BEKASI, POSNEWS.CO.ID – Suasana pemungutan suara Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Bekasi 2026 berjalan kondusif.
Polisi memastikan proses demokrasi tingkat desa di 154 desa, baik melalui TPS digital maupun konvensional, berlangsung aman dan tertib.
Kepolisian Resor (Polres) Metro Bekasi menilai kesiapan panitia, petugas TPS, serta personel pengamanan menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran pemungutan suara pada Minggu (20/9/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Andi Oddang Riuh Hutomo mengatakan sistem antrean yang diterapkan panitia mampu mencegah penumpukan pemilih di TPS.
“Kesiapan panitia dengan alur sistem antrean mampu mencegah antrean panjang, sarana dan prasarana pendukung juga sangat memadai, ditambah sistem pengamanan petugas kami di masing-masing TPS,” kata Andi di Cikarang.
12.261 Personel Dikerahkan
Pengamanan Pilkades Serentak 2026 tidak dilakukan secara biasa. Sebanyak 12.261 personel gabungan dikerahkan melalui Operasi Wibawa Mukti Jaya 2026.
Kekuatan tersebut melibatkan unsur Polri, TNI, Satpol PP, Linmas hingga Babinsa.
Sekitar 4.200 personel berasal dari internal Polri, sedangkan Kodim 0509/Kabupaten Bekasi mengerahkan 430 Babinsa untuk mendukung pengamanan di 154 desa.
Personel juga sudah digeser ke titik pengamanan sejak sehari sebelum pencoblosan.
Langkah tersebut bertujuan memastikan petugas memahami kondisi wilayah sekaligus mengantisipasi pergerakan logistik dan kotak suara menuju TPS.
Andi mengatakan kesiapan logistik, administrasi, sarana pendukung hingga penempatan personel telah diperiksa untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Personel pengamanan telah menempati ploting masing-masing, sementara kesiapan petugas pemungutan suara, administrasi, logistik, serta sarana pendukung terpantau dalam kondisi sangat baik,” ujarnya.
121 TPS Masuk Pemetaan Rawan
Meski situasi pemungutan suara secara umum kondusif, kepolisian tetap tidak mengabaikan potensi kerawanan.
Berdasarkan pemetaan, sebanyak 3.107 TPS masuk kategori aman, 112 TPS rawan, dan sembilan TPS sangat rawan. Dengan demikian, terdapat 121 TPS yang mendapatkan perhatian khusus.
Sembilan TPS dengan kategori sangat rawan tersebar di Kecamatan Tambun Selatan sebanyak tiga titik dan Kecamatan Cikarang Utara sebanyak enam titik.
Pemetaan tersebut menjadi dasar bagi aparat untuk menyesuaikan pola pengamanan di setiap lokasi. Polisi sebelumnya juga menyebut potensi gesekan antara calon maupun pendukung menjadi salah satu perhatian, termasuk persoalan calon yang tidak lolos dalam tahapan seleksi.
Polisi Tetap Humanis dan Waspada
Di tengah situasi yang relatif aman, Andi meminta seluruh personel tidak lengah.
Ia menginstruksikan anggota di lapangan menjalankan tugas secara profesional, netral, humanis, serta tetap mengedepankan kewaspadaan.
Menurutnya, pengamanan tidak berhenti ketika pemilih meninggalkan TPS. Petugas harus mengawal seluruh rangkaian hingga proses penghitungan suara selesai dan kotak suara berada dalam kondisi aman.
Tahapan penghitungan menjadi perhatian karena hasil perolehan suara dapat memunculkan reaksi dari calon maupun pendukung.
Karena itu, seluruh pihak diminta menghormati mekanisme pemilihan dan menyelesaikan keberatan melalui jalur yang tersedia.
Demokrasi Desa Harus Tetap Damai
Pilkades bukan sekadar menentukan sosok yang akan memimpin pemerintahan desa.
Hasil pemilihan juga akan berpengaruh terhadap pelayanan masyarakat, pembangunan desa, dan berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga.
Karena itu, perbedaan pilihan seharusnya tidak memutus hubungan antarwarga.
Polres Metro Bekasi bersama pemerintah daerah, TNI, panitia pemilihan, serta unsur terkait terus menjaga agar seluruh tahapan berlangsung tertib.
“Melalui sinergi bersama pemerintah daerah, TNI maupun unsur terkait lain, kami ingin memberikan rasa aman kepada masyarakat serta memastikan seluruh rangkaian Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi tahun 2026 berlangsung aman, tertib, lancar dan kondusif,” kata Andi.
Dengan pengamanan berlapis tersebut, masyarakat diharapkan dapat menggunakan hak pilih tanpa tekanan dan tetap menjaga ketertiban hingga seluruh proses pemungutan serta penghitungan suara rampung. **
Editor : Hadwan












