarak aman, kondisi laut, arah angin, serta jarak pandang.

Di sisi lain, waktu terus berjalan. Delapan orang belum diketahui keberadaannya sejak kehilangan kontak pada Senin sore.

Basarnas memastikan operasi pencarian tetap berjalan.

Petugas akan menyesuaikan strategi berdasarkan informasi terbaru dari BMKG dan PVMBG agar upaya menemukan seluruh rombongan bisa dilakukan tanpa mengorbankan keselamatan tim penyelamat. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Geledah Rumah Polisi Yayat Sudrajat, Usut Fee Rp16 Miliar
Korupsi Hutan Lampung, Kejagung Sita Rp1,003 Triliun dari PT PSMI
Prabowo Turun Tangan, 11 Kapal Dikerahkan Cari 5 Jurnalis di Selat Sunda
Teror di Kantor Komnas HAM Papua, Pigai Desak Polisi Ungkap Pelaku
BNN Minta Garuda Larang Vape, 1.716 Sampel Terdeteksi Narkotika
3 ASN Jayawijaya Tewas Ditembak Saat Antar Bantuan, Amran: Mereka Pahlawan Pangan
87 Napi High Risk dari Jakarta Dipindahkan ke Nusakambangan
79 Kampus Digandeng Polri, 31 Sudah Punya Pusat Studi Kepolisian

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 07:45 WIB

8 Orang Hilang di Anak Krakatau, SAR Belum Temukan Titik Terang

Jumat, 11 September 2026 - 07:31 WIB

KPK Geledah Rumah Polisi Yayat Sudrajat, Usut Fee Rp16 Miliar

Kamis, 10 September 2026 - 18:23 WIB

Korupsi Hutan Lampung, Kejagung Sita Rp1,003 Triliun dari PT PSMI

Kamis, 10 September 2026 - 14:06 WIB

Prabowo Turun Tangan, 11 Kapal Dikerahkan Cari 5 Jurnalis di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 - 13:03 WIB

Teror di Kantor Komnas HAM Papua, Pigai Desak Polisi Ungkap Pelaku

Berita Terbaru

Gedung Merah Putih KPK Jakarta Selatan. (Posnews/KPK)

NASIONAL

KPK Geledah Rumah Polisi Yayat Sudrajat, Usut Fee Rp16 Miliar

Jumat, 11 Sep 2026 - 07:31 WIB