Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 140 Orang Masih Hilang

Minggu, 13 September 2026 - 15:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tim SAR mencari korban kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa. (Dok Basarnas)

Ilustrasi, Tim SAR mencari korban kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa. (Dok Basarnas)

BANJARMASIN, POSNEWS.CO.ID – Laut Jawa berubah menjadi arena pencarian besar setelah KMP Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin, Minggu (13/9/2026).

Kapal yang membawa 243 orang itu dilaporkan hilang kontak setelah menghadapi cuaca buruk.

Hingga pembaruan resmi Basarnas pukul 12.00 WIB, 103 orang berhasil dievakuasi dan satu orang meninggal dunia. Sementara itu, sekitar 140 orang masih dalam pencarian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan proses pencarian terus dilakukan.

Tim SAR mengerahkan kapal dan helikopter untuk menyisir area yang menjadi lokasi terakhir kapal.

β€œTotal Person On Board: 243 orang. Jumlah korban berhasil dievakuasi 103 orang, dengan rincian TB Mahao IX: 16 orang, 15 selamat dan 1 meninggal dunia. TB TCP: 38 orang seluruhnya selamat dan MV Haida: 49 orang selamat,” kata Putu, Minggu.

Kapal Hilang Kontak Saat Cuaca Buruk

Kronologi awal menunjukkan Virgo Transport 8 berangkat dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal kemudian menghadapi kondisi cuaca buruk sebelum komunikasi terputus sekitar pukul 02.00 WITA.

Kantor SAR Banjarmasin menerima laporan hilang kontak sekitar pukul 04.10 WITA dari pihak perusahaan. Posisi terakhir kapal berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.

Baca Juga :  Bareskrim Bongkar TPPU Raksasa, Rp124 Miliar Diputar Lewat Rekening Siluman

Laporan media lokal kemudian menyebut kapal berada dalam kondisi miring setelah menghadapi gelombang besar sebelum akhirnya terbalik.

Namun, penyebab pasti kecelakaan masih menjadi bagian dari penanganan dan penyelidikan pihak berwenang.

Situasi tersebut membuat operasi SAR berpacu dengan waktu. Selain mencari korban yang belum ditemukan, petugas harus menghadapi kondisi laut yang tidak mudah diprediksi.

103 Orang Berhasil Dievakuasi

Sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi bergerak membantu proses penyelamatan. Hingga pembaruan resmi pukul 12.00 WIB, tiga kapal berhasil mengevakuasi 103 orang.

Rinciannya, TB Mahao IX mengevakuasi 16 orang, terdiri dari 15 orang selamat dan satu orang meninggal dunia.

Kemudian TB TCP menyelamatkan 38 orang, sedangkan MV Haida mengevakuasi 49 orang, seluruhnya dilaporkan selamat.

Dengan demikian, dari total 243 orang yang tercatat berada di kapal, masih terdapat 140 orang yang belum ditemukan berdasarkan data tersebut.

Putu menegaskan data korban masih terus dikonfirmasi tim di lapangan. Karena itu, jumlah korban dapat berubah seiring proses pencarian, evakuasi, dan pendataan.

Helikopter hingga Kapal SAR Dikerahkan

Untuk mempercepat pencarian, Basarnas mengerahkan helikopter HR-3601 untuk melakukan penyisiran dari udara.

Baca Juga :  BNN Ubah Arah, Korban Narkoba Kini Direhabilitasi Bukan Dipenjara

Sementara itu, pencarian melalui jalur laut melibatkan sejumlah armada, antara lain KN SAR Laksmana 241, KN SAR 249 Permadi, KRI Nala, dan KN Kunyit.

Kapal bantuan lain yang berada di sekitar lokasi juga ikut membantu proses evakuasi. Sebelumnya, KN SAR Laksmana 241 diberangkatkan menuju titik terakhir kapal setelah laporan hilang kontak diterima.

β€œKami mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada dalam operasi ini. Keselamatan korban menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan operasi SAR,” ujar Putu.

Berpacu dengan Waktu

Pencarian 140 orang yang belum ditemukan menjadi prioritas utama. Tim SAR tidak hanya menyisir permukaan laut, tetapi juga menggunakan dukungan udara untuk memperluas jangkauan pencarian.

Kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri dalam operasi tersebut. Gelombang dan jarak lokasi kecelakaan dari daratan dapat memengaruhi proses evakuasi.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam pelayaran.

Kondisi cuaca di laut dapat berubah cepat, sehingga informasi cuaca, kesiapan alat keselamatan, komunikasi darurat, serta respons cepat ketika kapal menghadapi masalah menjadi bagian penting dalam keselamatan pelayaran.

Untuk saat ini, operasi SAR masih berlangsung. Pemerintah bersama seluruh unsur terkait terus berupaya menemukan korban yang belum diketahui keberadaannya dan memastikan setiap korban mendapat penanganan secepat mungkin. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gempa M5,9 Guncang DKI Jakarta, Getaran Terasa hingga Jawa dan Sumatra
Jaket Pelampung Ditemukan di Laut, Ternyata Bukan Milik Jurnalis Hilang
BMKG Ungkap Banyak Sensor Gempa Hilang, Peringatan Dini Bisa Terganggu
KemenHAM Desak Penembakan 3 ASN Jayawijaya Diusut Tuntas
Anwar Abbas Minta Kasus Abah Setu Tetap Diproses Polisi
8 Orang Hilang di Anak Krakatau, SAR Belum Temukan Titik Terang
KPK Geledah Rumah Polisi Yayat Sudrajat, Usut Fee Rp16 Miliar
Korupsi Hutan Lampung, Kejagung Sita Rp1,003 Triliun dari PT PSMI

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 15:53 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 140 Orang Masih Hilang

Sabtu, 12 September 2026 - 06:31 WIB

Gempa M5,9 Guncang DKI Jakarta, Getaran Terasa hingga Jawa dan Sumatra

Jumat, 11 September 2026 - 17:24 WIB

Jaket Pelampung Ditemukan di Laut, Ternyata Bukan Milik Jurnalis Hilang

Jumat, 11 September 2026 - 09:32 WIB

BMKG Ungkap Banyak Sensor Gempa Hilang, Peringatan Dini Bisa Terganggu

Jumat, 11 September 2026 - 09:21 WIB

KemenHAM Desak Penembakan 3 ASN Jayawijaya Diusut Tuntas

Berita Terbaru

 Xbox resmi menerbitkan game action espionage PHYSINT karya Hideo Kojima setelah PlayStation membatalkan kerja sama. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Xbox Resmi Ambil Alih Penerbitan Game PHYSINT

Minggu, 13 Sep 2026 - 15:43 WIB

 Kelangkaan komponen optical drive mengancam ketersediaan disc drive eksternal pada konsol masa depan Sony dan Microsoft. Simak dampak krisis pasokan media fisik ini. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Kelangkaan Komponen Optical Drive Ancam Masa Depan

Minggu, 13 Sep 2026 - 14:30 WIB