BEKASI, POSNEWS.CO.ID – Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Bekasi tinggal menghitung jam. Sebanyak 154 desa dijadwalkan menggelar pemilihan pada Minggu (20/9/2026).
Menjelang hari pencoblosan, Polda Metro Jaya memberi perhatian khusus terhadap potensi perjudian yang diduga dapat membayangi kontestasi di tingkat desa.
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Bekasi membentuk satuan tugas (Satgas) untuk memantau sekaligus menindak apabila menemukan indikasi tindak pidana perjudian dalam Pilkades.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan pola pengamanan telah disiapkan bersama panitia, kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), perangkat desa, serta unsur terkait.
“Kami mengimbau dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa ini bisa berjalan aman, damai, dan tertib,” kata Budi kepada wartawan.
Polisi Waspadai Praktik Botoh
Selain menjaga keamanan di lokasi pemungutan suara, polisi menaruh perhatian pada praktik perjudian yang dikaitkan dengan istilah botoh.
Menurut kepolisian, praktik taruhan dapat memengaruhi proses pemilihan apabila pihak tertentu memasukkan kepentingan perjudian ke dalam kontestasi.
“Direktorat Kriminal Umum sudah membentuk satgas bersama Polres Metro Kabupaten Bekasi akan menindak tegas apabila menemukan terkait tentang perjudian,” ujar Budi.
Budi mengatakan kepolisian telah melakukan langkah mitigasi untuk mencari indikasi praktik tersebut. Jika ditemukan unsur tindak pidana, polisi akan memprosesnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Dengan begitu, pengawasan tidak hanya dilakukan di sekitar tempat pemungutan suara, tetapi juga diarahkan untuk mengantisipasi aktivitas yang berpotensi mengganggu jalannya Pilkades.
Calon Diminta Siap Menang dan Kalah
Di tengah persaingan antarcalon, Budi juga mengingatkan seluruh kandidat yang telah lolos seleksi dan verifikasi agar siap menerima hasil pemilihan.
Pendukung masing-masing calon pun diminta menghormati tahapan yang berjalan. Polisi mengingatkan agar tidak ada provokasi, intimidasi, maupun ancaman terhadap calon atau pendukung lainnya.
Jika muncul keberatan atau sengketa, penyelesaiannya diharapkan ditempuh melalui mekanisme hukum yang tersedia, bukan melalui tindakan yang dapat memicu konflik di masyarakat.
Pesan tersebut menjadi penting karena Pilkades berlangsung langsung di lingkungan tempat warga sehari-hari berinteraksi.
Perbedaan pilihan antartetangga maupun antarpendukung diharapkan tidak berkembang menjadi persoalan sosial setelah pemungutan suara selesai.
Pengamanan Kedepankan Pendekatan Humanis
Untuk menjaga suasana tetap kondusif, Polda Metro Jaya menyatakan pengamanan Pilkades akan mengedepankan pendekatan humanis dan profesional.
Polisi yang bertugas juga diarahkan tidak membawa senjata api selama pengamanan Pilkades. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari pendekatan persuasif untuk menjaga situasi tetap aman dan terkendali.
“Kalaupun ada kejadian-kejadian kita akan mencari solusi membuat situasi tetap aman, damai, dan dapat dikendalikan,” kata Budi.
Karena itu, masyarakat juga memiliki peran penting. Warga diharapkan mengikuti seluruh tahapan pemilihan dengan tertib serta tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya.
154 Desa Ikut Pilkades
Pilkades serentak Kabupaten Bekasi akan berlangsung pada Minggu, 20 September 2026, dengan 154 desa menjadi lokasi pelaksanaan.
Pengamanan dilakukan Polres Metro Bekasi bersama unsur terkait, dengan pola yang disesuaikan tingkat kerawanan masing-masing wilayah.
Pemerintah Kabupaten Bekasi sebelumnya diberitakan menyiapkan anggaran sekitar Rp59,95 miliar untuk mendukung pelaksanaan Pilkades Serentak 2026 di 154 desa yang tersebar di 17 kecamatan.
Besarnya persiapan tersebut menunjukkan bahwa Pilkades bukan sekadar agenda pencoblosan. Bagi masyarakat desa, hasilnya akan menentukan kepemimpinan dan arah pengelolaan pemerintahan di tingkat desa.
Karena itu, seluruh pihak diharapkan menjaga proses tetap tertib. Calon boleh bersaing, pendukung boleh berbeda pilihan, tetapi keamanan dan hubungan sosial masyarakat tetap perlu dijaga.
Polda Metro Jaya memastikan pengamanan terus dilakukan hingga seluruh rangkaian Pilkades selesai.
Sementara itu, Satgas yang dibentuk khusus untuk mengantisipasi perjudian akan bergerak apabila menemukan indikasi pelanggaran.
Masyarakat pun diimbau menggunakan hak pilih dengan tenang dan menghormati hasil pemilihan sesuai mekanisme yang berlaku. **
Editor : Hadwan













