JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pabrik Kelapa Sawit (PKS) terus meningkatkan efisiensi ekstraksi minyak demi menekan potensi kehilangan hasil produksi. Sebab, optimalisasi mesin ekstraksi menjadi kunci utama dalam memisahkan minyak kasar dengan inti kelapa sawit secara sempurna. Oleh karena itu, pengelola pabrik harus mengawasi kinerja setiap stasiun pengolahan secara ketat.
Stasiun Kempa: Melumat dan Memeras Buah Sawit
Setelah proses penebahan selesai, buah sawit yang terlepas akan masuk ke dalam mesin pelumat (digester). Secara teknis, pisau-pisau berputar di dalam mesin akan merajang daging buah sawit dengan sangat kuat. Akibatnya, sel-sel minyak di dalam daging buah akan pecah sehingga memudahkan proses pemerasan berikutnya.
Sementara itu, buah yang melumat akan meluncur masuk ke dalam mesin pemeras (screw press). Dalam stasiun ini, poros sekrup ganda bekerja memeras lumatan buah sawit dengan tekanan tinggi secara konsisten. Dengan begitu, mesin berhasil mengeluarkan minyak kasar (crude oil) secara maksimal dari serat-serat buah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Stasiun Klarifikasi: Memurnikan Minyak Kasar Menjadi CPO Standar
Minyak kasar hasil pemerasan masih mengandung banyak kotoran berupa pasir, air, dan serat halus. Oleh sebab itu, operator mengalirkan cairan kotor tersebut menuju stasiun klarifikasi demi melakukan pemurnian. Pertama, minyak kasar masuk ke dalam tangki pengendap (clarifier tank) untuk memisahkan lumpur secara alami.
Selanjutnya, mesin sentrifugasi (centrifuge) berputar cepat memisahkan sisa air dan kotoran halus dari minyak. Dengan demikian, proses ini menghasilkan minyak sawit mentah (CPO) murni yang memenuhi standar industri global. Namun, tim laboratorium tetap harus memeriksa kadar kelembapan dan keasaman minyak secara berkala.
Pengolahan Kernel: Memisahkan Cangkang dan Inti Sawit
Sisa ampas pemerasan dari stasiun kempa masih menyisakan komponen penting berupa biji sawit (nut). Oleh karena itu, mesin pemisah serat mengirim biji sawit tersebut menuju stasiun pengolahan kernel. Di tempat ini, mesin pemecah biji (ripple mill) memecahkan cangkang keras pelindung inti sawit.
Sementara itu, alat pemisah tanah liat (hydroclone) bekerja memisahkan inti sawit (kernel) dari pecahan cangkang secara otomatis. Akibatnya, inti sawit bersih terkumpul dan siap dikirim ke pabrik pengolahan minyak inti sawit (PKO). Sebaliknya, pabrik memanfaatkan pecahan cangkang sebagai bahan bakar ramah lingkungan untuk ketel uap (boiler).
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa












