Mengapa Purbaya Dicopot? Perombakan Kemenkeu hingga Tekanan Fiskal Disorot

Rabu, 16 September 2026 - 09:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Posnews/Ist)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi Menteri Keuangan masih menjadi sorotan.

Bukan hanya karena pergantian itu berlangsung setelah sekitar satu tahun masa jabatannya, tetapi juga karena muncul pertanyaan mengenai alasan di balik keputusan Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Prabowo mengganti Purbaya dengan Suahasil Nazara pada Senin (14/9/2026). Sehari kemudian, keduanya mengikuti serah terima jabatan di Kementerian Keuangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara resmi, Presiden tidak memaparkan alasan rinci pencopotan Purbaya kepada publik. Namun, perkembangan terbaru membuka sedikit gambaran.

Purbaya mengakui perombakan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan pergantian dirinya.

Meski begitu, dia juga menegaskan bahwa pengangkatan dan pemberhentian menteri merupakan hak prerogatif Presiden.

Purbaya Buka Suara soal Pencopotan

Pernyataan Purbaya muncul setelah proses serah terima jabatan pada Selasa (15/9/2026).

Ketika ditanya apakah perombakan pejabat Kemenkeu berkaitan dengan pencopotannya, Purbaya menjawab bahwa sebagian memang demikian.

Namun, dia tidak menyebut pergantian tersebut sebagai akibat pertentangan kebijakan dengan Presiden.

Purbaya justru mengatakan kebijakan yang dijalankannya selama menjadi Menkeu mengikuti kebijakan Presiden Prabowo. Dia juga membantah adanya gesekan internal sebagai penyebab pencopotannya.

Dengan demikian, publik perlu membedakan antara fakta yang sudah dikonfirmasi Purbaya dan berbagai spekulasi yang berkembang di media sosial.

Baca Juga :  Jelang HUT RI, 30 Ribu Batang Ganja Siap Panen di Aceh Dibabat BNN

Ratusan Pejabat Kemenkeu Ikut Dirombak

Sorotan kemudian mengarah pada perombakan internal Kementerian Keuangan.

Purbaya sebelumnya melakukan perubahan besar terhadap jajaran pejabat Kemenkeu. Sejumlah laporan menyebut perombakan mencakup ratusan pejabat, termasuk di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Perubahan itu berlangsung hanya beberapa hari sebelum Purbaya digantikan.

Menariknya, setelah pergantian menteri, Ditjen Bea dan Cukai menyatakan masih menunggu keputusan resmi mengenai tindak lanjut perombakan personel yang dilakukan pada masa Purbaya.

Di titik inilah muncul pertanyaan publik: apakah pergantian pejabat internal menjadi salah satu pertimbangan utama Presiden?

Pertanyaan itu sah untuk diajukan. Namun, jawabannya belum bisa dipastikan hanya berdasarkan pernyataan Purbaya.

Kinerja Ekonomi Jadi Bahan Perdebatan

Pencopotan Purbaya juga terjadi ketika perekonomian Indonesia menghadapi situasi yang tidak sederhana.

Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen pada kuartal II 2026 secara tahunan.

Angka tersebut melambat dibandingkan pertumbuhan kuartal I yang mencapai 5,61 persen, tetapi masih lebih tinggi dibandingkan kuartal II 2025 sebesar 5,12 persen.

Artinya, kinerja ekonomi tidak tepat dibaca hanya dari satu sisi.

Ada capaian pertumbuhan yang tetap positif. Namun, pemerintah juga menghadapi persoalan fiskal, tekanan pasar dan kebutuhan menjaga kepercayaan investor.

Fitch pada Maret 2026 mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB, tetapi mengubah outlook dari stabil menjadi negatif.

Baca Juga :  Anik Digital Academy: Tempat Belajar Skill Digital & Bisnis Praktis

Fitch memperkirakan defisit fiskal Indonesia pada 2026 mencapai sekitar 2,9 persen terhadap PDB, mendekati batas 3 persen.

Karena itu, pergantian Menkeu tidak hanya menyangkut pergantian seorang pejabat. Pasar juga akan melihat apakah perubahan tersebut membawa arah baru dalam pengelolaan APBN.

Purbaya Klaim Puas dengan Kinerjanya

Di tengah polemik tersebut, Purbaya mengatakan dirinya puas dengan kinerja selama setahun menjadi Menteri Keuangan.

Dia menyoroti pertumbuhan ekonomi yang kembali berada di atas 5 persen. BPS memang mencatat pertumbuhan ekonomi 5,61 persen pada kuartal I dan 5,29 persen pada kuartal II 2026.

Namun, pertumbuhan ekonomi bukan satu-satunya ukuran untuk menilai kinerja seorang Menteri Keuangan.

Pengelolaan defisit, penerimaan negara, belanja pemerintah, utang, stabilitas nilai tukar serta kepercayaan investor juga menjadi bagian penting dari pekerjaan bendahara negara.

Karena itu, perdebatan mengenai Purbaya sebaiknya tidak berhenti pada klaim berhasil atau gagal.

Media Sosial Ikut Memanaskan Perhatian Publik

Setelah tidak lagi menjadi Menkeu, Purbaya juga menjadi perbincangan di media sosial.

Dalam unggahan TikTok pribadinya, Purbaya menulis singkat, “Udah siap belum? ”. Unggahan tersebut kemudian ramai dan telah ditonton jutaan kali, dengan puluhan ribu komentar menurut laporan media.

Sikap santai Purbaya setelah kehilangan jabatan justru memancing berbagai tafsir warganet.

Ada yang mengaitkannya dengan pencopotan sebagai Menkeu. Ada pula yang membaca unggahan itu sebagai tanda bahwa Purbaya akan menjalani aktivitas lain setelah meninggalkan pemerintahan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tarumajaya Bekasi Penuhi Sampah dan Genangan, Warga Desak Dedi Mulyadi Bertindak
Aksi Tolak Kenaikan BBM di Jakarta Pusat Disorot, Potensi Gejolak Politik Menguat
Limbah Sawit Menjadi Pupuk Organik dan Energi Biomassa
Cara Pabrik Memisahkan CPO dan Inti Sawit (Kernel)
Di Balik Dapur PKS: Tahap Perebusan dan Penebah
Panduan Lengkap Teknik Pembibitan Kelapa Sawit
Framing Begal Tak Cukup Dibantah, Polda Metro Harus Jawab dengan Patroli dan Kinerja Nyata
Mengapa Beberapa Wilayah Memiliki Populasi Tertua di Dunia?

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:48 WIB

Mengapa Purbaya Dicopot? Perombakan Kemenkeu hingga Tekanan Fiskal Disorot

Selasa, 7 Juli 2026 - 21:55 WIB

Tarumajaya Bekasi Penuhi Sampah dan Genangan, Warga Desak Dedi Mulyadi Bertindak

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:38 WIB

Aksi Tolak Kenaikan BBM di Jakarta Pusat Disorot, Potensi Gejolak Politik Menguat

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:48 WIB

Limbah Sawit Menjadi Pupuk Organik dan Energi Biomassa

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:33 WIB

Cara Pabrik Memisahkan CPO dan Inti Sawit (Kernel)

Berita Terbaru

Blizzard mengumumkan gim baru StarCraft bergenre open world shooter garapan Dan Hay pada BlizzCon 2026 dengan target rilis tahun 2030. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Blizzard Resmi Umumkan Game Baru StarCraft Open World

Rabu, 16 Sep 2026 - 09:30 WIB

AMD meluncurkan CPU Ryzen 5 5500F 6-core AM4 seharga $99. Simak spesifikasi lengkap, dukungan DDR4, dan keunggulan rakit PC hemat di sini. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

AMD Resmi Rilis CPU Ryzen 5 5500F Berbasis AM4

Rabu, 16 Sep 2026 - 08:21 WIB